Ngeri, Pendatang Bawa HIV ke Banjarbaru

BANJARBARU : Penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya Jawa Timur sepertinya berbanding lurus dengan jumlah pendatang di Kota Banjarbaru. Betapa tidak, tahun lalu jumlah pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah lokalisasi di Banjarbaru hanya 200 PSK. Kini jumlahnya bertambah menjadi 300 PSK lebih.

Ironisnya, sebagian pendatang justru membawa penyakit virus berbahaya yakni Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Dikutip Radar Banjarmasin edisi cetak Senin (27/1/2014), sebelumnya jumlah PSK pengidap HIV/AIDS di Banjarbaru hanya 20 PSK, kini bertambah menjadi 25 PSK.

Berdasarkan data sejak tahun 2005, penderita HIV/AIDS di Banjarbaru berjumlah 78 orang. Sepuluh orang diantaranya meninggal dunia. Sisanya pindah ke daerah lain. Sekretaris KPA Kota Banjarbaru Edi Sampana tidak menampik perihal tersebut.

Memang kata dia, ada peningkatan penderita HIV/AIDS di Banjarbaru sebanyak lima orang. Penderita ini memang berprofesi sebagai PSK, namun ia tidak menyebutkan secara detail dimana tempat bekerjanya.

“Kalau kita memang rutin melakukan pemeriksaan setiap enam bulan sekali. Dan memang benar ada lima PSK yang saat ini baru teridentifikasi terjangkit HIV. Empat diantaranya pendatang baru dan satunya orang lama,” ucapnya.

Lima orang ini ungkap Eddy, dinyatakan tertular setelah dilakukan pemeriksaan Rabu (22/1) tadi. Empat orang pemain baru ini dinyatakan terjangkit HIV/AIDS sejak dari luar Kota Banjarbaru. Satunya sendiri tertular di dalam kawasan lokalisasi.

“Satu orang lama terjangkit HIV ini artinya program kondom tidak jalan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli yang juga selaku Ketua Harian KPA Banjarbaru mendesak Camat Landasan Ulin dan Liang Anggang untuk melakukan pendataan di sejumlah eks lokalisasi seperti Pembatuan, Batu Besi dan Pal 18.

“Terutama di Pembatuan yang jumlahnya saat ini mencapai 300 PSK,” tegasnya.

Ogi menyatakan bahwa, masalah prostitusi di Kota Banjarbaru ini harus menjadi perhatian bersama semua pihak. Terutama camat dan lurah selaku penguasa kawasan. Ia pun meminta camat untuk mempersiapkan data real di lapangan, untuk dirapatkan bersama di balaikota.

“Kenapa waktu itu camat tidak dilibatkan, karena masih dalam tahap pengambil kebijakan. Nantinya camat dan lurahnya akan kita undang, namun sebelumnya mereka pun harus mempersiapkan data atau pemetaan kawasan eks lokalisasi itu. Misal jumlah PSK berapa. Orang baru atau orang lama. Memang menetap di sana atau bagaimana. Menyewakah atau memang tempat tinggal sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RT 6 Hidayat atau yang akrab disapa Cuan mengaku tidak tahu menahu perihal adanya PSK yang terjangkit HIV/AIDS. “Nah kami malah belum dikasih tau mas. Pemeriksaannya saja kami tidak tahu menahu. Harusnya ketua RT yang diinformasikan terlebih dahulu,” ucapnya.

Jika memang ada warganya terjangkit HIV/AIDS, ia pun segera menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan atau pengobatan ekstra. “Ya harus berobat. Tapi bagaimana kalau saya saja tidak tahu,” ungkapnya.

Perihal peningkatan angka HIV/AIDS di Jalan Kenanga sendiri, Cuan mengaku bingung. Pasalnya yang ia ketahui, HIV/ADIS di Pembatuan normal seperti dulu lagi. “Datanya itu dapat dari mana mas. Soalnya saya minta informasi ke Puskesmas tidak ada,” ujarnya. (Radar Banjarmasin / www.banuasyariah.com)



Jejak HIV/AIDS Banjarbaru

* 2008-2011 : Jumlah penderita HIV 42 orang, 34 diantaranya positif AIDS.
* 2012 : Kasus HIV/AIDS menjadi 54 kasus, sekaligus menempatkan Banjarbaru diperingkat                    ketiga setelah Tanah Bumbu dan Banjarmasin.
* 2014 : Awal tahun jumlah pengidap HIV/IADS bertambah 5 orang dari tahun sebelumnya                       hanya 20 orang menjadi 25 orang.
Ngeri, Pendatang Bawa HIV ke Banjarbaru Ngeri, Pendatang Bawa HIV ke Banjarbaru Reviewed by Banua Syariah on 10:40:00 AM Rating: 5