MHTI Banjarbaru Revitalisasi Peran Ibu



Ketua DPD II MHTI kota Banjarbaru, Alyani Desi SAg mengatakan peran seorang Ibu sangatlah penting, karena tidak hanya urusan dapur yang ditanganinya melainkan juga urusan manajemen keluarga.


Tapi kini fungsi seorang ibu sudah banyak beralih fungsi yaitu tidak sedikit dari mereka selain mengurus keluarga juga mencari nafkah yang sejatinya tugas seorang bapak.

"Terkadang alasan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi salah satu alasan mengapa seorang ibu harus meninggalkan kewajibannya dirumah," katanya disela open house Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) di Aula musium Lambung mangkurat kota Banjarbaru, (15/12).

Ketika seorang Ibu mencari nafkah bahkan jauh sampai ke luar negri menurutnya, maka goyahlah fungsi keluarga. Fenomena kurangnya kasih sayang, perhatian dan pengawasan seorang Ibu terhadap anaknya beriringan dengan meningkatnya tindak kriminal yang dilakukan oleh seorang remaja.

Alyani Desi juga menambahkan sebagai sistem hidup yang sempurna, Islam memuliakan Ibu. Syariat Islam tidak menghilangkan sifat kodrati kaum ibu bahkan mengatur peran, posisi, dan hak-hak mereka dalam kehidupan.

Sehingga Ibu tidak terbebani apalagi diekploitasi. Islam juga menjaga peran keibuan pada saat mempercayakan perwalian kepada kaum laki-laki. Pembagian peran itulah yang mampu menjamin kebutuhan finansialnya setiap saat.

"Maka diharapkan dengan kegiatan ini para Ibu-Ibu dapat menggetahui perannya secara menyeluruh sebagaimana Islam memuliakan kaum Ibu," ujarnya. [www.banuasyariah.com]
MHTI Banjarbaru Revitalisasi Peran Ibu MHTI Banjarbaru Revitalisasi Peran Ibu Reviewed by Banua Syariah on 9:21:00 PM Rating: 5