Demokrasi Diujung Hayat, Khilafah Penyelamat Umat

Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan , Ustadz Budianoor menyatakan demokrasi kini telah dipenghujung usianya. Setiap tahun, kepercayaan rakyat terhadap demokrasi terus mengalami penurunan.

Ini bisa dilihat dari angka Golput Pemilu sejak 1999 hingga 2013 terus mengalami peningkatan. Bahkan pada Pemilu Legislatif 2014 nanti, angka Golput diprediksi akan terus meningkat. Kondisi ini tak terpaut jauh dengan rendahnya tingkat kepuasan masyarakat dengan kinerja DPR dan pemerintah yang menjalankan system ini. Korupsi pun kian menjadi.

“Demokrasi tak lebih dari sekedar alat penjajahan Amerika Serikat terhadap negeri-negeri muslim. Mantan Presiden AS Gorge W Bush pernah menyatakan bahwa jika AS ingin hidup lebih lama, maka harus menyebarkan kebebasan dan demokrasi keseluruh dunia,” ungkap Ustadz Budianoor saat bicara dihadapan peserta Diskusi Publik bertajuk “Matinya Demokrasi” yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Kota Banjarbaru di Masjid Nurul Falah, Batas Kota Banjarbaru, Ahad (22/10/2013).

Menurutnya, umat Islam di dunia sudah mau memahami bahwa demokrasi merupakan system kufur yang merusak tatanan kehidupan dan hanya alat bagi Negara barat untuk mengokohkan imperialismenya di negeri-negeri Muslim.

Fakta terbaru katanya, tumbangnya mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi oleh Militer Mesir dibawah pimpinan Abdul Fattah As-Sisi pada 3 Juli 2013. Padahal Mursi adalah penguasa yang legal karena terpilih menjadi Presiden Mesir melalui jalan demokrasi. Mursi memenangkan Pilpres 2012 dengan perolehan suara 51,7 % atau 13,4 juta suara. Ia lebih unggul dari rival politiknya Ahmed Safik yang hanya mendapatkan 12,4 juta suara. Para pemimpin Ikhwanul muslimin pun ditangkap dan dipenjara.

“Inilah fakta demokrasi yang diraih kaum muslimin, tapi kemudian dijatuhkan. Dan itu dibiarkan saja oleh negara-negara yang menyatakan dirinya sebagai kampium demokrasi yakni Negara Barat Amerika,” ujarnya.

Amerika pun kini diambang kehancuran. Lumpuhnya pelayanan public dan ekonomi Amerika Serikat sudah pula membuka pikiran umat Islam bahwa Negara yang menerapkan system selain Islam begitu rapuh.

Kasus shutdown Amerika kata Ustadz 
Budianoor   sejatinya dilatar belakangi oleh kepentingan Obama lewat program Obama Care dengan rivalnya Partai Republik, bukan demi kepentingan rakyatnya. Sebab faktanya pemerintahan Obama dan rival politiknya lebih memilih menutup instansi pelayanan public yang notabene bersentuhan dengan rakyatnya ketimbang mengalahkan rasa ego dan kepentingan masing-masing golongannya.

“Inilah sebagian kecil fakta bahwa demokrasi telah gagal, demokrasi telah mati. Khilafah lah solusi, khilafah yang akan mengambil kembali aset-aset umat islam yang telah tergadaikan,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Diskusi Publik, Ustadz Abdul Hafidz dalam sesi diskusinya menyatakan umat Islam saat ini sebenarnya korban demokrasi.

“Pemimpin di negeri ini dan sebagian umat islam tertipu dan menjadi korban demokrasi. Mereka yang menolak syariat Islam juga korban demokrasi. Umat Islam semestinya sadar, demokrasi tidak sama dengan Islam. Demokrasi ini merusak tatanan kehidupan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ma’ad Kota Banjarbaru ini. [tim]



Editor : Berry Abdillah Toha
Demokrasi Diujung Hayat, Khilafah Penyelamat Umat Demokrasi Diujung Hayat, Khilafah Penyelamat Umat Reviewed by Banua Syariah on 7:30:00 AM Rating: 5