Peran Masjid Dikritik Karena Pemurtadan

Masjid Raya Bandung   Foto:net
BANDUNG : Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyebut Provinsi Jawa Barat kerap menjadi daerah target pemurtadan. Dikutip laman republika online, Senin (20/1) Ketua DMI Jabar Zulkarnain mengungkapkan, minimnya peran serta masjid untuk mencegah adanya proses tersebut.

Seperti katanya, di Garut ada satu daerah yang masyarakatnya dimurtadkan. Padahal, di daerah tersebut ada satu masjid jami dan mushala. Namun, keberadaan masjid tersebut tak bisa menjadi posko anti-pemurtadan.

Harusnya, kata dia, masjid ini menjadi solusi pemurtadan. Ketika ada upaya pemurtadan, masjid bisa menangkal hal tersebut. Sayangnya, masjid tersebut tak berdaya dan membuat perencanaan. Padahal, kalau aktivis masjidnya aktif, mereka bisa meminta bantuan ke DMI kabupaten atau pun Provinsi Jabar.

''Artinya, masjid di daerah itu tak jalan,'' katanya.

Faktor ekonomi, ujarnya, memang sangat rentan dimasuki misionaris untuk melancarkan aksi pemurtadannya. Menurutnya, warga miskin menginginkan makanan. Tapi, kalau masjid tak punya makanan maka tak akan bisa berbuat apa-apa. Kalau di masjid tersebut ada baitul mal yang mengelola zakat, maka masyarakat miskin di sekitarnya yang kesulitan mencari makanan bisa dibantu oleh masjid. [www.banuasyariah.com]
Peran Masjid Dikritik Karena Pemurtadan Peran Masjid Dikritik Karena Pemurtadan Reviewed by Banua Syariah on 10:18:00 AM Rating: 5