KIP 1435 H di Banjarmasin Makin Mengokohkan Keyakinan

Konferensi Islam dan Peradaban (KIP) 1435 Hijriah yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Selatan di GOR Hasanuddin Banjarmasin, meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Salah satunya, peserta dari Banjarbaru, Amanda, yang menyatakan KIP ini sangat menarik. Ia mengaku apa yang disampaikan para pemateri telah membuka pandangan dan wawasannya bahwa ternyata Indonesia yang kaya sumber daya alamnya dijajah oleh imperialis Barat.
“Saya kira Indonesia baik-baik saja. Ternyata kita dijajah habis-habisan oleh asing. Harus ada perlawanan untuk merebut apa yang kita punya,” katanya.
Menurut Amanda, salah satu perlawanan yang dilakukan adalah dengan menghapus sistem demokrasi yang diterapkan saat ini, meskipun hal itu perlu proses yang panjang.

Hal senada juga diungkapkan, peserta dari Banjarbaru, Ning Tyas Wardhani. Ditemui seusai acara, dia menyatakan konferensi ini telah membuka matanya bahwa ada sistem yang lebih baik dari Demokrasi saat ini yakni sistem Khilafah. Ning Tyas menegaskan sudah saatnya umat Islam berjuang menegakkan syariat Islam dan Khilafah di Indonesia karena Indonesia milik Allah.

Yakin Khilafah Akan Tegak

Kesan mendalam juga dirasakan oleh seorang Guru SMP di Banjarmasin, Syarifah Rugayah. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, dia mengaku sangat sedih melihat tayangan tentang kondisi generasi muda akibat diterapkannya sistem Demokrasi yang mengusung kebebasan. Oleh sebab itu, Syarifah berharap umat Islam di Kalsel, mau kembali menjalankan aturan Islam secara menyeluruh di bawah naungan sistem Khilafah, sebagai konsekuensi keimanan seorang muslim. Dia juga yakin Khilafah akan segera berdiri di Indonesia, asalkan umat Islam mau melakukan suatu perubahan dengan meninggalkan Demokrasi dan kembali ke Khilafah. 



Bertekad Mengajak Umat Berjuang

Sementara itu, Ketua Al Hidayah Kabupaten Banjar, Hj. Siti Fathimah bertekad berjuang semaksimal mungkin untuk mengajak umat Islam agar meninggalkan sistem demokrasi yang telah terbukti menyengsarakan mereka.

“Kita semua milik Allah, sudah seharusnya hidup memakai aturan-aturan Allah,” tegasnya.

Tekad yang sama juga dinyatakan seorang Mubalighoh dari Banjarmasin, Hj. Ratna. Dengan mengikuti KIP 1435 Hijriah, banyak sekali pesan yang dapat dipetik, antara lain sebagai seorang wanita, juga diwajibkan untuk berjuang menegakkan Khilafah. Untuk itu, Hj. Ratna berjanji akan mengajak kaum ibu untuk turut serta dalam perjuangan ini.

“Semoga perjuangan ini mendapatkan ridho dari Allah swt”, harapnya. [Dini/Kontributor MMC Kalsel / www.banuasyariah.com]
KIP 1435 H di Banjarmasin Makin Mengokohkan Keyakinan KIP 1435 H di Banjarmasin Makin Mengokohkan Keyakinan Reviewed by Banua Syariah on 9:10:00 AM Rating: 5