Nikah Dini di Kalsel, Kebanyakan Karena Hamil Duluan

FOTO : NET

Status Kalsel sebagai daerah dengan angka pernikahan dini tertinggi di Indonesia nampaknya masih akan disandang tahun ini. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalsel Endang Moerniati menyebut, angka nikah dini di Kalsel belum beranjak dari 9 persen atau tertinggi secara nasional.


“Dulu Jawa Barat khususnya Kabupaten Indramayu tertinggi secara nasional, secara nasional sekarang Kalsel masih tertinggi,” ucap Endang saat Media Gathering Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel bersama media yang berlangsung di Hotel Mercure seperti dikutip Radar Banjarmasin edisi cetak, Senin (27/1/2014).

Diterangkan Endang, pernikahan dini menjadi masalah tersendiri di Kalsel dalam beberapa tahun terakhir. Angka 9 persen adalah angka pernikahan bagi pasangan dengan usia sangat beli yakni dibawah 16 tahun atau tepatnya pada usia 10-14 tahun.

“Kalau nikah dibawah 16 tahun kan berarti anak melahirkan anak. Paling tidak wanita melahirkan usia 21 tahun. Saat itu fisik dan mental sudah siap,” terangnya.

Menurut Endang, banyak faktor yang membuat angka pernikahan dini di Kalsel masih tinggi. Selain karena faktor pendidikan dan ekonomi, cepatnya akses informasi dari internet kepada anak-anak membuat anak rentan dewasa sebelum waktunya.

“Biasanya menikah dini dijalani karena hamil duluan padahal masih sekolah akhirnya putus sekolah. Karena masih belum dewasa sehingga perkawinan pun sangat rawan cerai akhirnya menjadi janda pada usia masih sangat muda,” cetusnya.

Ada tiga daerah yang menjadi sorotan BKKBN terkait pernikahan dini yakni Hulu Sungai Utara, Tanah Bumbu, dan Balangan. Selain itu, Banjarmasin sebagai ibukota provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak juga menjadi daerah yang menjadi sorotan BKKBN Kalsel.  (www.banuasyariah.com)
Nikah Dini di Kalsel, Kebanyakan Karena Hamil Duluan Nikah Dini di Kalsel, Kebanyakan Karena Hamil Duluan Reviewed by Banua Syariah on 11:29:00 AM Rating: 5