Dikritik Beri Izin Karoke Bisa, Sekolah SDLB Tidak

Belasan walimurid Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Banjarbaru (perpanjangan Martapura), Rabu (14/5) kemarin ngeluruk ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru. Mereka menagih janji dewan yang sebelumnya pernah menyatakan mendukung pembangunan SDLB Banjarbaru.

Namun sampai kemarin menurut mereka tak ada kejelasan perihal janji tersebut. Mereka juga membawa anak-anak mereka ke gedung dewan. Supaya menurut mereka, wakil rakyat di Kota Idaman ini bisa jeli melihat permasalahan yang ada di Kota Banjarbaru.

Ketika melayangkan aspirasinya, walimurid pun menangis lantaran sebagai orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), hak anaknya tak difasilitasi Pemkot Banjarbaru. “Sejak tahun 2012, kami perjuangkan SDLB jarak jauh Martapura ini. Sempat dicabut juga SK-nya, namun kami tidak mencampuri itu. Kami di sini membatasi diri sebagai orang tua yang meminta pendidikan sama dengan yang lain,” ucap Hamidi, salah seorang walimurid sambil meneteskan air mata.

Dikatakannya, kedatangan walimurid SDLB ke Gedung DPRD ini sudah yang ke dua kalinya. Namun kali ini dengan puncak aspirasi lantaran sudah ada beberapa anak yang “sekolah” dirumah. Karena SMPLB di Banjarbaru tidak ada.

“Kemarin lulus kelas 6 ada beberapa. Kita coba masukan di Martapura tidak diterima, alasan penuh, saking penuhnya gudang jadi lokal untuk ruang kelas,” ucapnya.

Diungkapkannya sudah saatnya pemerintah di Banjarbaru intens dalam memperhatikan kebutuhan pendidikan ABK ini. Kalau perlu ungkap Hamidi, sekolah yang ada saat ini diperbaiki, tenaga pengajarnya ditambah dan dijadikan sekolah sementara tingkat lanjutan.

“Masa izin karaoke dikeluarkan dimana-mana, sementara sekolah untuk anak-anak kami ini tidak diizinkan. Sakit hati kami ini pak melihat kelakuan pejabat sekarang. Apalagi sampai menyebut, susah mengurusi anak-anak kami,” ucapnya.

Kedatangan walimurid dan anak-anak mereka ini disambut Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru Iriansyah Ghani. Diungkapkan Abah Iyan (biasa ia disapa, red), pihak legislatif sudah menyetujui penganggaran untuk pembelian lahan SDLB Banjarbaru.

“Kita sudah bulat bahwa akan mendirikan SDLB Banjarbaru. Pada rapat anggaran 2014 kemarin sudah kita realisasikan, dan lahannya bukan di Gunung Kupang, tapi di dekat Wengga. Ini penganggarannya Rp600 juta untuk pembangunan ruang kelas, dan saat ini masih dalam tahap pelelangan,” ucapnya disambut tepukan tangan walimurid.

Pihak legislatif untuk Abah Iyan, akan tetap mengawal keberadaan SDLB. Bahkan pihaknya mengaku akan meningkatkan mutu pembelajaran hingga tingkat SMP dan SMA. Untuk sementara tambahnya, menggunakan SDLB di Banjarbaru dulu.

“Prosesnya terus berjalan. Namun tidak semudah membalikan telapak tangan. Kami juga sudah berkomitmen terkait pengajar di sana. Sudah ada 2 orang guru disiapkan. Dan kita juga sudah komunikasi dengan Kepala BKD untuk menambah pengajar lagi. Karena guru SDLB ini sangat sulit dan langka. Kalau perlu kita beasiswakan,” ucapnya.  [www.banuasyariah.com]




Source : Radar Banjarmasin
Dikritik Beri Izin Karoke Bisa, Sekolah SDLB Tidak Dikritik Beri Izin Karoke Bisa, Sekolah SDLB Tidak Reviewed by Banua Syariah on 2:09:00 PM Rating: 5