Dihadapan Pimpinan DPRD, HTI Kalsel Sebut Kenaikan Harga BBM adalah Agenda Asing

Humas HTI Kalsel, Hidayatul Akbar, kepada wartawan, seusai melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (21/11/2014), berpendapat kebijakan kenaikan harga BBM merupakan agenda asing. Sebab sejatinya, kenaikan harga BBM hanya untuk menyempurnakan liberalisasi migas di sektor hilir (distribusi dan niaga). Setelah sebelumnya, asing juga telah menguasai migas di sektor hulu (eksplorasi dan eksploitasi).
BANJARMASIN - Humas HTI Kalsel, Hidayatul Akbar, kepada wartawan, seusai melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (21/11/2014), berpendapat kebijakan kenaikan harga BBM merupakan agenda asing. Sebab sejatinya, kenaikan harga BBM hanya untuk menyempurnakan liberalisasi migas di sektor hilir (distribusi dan niaga). Setelah sebelumnya, asing juga telah menguasai migas di sektor hulu (eksplorasi dan eksploitasi).

Hal ini sejalan dengan pernyataan Rodrigo A. Chavez, Direktur World Bank untuk Indonesia mengatakan bahwa Bank Dunia ingin agar pemerintah Indonesia yang baru, dapat mengurangi subsidi BBM.

"Ini menegaskan kepada rakyat Indonesia, bahwa rezim Jokowi-JK, pro asing, bukan pro wong cilik!," katanya.

Oeh karena itu, Hidayatul Akbar menegaskan Hizbut Tahrir Indonesia menolak kenaikan harga BBM, karena kebijakan tersebut dinilai kebijakan neolib yang menyengsarakan rakyat. Selain itu, bertentangan dengan syariat Islam, karena menyerahkan sumber daya alam milik rakyat kepada penjajah asing.

"Kami menuntut pemerintah untuk mengelola sumber daya alam sesuai dengan sistem ekonomi Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel dari fraksi PPP, Asbullah, yang didampingi Ketua DPRD Kalsel dari fraksi Golkar, Noormiliyani, menyambut baik dan mendukung semua aspirasi ormas, mahasiswa dan masyarakat umum yang masuk ke DPRD Kalsel terkait dengan kenaikan harga BBM ini.

Pihaknya sebagai fasilitator akan menyampaikan aspirasi tersebut ke DPR RI maupun pemerintah pusat.

Kedatangan HTI Kalsel ke DPRD Kalsel bertujuan untuk audiensi dan menyerahkan petisi yang berisi 700 lebih tanda tangan mahasiswa di Kalsel menolak kenaikan harga BBM, Resolusi Mahasiswa untuk Rezim Jokowi-JK dan MPR/DPR.

Bersamaan dengan audiensi, di depan kantor DPRD kalsel, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa HTI Kalsel, menggelar aksi unjuk rasa dengan tema yang sama yaitu menolak kenaikan harga BBM.

Salah seorang orator dalam aksi tersebut, Muhammad Junaidi mengatakan Hizbut Tahrir tidak akan pernah lelah untuk menyuarakan kebenaran, khususnya, aspirasi masyarakat yang sebagian besar sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM mulai 18 November lalu. Rencananya, HTI Kalsel akan menggelar aksi menolak kenaikan BBM ini pada hari Sabtu, 22 november 2014 dan puncaknya hari Minggu, 23 november 2014.  



Penulis : Dini / Tim Media MHTI Kalsel 
Editor : Abu Rafif

 

Dihadapan Pimpinan DPRD, HTI Kalsel Sebut Kenaikan Harga BBM adalah Agenda Asing Dihadapan Pimpinan DPRD, HTI Kalsel Sebut Kenaikan Harga BBM adalah Agenda Asing Reviewed by Banua Syariah on 6:56:00 PM Rating: 5