Potensi Zakat Kalsel Tembus Rp200 Miliar Setahun

Potensi zakat di Kalimantan Selatan (Kalsel) ternyata cukup besar. Diperkirakan potensi zakat masyarakat Banua bisa mencapai ratusan miliar. Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel H Salman mengungkapkan, mayoritas masyarakat Kalsel sudah sadar bahwa zakat adalah kewajiban bagi yang sudah memenuhi perhitungan. Namun zakat yang dikeluarkan oleh masyarakat tak semuanya disalurkan melalui lembaga resmi.

“Kalau hitungan kami mungkin tidak sampai 10 persen zakat masyarakat yang disalurkan ke lembaga resmi, banyak yang langsung ke tetangga, masyarakat sekitar atau keluarga yang membutuhkan,” ungkapnya seperti dikutip koran harian Radar Banjarmasin, Selasa (15/7/2014).

Data Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel menyebut, selama satu tahun yakni pada 2013, Badan Amil Zakat (BAZ) Kalsel hanya mampu menghimpun dana sebesar Rp2 miliar. Selain BAZ Kalsel, sesuai dengan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebenarnya ada lembaga lain yang berhak menghimpun dana zakat dari masyarakat yakni lembaga amil zakat (LAZ). Biasanya LAZ merupakan lembaga swasta. Di Kalsel kita mengenal salah satunya adalah Rumah Zakat. Selain itu ada juga LazisNU dan LazisMU milik Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Tapi laporan yang masuk ke kita hanya dari BAZ Kalsel karena BAZ adalah satu-satunya badan yang dibentuk pemerintah,” ujar Salman.

Diterangkan Salman, jika angka yang dihimpun BAZ Kalsel hanya sekitar 1 persen dari potensi zakat yang ada maka potensi zakat Kalsel bisa mencapai lebih dari Rp200 miliar. Bahkan BAZ Kalsel pada 2012 lalu pernah memprediksi potensi zakat Kalsel bisa mencapai Rp400 miliar dalam setahun.

“Sampai saat ini kita memang belum melakukan penelitian, tapi saya yakin potensi zakat Kalsel begitu besar,” terangnya.

Selain potensi zakat yang cukup besar, jumlah zakat yang dikeluarkan masyarakat Kalsel menurut Salman dari tahun ke tahun juga meningkat. “Di Kotabaru dana zakat yang dikelola BAZ sudah mencapai Rp200 juta pertahun,” ujar mantan Kepala Kemenag Kotabaru ini memberikan contoh.

Terkait zakat secara umum, Salman menjelaskan zakat adalah salah satu rukun Islam selain salat, puasa, haji. Tetapi zakat ini kewajibannya memenuhi haul dan nizab artinya hanya bagi orang yang mampu. Mampu disini adalah mencapai nizab atau kadar yang ditentukan. Ukurannya seharga 85 gram emas murni.

“Kalau belum mencapai nisab berarti uang yang dikeluarkan namanya sedekah atau infak dan itu bebas kapan saja kalau zakat sekali setahun,” paparnya.

Orang yang berhak menerima zakat disebut mustahik yang terdiri dari fakir, miskin, fisabilillah, mualaf, ibnu sabil (orang yang telantar dalam perjalanan), rikab (budak), gharim (panitia yang terhutang), dan amil (pengurus baznas itu sendiri).

“Zakat bisa diberikan dalam bentuk uang atau sembako bahkan boleh juga zakat uang diproduktifkan dalam bentuk modal usaha,” cetusnya.

Visi zakat sendiri menurut Salman yakni disamping mengurangi jumlah kemiskinan sekaligus mengurangi jarak antara si kaya dan si miskin. Dana zakat bisa digunakan untuk membangun lembaga sosial, klinik, rumah sakit, dan beasiswa.

“Kalau di negara lain zakat sudah luar biasa, kalau bisa kita juga demikian. Dalam waktu tiga tahun yang tadinya mustahik kalau bisa sudah jadi muzaki,” harapnya. Salman berharap, banyaknya potensi zakat bisa terus digali. Oleh karena itu, ia berharap agar Baz Kalsel bisa terus berbenah diri agar semakin dipercaya masyarakat. Pun demikian LAZ milik swasta juga diharapkan terus berinovasi agar potensi zakat bisa digarap. []



Source : Radar Banjarmasin






Potensi Zakat Kalsel Tembus Rp200 Miliar Setahun Potensi Zakat Kalsel Tembus Rp200 Miliar Setahun Reviewed by Banua Syariah on 4:32:00 PM Rating: 5