Ada Apa dengan Proyek Terorisme ?

BONE : Belasan warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mengaku dimintai uang oleh salah seorang oknum Kepala Kepolisian Sektor, dengan iming-iming dihapus dari daftar terduga teroris.

"Kami harus bayar Rp 3 juta supaya nama kami dihapus dari daftar terduga teroris," ungkap Syamsul Alam, salah satu warga itu, Rabu (25/12/2013). Peristiwa ini menimpa 11 orang warga Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo.

Kejadian bermula dari penembakan terduga teroris Suardi (51) oleh Detasemen khusus (Densus) 88 pada Kamis (17/10/2013). Sesudah tewasnya Suardi, 11 warga yang dicurigai sebagai rekan Suardi diperiksa oleh kepolisian terkait pengajian mereka.

Kesebelas warga itu adalah Syamsu Alam, Ilham, Jainuddin, Bachtiar, Darwis, Emmang Labase, H Hasse, Habib, Firman, Aco, dan Masaile. Mereka tak ditahan meski menjalani beberapa kali pemeriksaan di kepolisian.

Sementara pihak kepolisian yang dikonfirmasi terkait dengan pengakuan warga ini mengaku belum mendapatkan laporan dan menyarankan agar warga yang keberatan segera melaporkan hal ini ke Mapolres setempat.

"Belum ada laporan dan kalau memang ada yang merasa dirugikan silakan melapor ke kantor pasti kami akan proses," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bone, AKP Ali Tahir.

Direktur The Community Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya mempertanyakan dasar tindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror yang begitu mudah mengeksekusi mati target penyergapan dalam setiap penggerebekan. Padahal, status teroris masih bersifat dugaan.

“Kenapa setiap penggerebekan target selalu atau sering ada yang tewas di eksekusi? Apakah eksekusi itu sepenuhnya keputusan ditangan aparat dilapangan dengan kewenangan diskresinya? ini abuse of power yang nyata, mengingat banyak indikasi korban tewas oleh Densus 88 dalam kondisi tidak ada perlawanan,” katanya seperti dilansir kiblat.net, di Jakarta, Jum’at (18/10/2013).

Bahkan, lanjut Harits, penyergapan tidak juga dalam kondisi berbahaya. Adapun, isu berbahaya faktanya hanyalah sebatas asumsi dan opini yang dibangun pasca eksekusi.

“Cara-cara kerja yang dominan berdasarkan dugaan tanpa bukti yang akurat, justru menunjukkan bahwa Densus 88 dan BNPT ingin terus melestarikan proyek kontra-terorisme dengan berbagai kepentingan dibaliknya,” ucap pria yang juga pemerhati Kontra-terorisme ini.

Harits mengingatkan kepada para penguasa negeri yang masih merasa punya iman dan agama, agar bersikap jujur untuk memperhatikan berapa banyak UU berlaku yang telah di langgar begitu saja. Dan betapa beratnya hisab (perhitungan) kelak atas perilaku penghilangan nyawa dengan cara semena-mena.

“Jika ingin menegakkan hukum bukan dengan jalan melanggar hukum seenak nafsunya. Sadar atau tidak, perilaku aparat justru menjadi stimulan beragam kasus teror.Teror muncul sebagai cara interaksi pelaku teror kepada pihak penguasa karena sebab perilaku aparat yang overacting,” tandasnya. [www.banuasyariah.com]
Ada Apa dengan Proyek Terorisme ? Ada Apa dengan Proyek Terorisme ? Reviewed by Banua Syariah on 3:08:00 PM Rating: 5