HTI : Menaikan BBM, Bukti Jokowi Antek Asing

BANJARBARU – Kebijakan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla menaikan harga BBM sebesar Rp2.000 per liter dinilai massa Hizbut Tahrir Indonesia Kota Banjarbaru sebagai kebijakan pro asing. Ratusan massa dalam aksi simpatik yang digelar di taman Van Der Pijl Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (18/11/2014) tetap menolak kebijakan yang dianggap zalim dan khianat tersebut.

“Kita sudah digadaikan oleh penguasa. Penguasa negeri ini telah mengabaikan tuntutan rakyatnya. Sungguh ini kebijakan dzalim, bohong, dan khianat,” teriak salah seorang orator, Ustadz Ali Imran dalam aksi sore tadi.

Penguasa terang Ali, telah membohongi rakyatnya. Sebelum menjadi presiden katanya, ia sempat berjanji tidak akan menaikan BBM. Namun buktinya, belum genap sebulan memerintah, Jokowi memutuskan menaikan harga BBM.

“Wahai kaum muslimin, Rosulullah telah mengabarkan kondisi ini jauh-jauh hari bahwa akan ada satu masa seorang pemimpin yang suka membohongi rakyatnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ustadz Pujo Nugroho dalam orasinya menyatakan kebijakan menaikan harga BBM atau memangkas subsidi BBM ini adalah oleh-oleh Presiden Jokowi sepulang dari APEC. Kebijakan ini nampak sebagai kebijakan pro asing, sebab dalam pidato APEC, Jokowi sempat melaporkan dihadapan para pemimpin dunia untuk memangkas subsidi BBM.

“Ini aneh, saat harga minyak dunia turun, pemerintah justru menaikan harga BBM. Malaysia saja mau menurunkan harga BBM, karena minyak dunia ini turun. Ada apa dengan Indonesia ? kalau bukan ini pesanan asing,” ujarnya.

Kebijakan ini terang Pujo tak lepas dari upaya liberalisasi sektor Migas oleh pemerintah dibantu Asing sejak 1998 dengan meneken LOI IMF. Caranya kata dia, dengan merevisi UU Migas Indonesia agar melepas harga BBM pada mekanisme pasar.

Pada 2000, AS melalui USAID memberikan pinjaman untuk memulai proses liberalisasi sektor Migas itu. Salah satu yang digarap USAID dalam rangka liberalisasi ini katanya, adalah menyiapkan draft UU yang baru. “Coba bayangkan, AS yang membuatkan draft UU Migas Indonesia. Harga diri bangsa ini dimana ?,” ujarnya. 


Karenanya, HTImenuntut pemerintah agar mengelola Migas dan negara ini dengan Islam. Sebab hanya Islam lah yang mampu mensejahterakan rakyat. Mengelola SDA untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan kapitalis.  [*]


Penulis : Berry Abdillah
Editor : Abu Rafif
HTI : Menaikan BBM, Bukti Jokowi Antek Asing HTI : Menaikan BBM, Bukti Jokowi Antek Asing Reviewed by Banua Syariah on 8:59:00 PM Rating: 5