Harga BBM Naik Rakyat Tambah Melarat

Baru-baru ini terdengar kabar pemerintahan Jokowi-JK sepertinya sudah bertekad bulat akan menaikkan harga BBM kemungkinan pada kisaran Rp 8.500,-. Alasan utamanya adalah untuk mengurangi beban subsidi yang dikatakan sudah sangat besar.
 Oleh Misliani Agustina, SP*

Baru-baru ini terdengar kabar pemerintahan Jokowi-JK sepertinya sudah bertekad bulat akan menaikkan harga BBM kemungkinan pada kisaran Rp 8.500,-. Alasan utamanya adalah untuk mengurangi beban subsidi yang dikatakan sudah sangat besar. 


APBN-P 2014 memang menyebutkan untuk subsidi BBM Rp 246,5 triliun. Pemerintah menilai angka subsidi itu harus dikurangi, mengingat besarnya subsidi telah mengurangi pembiayaan kebutuhan lain yang dianggap penting, misalnya untuk infrastruktur 2014 yang hanya sekitar Rp 200 triliun atau untuk sektor kesehatan yang hanya Rp 70 triliun. 

Menurut pemerintah dengan menaikkan harga BBM menjadi Rp 8.500,-/liter akan dihemat APBN sebesar Rp 100 triliun. Pertanyaannya, apakah sedemikian gentingnya kondisi APBN kita sehingga subsidi harus segera dikurangi mengingat selama ini APBN tidak juga terserap semua bahkan tahun 2013 masih ada sisa anggaran lebih dari Rp 20 triliun yang bisa digunakan untuk tambahan subsidi BBM.

Jauh sebelum kabar harga BBM akan dinaikkan, kebutuhan harga barang pokok sudah mulai meningkat. Hal ini membuat rakyat kesulitan untuk membeli dan mengatur keuangan rumah tangga mereka. Belum lagi untuk biaya pendidikan, kesehatan dan lainnya. Apalagi dengan naiknya harga BBM, maka tentu harga barang-barang pokok akan semakin melambung tinggi. 


Bukan saja barang kebutuhan pokok tapi barang-barang pendukung lainnya juga akan ikut naik. Di samping itu biaya transportasi juga akan naik, sehingga adany memicu kenaikan harga barang. Rakyat yang sudah terkategori miskin akan bertambah kemiskinannya dan yang terkategori berkecukupan akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini bukanlah menambah kesejahteraan kepada rakyat, tetapi semakin menambah kesengsaraan dan penderitaan terhadap rakyat.

Itulah kebijakan dan aturan yang terlahir dari manusia yang sebagian besar hanya menguntungkan sebagian besar orang saja di negeri ini. Bukan kesejahteraan yang didapatkan, tetapi kesengsaraan dan penderitaan yang didapatkan rakyat. 


Melihat kondisi yang demikian, tidak maukah kita diatur oleh sistem aturan yang benar-benar mampu memberikan kesejahteraan dan rakyat didalamnya juga mendapat keberkahan yaitu sistem aturan yang berasal dari Allah SWT dan Rasul-Nya, yang jelas terbukti mampu memberikan kesejahteraan dan keberkahan kepada seluruh umat. Wallahu’alam bishawab.

(*Staf Pendidik TK Insan Hasana Banjarbaru, Kalsel)
Harga BBM Naik Rakyat Tambah Melarat Harga BBM Naik Rakyat Tambah Melarat Reviewed by Banua Syariah on 7:41:00 PM Rating: 5