Petani, PKL, Hingga Ekonom Kalsel Kompak Tolak Kenaikan Harga BBM

Ratusan Petani, pedagang kaki lima (PKL), ekonom hingga ulama Banjarmasin menolak kebijakan dzalim pemerintahan rezim Jokowi menaikan harga BBM.  Massa yang tergabung dalam aksi Hizbut Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan menolak kenaikan BBM dan Liberalisasi Migas ini, digelar di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kota Banjarmasin, Senin sore (10/11/2014).
BANJARMASIN - Ratusan Petani, pedagang kaki lima (PKL), ekonom hingga ulama Banjarmasin menolak kebijakan dzalim pemerintahan rezim Jokowi menaikan harga BBM.

Massa yang tergabung dalam aksi Hizbut Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan menolak kenaikan BBM dan Liberalisasi Migas ini, digelar di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kota Banjarmasin, Senin sore (10/11/2014).

Dalam aksi damai protes kenaikan harga BBM ini, massa tampil cukup unik. Selain membentangkan spanduk dan poster menolak kebijakan tersebut, massa juga membawa peralatan memasak dan jeriken sambil mengenakan busana ala petani, PKL, pelajar hingga profesional.

Dalam aksinya tersebut, massa ingin menunjukan bahwa dampak kenaikan BBM tak hanya berdampak bagi sebagian masyarakat saja, namun juga akan dirasakan besar oleh seluruh rakyat, mulai dari petani, PKL, pelajar hingga ulama.

Humas DPD I HTI Kalsel, Ustadz Hidayatul Akbar dalam pernyataan resminya menyatakan menolak rencana kenaikan harga BBM karena ini adalah kebijakan dzalim yang akan menyengsarakan rakyat.

Menaikkan harga BMM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan BBM merupakan kebijakan yang bertentangan syariat Islam. Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat.

"Oleh karena itu, kebijakan kapitalistik, yang menyengsarakan rakyat itu harus segera dihentikan,"ujarnya.

Sebagai gantinya tegas Hidayatul Akbar Migas dan SDA lain dikelola sesuai dengan tuntutan syariah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat, baik muslim dan maupun non muslim. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Untuk itu perjuangan harus dilipat gandakan agar cita-cita mulia itu benar-benar dapat diwujudkan.

"Hizbut Tahrir mengingatkan pemerintah bahwa menaikkan harga BBM di tengah kesulitan hidup seperti sekarang ini bisa mendorong timbulnya gejolak sosial akibat tekanan ekonomi yang tak tertahankan oleh puluhan juta rakyat miskin," pungkasnya. [*]



Penulis : Berry Abdillah & Syadzuli
Editor : Abu Rafif 
Petani, PKL, Hingga Ekonom Kalsel Kompak Tolak Kenaikan Harga BBM Petani, PKL, Hingga Ekonom Kalsel Kompak Tolak Kenaikan Harga BBM Reviewed by Banua Syariah on 7:26:00 PM Rating: 5