BPJS Tolak Tagihan RSUD Ulin, Dua Kali Verifikasi Klaim Susut Rp500 juta

Beban keuangan rumah sakit umum daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin semakin berat. Belum selesai urusan tunggakan jamkesmas tahun 2013 sebesar Rp12 miliar. Kini RSUD Ulin juga harus menanggung ditolaknya klaim senilai Rp500 juta oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Angka tersebut adalah bagian dari total klaim RSUD Ulin ke BPJS kesehatan untuk bulan Januari 2014 sebesar Rp9,5 miliar.

Padahal klaim itu adalah hak rumah sakit atas pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Diakui Direktur RSUD Ulin dr Suciati MKes, pihaknya semula mengajukan klaim Rp9,5 miliar. Namun setelah diajukan ke verifikator internal BPJS Kesehatan yang bertugas di RSUD Ulin. Mereka menyebut hanya Rp9,2 miliar yang boleh diajukan sebagai klaim kepada BPJS Kesehatan.

"Di tahap ini sudah Rp300 juta yang tak bisa diajukan sebagai klaim, ini potensi kerugian kita," katanya seperti dikutip harian pagi Radar Banjarmasin, Rabu (26/2).

Proses berlanjut, klaim yang tersisa kemudian diajukan lagi ke BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin.

Ternyata dari angka Rp9,2 miliar, kembali berkurang hanya menjadi Rp9,02 miliar. Artinya, potensi kerugian kembali bertambah hampir Rp200 juta. Total Rp500 juta yang klaimnya tidak bisa diajukan.

Perempuan yang akrab disapa Suci ini mengaku heran mengapa jumlah klaim yang diajukan selalu dikurangi saat verifikasi. Yang lebih mengherankan lagi menurut dia mengapa hasil verifikasi pertama oleh petugas BPJS Kesehatan di RSUD Ulin seolah tak berguna karena saat verifikasi oleh BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin angka klaim kembali dikurangi.

"Kan verifikasi oleh BPJS Kesehatan juga kenapa bisa sampai berkurang terus setelah 2 kali verifikasi," ujarnya.

Verifikasi bulan pertama sendiri dilaksanakan selama satu-tiga minggu. Sehingga pada minggu ketiga bulan berikutnya, tagihan baru bisa dibayar. Seperti tagihan Januari yang baru dibayar pada minggu ketiga Februari.

Terkait klaim yang semakin berkurang setelah verifikasi, Suci akan meminta penjelasan melalui surat resmi kepada BPJS Kesehatan. Ia meminta poin apa saja yang tidak masuk kategori klaim BPJS Kesehatan.

"Rp500 juta itu kan sudah kita berikan pelayanan kepada masyarakat, kalau tidak dibayar ya kami yang rugi," tegasnya.
Meski berpotensi mengalami kerugian, Suci mengaku tak masalah jika memang dalam penjelasan tertera keterangan yang menyatakan poin-poin yang tidak dilayani oleh BPJS Kesehatan.

Berdasarkan informasi terbaru yang diterima Suci, dalam minggu ini selisih perhitungan klaim Rp500 juta akan selesai diproses. Ia yakin semua klaim yang diajukan RSUD Ulin akan dibayar BPJS Kesehatan.

Terkait proses pembayaran klaim, Suci berharap ada formula yang ditetapkan oleh BPJS. Ia berharap pembayaran klaim bisa lebih cepat. Caranya menurut dia bisa dengan sistem panjer dimana klaim bulan tertentu dibayar 50 persen diawal bulan berikutnya.

"Misalnya Januari klaim kita Rp9 miliar, ya bayar dulu awal Februari Rp4,5 miliar setelah diverifikasi berapa kekurangannya baru dibayar lagi," ujarnya. [radarbanjarmasin.co.id]
BPJS Tolak Tagihan RSUD Ulin, Dua Kali Verifikasi Klaim Susut Rp500 juta BPJS Tolak Tagihan RSUD Ulin, Dua Kali Verifikasi Klaim Susut Rp500 juta Reviewed by Banua Syariah on 5:47:00 PM Rating: 5