Kritik PP No.61/2014, Aborsi Bukan Solusi

Muslimah hizbut tahrir Indonesia Yogyakarta
YOGYAKARTA - Sekitar 50 tokoh muslimah DIY, dari kalangan birokrasi, ormas, parpol, muballighah dan kalangan intelektual, berkumpul untuk berdiskusi mengkritisi PP No.61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, Ahad (21/09/2014).

Diskusi yang digelar di Hotel Mawar Asri Yogyakarta itu, merupakan agenda Dialog Tokoh Muslimah DIY dengan tema “Mengkritisi PP No 61 tahun 2014″.

Dikutip dari laman MHTI, Sabtu (18/10/2014), Muslimah Hizbut Tahrir DPD I HTI DIY melaksanakan acara ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ibu dan generasi. Narasumber, Meti Astuti, SEI., MEK dalam paparannya mengkritik PP No. 61 tahun 2014.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan kekeliruan yang besar dengan meng-goal-kan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

Kontroversi timbul karena pasal 31 ayat (2) PP itu mengatur kebolehan aborsi bagi perempuan hamil yang diindikasikan memiliki kedaruratan medis dan atau hamil akibat perkosaan. Aborsi ini dibolehkan dengan alasan dapat menimbulkan trauma psikologis bagi korban.

Senada dengan itu, Wakil Direktur RS Nur Hidayah Bantul, dr. Siti Nur Latifah aroma arus liberalisasi dari PP no.61/2014 tercium sangat kuat. Tak bisa dipungkiri, pengarusan ide Kespro justru akan memberi kemudahan dan kebebasan kaum muda untuk menyalahgunakan hak seksualnya.

“Semua masalah itu tidak muncul secara tiba-tiba. Akan tetapi sudah berlangsung sejak kapitalisme makin berjaya pada masa Orde Baru. Budaya Barat yang bersendikan perilaku bebas menjadi referensi kaum muda Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu Latifah mengajak peserta yang hadir untuk tidak membiarkan generasi muda ini terbelenggu dengan paham-paham liberal yang menyesatkan. Jika kita hanya berdiam diri maka tidak mustahil bangsa ini akan menuai kerusakannya.

“Maka dalam forum ini MHTI mengajak para tokoh muslimah DIY untuk turut berperan aktif dalam mensosialisasikan bahaya UU no.61/2014 ke tengah-tengah masyarakat dan bergabung bersama dalam perjuangan Islam,” tandasnya. [*]
Kritik PP No.61/2014, Aborsi Bukan Solusi Kritik PP No.61/2014, Aborsi Bukan Solusi Reviewed by Banua Syariah on 8:12:00 PM Rating: 5