HTI Tabalong Seru Warga Tolak Kenaikan Harga BBM

Aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga dilakukan di masyarakat pelosok utara Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tabalong. Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Tabalong menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, Senin sore (10/11/2013).
TANJUNG - Aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga dilakukan di masyarakat pelosok utara Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tabalong. Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Tabalong menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, Senin sore (10/11/2013).

Dengan melintangkan spanduk sepanjang empat meter ke jalan raya protokol diatas zebra cross, pusat kota Tabalong. Yaitu di Jalan PHM Noor, mereka mengajak masyarakat lainnya untuk menolak kebijakan pemerintah pusat yang kini dipimpin Presiden Joko Widodo.

Dalam spanduk itu bertuliskan tolak kenaikan BBM, naikan BBM merupakan kebijakan bohong, dzolim dan khianat. Tulis itu pun diperkuat dengan penjelasan rilis yang dibagikan ke para pengguna kendaraan yang berhenti di tengah jalan raya, lantaran lampu trafficlight menyala merah.

Atas apa yang dilakukan para aktivis HTI, para pengendara yang berhenti pun memberikan apresiasi positif. Mereka menerima rilis dan mengnyampaikan dukungannya dengan menyatakan apa yang dilakukan HTI benar.

"Benar ini, tolak saja kenaikan BBM," kata seorang pengendara, sambil menerima rilis bertuliskan pernyataan HTI tolak kenaikan harga BBM, tolak liberalisasi Migas.

Perwakilan HTI Kabupaten Tabalong, Rapie, menjelaskan, kenaikan BBM dengan kisaran Rp8.500 perliter itu untuk mengurangi beban subsidi yang sudah sangat besar pada APBN.

"Menurut pemerintah dengan menaikan BBM menjadi Rp8.500 akan hemat APBN sebesar Rp100triliun. Pertanyaannya apakah sedemikian genting kondisi APBN sehingga subsidi harus segera dikurangi mengingat APBN tidak terserap semua. Tahun 2013 saja tersisa Rp20 Triliun. Jadi sisa APBN itu bisa untuk menutupi subsidi BBM, meski ditambahkan sebagiannya," katanya.

Ditegaskannya, dengan begitu kebijakan kenaikan BBM ini harus ditolak. Pertama itu kebijakan dzolim yang menyengsarakan rakyat, karena penghematan tidak sebanding dengan penderitaan rakyat.

"Berdasarkan sensus ekonomi nasional 2010 penggunaan BBM 65 persen adalah rakyat kelas bawah dan miskin," pungkasnya, sambil menjelaskan sebuah hadist riwayat Ahmad dan Muslim. Ya Allah, barang siapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkan dia. Dan barang siapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka perlakukanlah dia dengan baik.

Ia juga menjelaskan, kebijakan itu adalah khianat, dikarenakan kebijakan itu untuk menyukseskan liberalisasi sektor hilir Migas. Baik sektor niaga dan distribusi. Setelah sebelumnya sektor hulu, ekplorasi dan ekploitasi sudah dilakukan.

"Maka itu, HTI menyatakan menolak rencana kenaikan BBM. Kebijakan ini bertentangan dengan syariat Islam, yang menjelaskan kekayaan alam milik umum yang harus dikelola pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. Mengingatkan pemerintah menaikan BBM ditengah kesulitan hidup masyarakat mendorong timbulnya gejolak sosial puluhan juta rakyat," tegasnya.  [*]



Penulis : Ibnu
Editor : Abu Rafif
HTI Tabalong Seru Warga Tolak Kenaikan Harga BBM HTI Tabalong Seru Warga Tolak Kenaikan Harga BBM Reviewed by Banua Syariah on 7:17:00 PM Rating: 5