MUI Kumpulkan Ulama Ponpes, Desak Pemkot Banjarbaru Tutup Semua Lokasi Prostitusi

BANJARBARU : Tewasnya seorang tamu di eks Lokalisasi Pembatuan membuat kian jelas maraknya prostitusi di Jalan Kenanga RT 6 Kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin itu. Gerakan demi gerakan untuk menghilangkan tempat prostitusi itu pun kian kencang, terutama para ulama yang ada di Kota Idaman Banjarbaru.

Bisa jadi sejarah tahun 2006 kala itu kembali terulang. Ulama besar langsung turun ke lapangan memberantas prostitusi sekaligus lokasinya. Pasalnya melihat kondisi sekarang sudah banyak yang menjadi korban tempat prostitusi tersebut. Mulai dari perdagangan anak PSK hingga menewaskan seorang warga ketika tengah berhubungan intim.

Gerakan menghilangkan lokasi prostitusi di Banjarbaru ini sendiri dilayangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Banjarbaru. Ancaman MUI dalam penutupan kembali tiga lokasi prostitusi di Banjarbaru yakni Pembatuan, Batu Besi dan Pal 18 ini pun bukan isapan jempol belaka. Bahkan MUI tengah merapatkan barisan dengan mengumpulkan ulama dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) yang tersebar di Kota Banjarbaru,Kalimantan Selatan.

“Kami dari MUI Kota Banjarbaru bersama ulama di pondok pesantren akan mengusulkan ke Walikota Banjarbaru, agar semua lokasi prostitusi ditutup,” ucap Ketua MUI Banjarbaru KH Napiah Muhja seperti dikutip harian Radar Banjarmasin edisi cetak, Kamis (6/2/2014).

Surat resmi usulan dari MUI Banjarbaru terhadap penutupan atau menghilangkan lokasi prostitusi itu tinggal menunggu dukungan dari ulama Kecamatan Cempaka. Pasalnya, ulama dari empat kecamatan lainnya di Kota Banjarbaru seperti Liang Anggang, Landasan Ulin, Banjarbaru Utara dan Selatan sudah siap mendukung.

“Insya Allah dalam minggu ini, kami menunggu dukungan dari ulama di Kecamatan Cempaka lagi, sementara empat kecamatan yang lainnya sudah. Tolong doanya,” ucapnya.

Selain lokasi prostitusi, MUI juga mengusulkan ke Pemkot Banjarbaru agar langsung menutup karaoke yang saat ini dinilai banyak nilai negatifnya. Apalagi melihat kondisi sekarang, ladies berpakaian seksi siap menemani pelanggan yang datang. Hal lainnya yakni dugaan bebasnya Miras beredar di tempat karaoke. Ini praktis mengundang hawa negatif terhadap tamu di karaoke tersebut.

“MUI mengusulkan, karaoke dan penjual Miras serta salon terselubung ditutup. Kemudian usulan terakhir adalah meniadakan tanglong di bulan puasa,” tegasnya. [www.banuasyariah.com]
MUI Kumpulkan Ulama Ponpes, Desak Pemkot Banjarbaru Tutup Semua Lokasi Prostitusi MUI Kumpulkan Ulama Ponpes, Desak Pemkot Banjarbaru Tutup Semua Lokasi Prostitusi Reviewed by Banua Syariah on 6:45:00 AM Rating: 5