Kesan Pertama Menghadiri KIP Rantau, Tokoh pun Terbuka Mata dan Hati

Konfrensi islam dan peradapan (KIP) yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banua Enam di Gedung Sultan Kuning Rantau, Kabupaten Tapin Minggu (1/6) mampu membuka pemikiran para tokoh yang hadir dalam event akbar tersebut. Tidak sekedar tertarik pada sajian setiap sesi acara, namun apa yang disampaikan tentang ide #IndonesiaMilikAllah dalam naungan #IslamicKhilafahState juga didukung para tokoh. 

Salah satunya yang merasakan hal itu adalah Kepala Dinas Pertambagan Kabupaten Tabalong Nanang Mulkani. Ia terlihat hadir di tengah-tengah peserta lainnya, saat setiap pembicara KIP menyampaikan materinya, serta video yang ditayangkan dilayar proyektor.
“Acaranya menarik, ada selang seling sinema dengan penyampaian materi pembicara dan semua penjelasan kewajiban khilafah disampaikan dan pasti yang hadir akan tergugah semangatnya. Termasuk saya,” katanya.

Baca juga : Inilah Kesan-kesan Peserta KIP Banjarmasin

Ia menjelaskan, memang seperti yang dikatakan Ustaz Ismail Yusanto dalam tayangan video singkat terkait pemahaman utopis masyarakat, sehingga penegakan khilafah menjadi sulit. 

“Tapi itu yang diinginkan dari sebuah perjuangan. Siapa yang sadar, peduli terhadap negara dan masyarakat ini akan mengiyakan ide Hizbut Tahrir. Hanya saja memang sulit, namun bukan berarti tidak bisa diwujudkan,” tegasnya.

Baca Juga : KIP Banjarmasin Makin Mengokohkan Keyakinan

Pun menyebutkan sulit perjuangan menegakan khilafah, tapi katanya kesulitan itu relative. Kesulitan itu bisa menjadi ringan jika dilihat dari seberapa besar pemahamamnya, keimananya, dan tekadnya. 

“Hizbut tahrir harus mereduksi kesulitan itu. Menghilangkan sulitnya ini saya kira kalau dilakukan terus-menerus sulitnya akan menjadi mudah,” jelasnya.

Baca juga : Massa HTI Penuhi Gedung Sultan Kuning Rantau

Tidak kalah dengan pejabat, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapin, H Fahruddin BA pun menyatakan bagusnya acara dan dukungan jika Indoensia milik Allah ini diterapkan hukum Allah. 

“Alhamdulillah bagus, saya sangat setuju Hizbut Tahrir. Ini kan demi agama, karena itu ini perjuangan untuk Islam. Semua harus kembali kepada Allah,” kata pria tua berambut putih dengan ditemani wajah keriput dan tubuhnya yang sudah mulai membungkuk.

Demi kecintaan terhadap islam, Fahruddin pun hadir sendiri tanpa didampingi keluarganya ? “Saya datang sendiri pakai kendaraan. Saya tinggal di Rantau sini saja,” ujarnya, semangat. [Ibnu/HTI Banua Enam/www.banuasyariah.com]


Kesan Pertama Menghadiri KIP Rantau, Tokoh pun Terbuka Mata dan Hati Kesan Pertama Menghadiri KIP Rantau, Tokoh pun Terbuka Mata dan Hati Reviewed by Banua Syariah on 2:03:00 PM Rating: 5