Terlalu, Soal UN Ada Nama Jokowi Tersebar di 18 Provinsi

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang pendidikan, Musliar Kasim menyebutkan, naskah soal Ujian Nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memuat nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tersebar di 18 provinsi.

Namun, mantan Rektor Universitas Andalas Padang itu mengklaim pebuatan naskah soal UN itu sudah sesuai prosedur dan tidak semua peserta UN mendapat soal yang sama.
"Terkait soal UN Bahasa Indonedia, pembuatannya sudah sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Jangan dibayangkan semua siswa mendapatkan soal seperti itu. Paket soal itu hanya di 18 provinsi," kata Musliar di Kemendikbud, seperti dikutip laman JPNN, Selasa (15/4).

Terkait mengapa nama Jokowi bisa masuk dalam salah satu butir soal UN, Musliar mengatakan bahwa soal UN merupakan rahasia negara yang tidak sepertib buku kebanyakan. Sehingga tidak bisa ditelaah secara terbuka. Karena itu, tanggung jawab utama ada di tangan pembuat soal.

Dijelaskannya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) hanya memberikan kisi-kisi mengenai Ujian Nasional. Misalnya soal harus membuat nama tokoh.

"Yang diatur olah BSNP itu kisi-kisi UN. Di mana harus ada tokoh, itu yang digariskan. Siapa tokohnya, pembuat soal yang menentukan," jelasnya.

Ditambahkan, penyusunan naskah soal UN sudah dilakukan sejak 2013 lalu, sekitar bulan Juli. Sehingga Musliar memastikan membuatan soal ini tidak ada hubungannya dengan politik, terutama pencalonan Jokowi oleh salah satu partai sebagai presiden.

"Penyusunan soal UN dimulai sejak tahun 2013, juli 2013. Soal pendidikan tidak ada hubungannnya dengan politik. Ini terjadi secara kebetulan saja," jelasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyesalkan masuknya nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam soal ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia pada hari pertama, Senin, (14/4) lalu. Nuh memastikan akan memberi sanksi pada pembuat soal UN tersebut.

"Tentu (ada sanksi). Ini yang soal yang dibuat sebenarnya tahun berapa? Mulai Oktober 2013 sebenarnya. Berarti sudah lama ini. Proses terus dicetak dan akhirnya terjadi seperti ini," ujar Nuh di kompleks Istana Negara usai melaporkan penyelenggaraan UN pada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta, Selasa, (15/4).

Nuh tidak merinci sanksi yang akan diberikan pihaknya. Namun, ia memastikan kementeriannya melakukan penelusuran terkait motif pembuat naskah soal UN itu. Nuh mengaku belum dapat memastikan, adanya nama capres dari PDI Perjuangan itu adalah sebuah ketelodoran atau kesengajaan tim naskah.

"Intinya satu tentu kami sangat menyesalkan. Tim pembuat naskah termasuk tim reviewnya ada nama yang menimbulkan kontroversi. Itu tokoh, tokoh kan banyak tidak harus yang bisa menimbulkan kontroversi," tandas Nuh.  {jpnn/www.banuasyariah.com}
Terlalu, Soal UN Ada Nama Jokowi Tersebar di 18 Provinsi Terlalu, Soal UN Ada Nama Jokowi Tersebar di 18 Provinsi Reviewed by Banua Syariah on 9:12:00 PM Rating: 5