Politisi PPP Tuding APPI Suka Minta Duit, Tidak Independen dan Tidak Kredibel

Tidak terima mendapat rapor merah dari Aliansi Pemantau Pemilu Independen (APPI) Kalsel. Wakil rakyat asal banua yang duduk di Senayan langsung bereaksi keras.

Seperti diungkapkan Syaifullah Tamliha, politisi PPP ini menilai APPI adalah organisasi partisan dan suka memeras para anggota DPR.

“Muhith (Koordinator APPI Kalsel) itu pernah minta duit sama saya, dia juga minta duit ke anggota DPR RI lainnya, saya ada buktinya,” tegas Syaifullah saat dihubungi via telepon, Senin (3/3).

Syaifullah memberikan tanggapan, karena dari tiga anggota DPR-RI yang mendapat rapor merah, karena namanya disebut-sebut dalam kasus korupsi masing-masing berinisial S, G dan A.

Lebih lanjut, anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan, Muhith pernah mendatanginya di Jakarta. Tujuan kedatangan itu menurut Syaifullah untuk menawarkan perbaikan citra.

“Ketika ditemui intinya minta duit, minta tiket pesawat,” jelasnya.

Dengan adanya hal itu, Syaifullah yang berasal dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menilai lembaga yang disebut independen tersebut justru tidak independen dan tidak kredibel. Ia menuding Muhith merupakan salah satu kader partai tertentu.

“Kalau independen ya tidak boleh partisan, dia sendiri (Muhith) tidak punya kredibilitas dan integritas, saya sih tidak marah tapi seharusnya berkaca lah, jangan tidak dikasih duit terus ngambek,” ucapnya.

Rilis APPI Kalsel menurut Syaifullah adalah upaya pembunuhan karakter para incumbent termasuk dirinya. Disisi lain, data yang dirilis APPI Kalsel juga dinilai tak jelas. “Saya punya peribahasa untuk dia, jangan karena tidak pandai menari, lantai dibilang tidak rata. Satu lagi, jangan karena buruk muka cermin yang dibelah,” ungkapnya.

Peribahasa itu menurut Syaifullah menggambarkan kredibilitas APPI Kalsel sebagai lembaga yang mengaku independen, tapi justru berperilaku sebagai partisan.

“Soal APPI ini emang gue pikirin saja lah judulnya, terserah saja kita menyerahkan kepada masyarakat sebagai pemilih,” cetusnya.

Syaifullah menegaskan, terkait namanya yang disebut dalam persidangan menerima uang dari PT Cipta Terang Abadi guna memuluskan proyek di Komisi IV DPR RI, dirinya bukan tersangka. Dirinya juga tak pernah dipanggil dalam persidangan tersebut.

”Biar rakyat saja yang menentukan, saat reses di daerah selama ini tanggapan masyarakat bagus, ribuan rakyat selalu menyambut saya kalau reses,” tegasnya lagi.

Terpisah, nama lain yang disebut yakni Asfihani. Politisi Partai Demokrat yang merupakan anggota Komisi VII bidang energi ini disebut Karen Agustiawan dalam BAP menerima uang dari Pertamina untuk pembahasan APBN dan APBNP 2013. Ketika diminta komentar, Asfihani mengelak. Ia menilai data tersebut tidak jelas.

“Aku tidak bisa mengomentari hal yang tidak jelas semacam itu,” ucapnya melalui sambungan telepon.

Setelah pernyataannya itu, Asfihani mengucapkan terima kasih dan langsung menutup sambungan telepon.

Sementara itu, nama terakhir yang dirilis APPI Kalsel adalah Gusti Iskandar Sukma Alamsyah. Politisi Partai Golkar ini disebut mantan Kepala Sub Usaha Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Kosasih Abbas memenangkan tender proyek Solar Home System (SHS) di NTB dan NTT karena melakukan tekanan. Sayangnya nomor handphone yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.

Menanggapi tudingan miring tersebut, Koordinator APPI Kalsel Muhith Afif justru menilai pernyataan Syaifullah Tamliha sebagai sebuah trik lain. ”Itu trik jadul, yang coba mengkritisi dibilang partisan dan minta duit, mestinya kasih alasan yang lain lah, jangan jurus jadul,” ucapnya singkat. [Radar Banjarmasin / www.banuasyariah.com]
Politisi PPP Tuding APPI Suka Minta Duit, Tidak Independen dan Tidak Kredibel Politisi PPP Tuding APPI Suka Minta Duit, Tidak Independen dan Tidak Kredibel Reviewed by Banua Syariah on 6:46:00 PM Rating: 5