Tolak Kenaikan Harga BBM, HTI Bilang "Kami Sayang Pemerintah, Sadarlah Kita Dijajah Asing"

Aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di Kota Banjarbaru, Minggu (23/11). Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Banjarbaru kembali melakukan aksi damai di depan Taman Van Der Pijl di Jalan A Yani KM 34 Banjarbaru. BANJARBARU – Aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di Kota Banjarbaru, Minggu (23/11). Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Banjarbaru kembali melakukan aksi damai di depan Taman Van Der Pijl di Jalan A Yani KM 34 Banjarbaru.

Ketua DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Banjarbaru Ustad Muhammad Natsir mengatakan, aksi ini merupakan kali kedua dilakukan HTI Kota Banjarbaru dalam sepekan minggu terakhir ini. Selain menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM, HTI juga mempunyai tujuan yang berbeda. Selain itu mereka juga membawa lebih banyak massa dari aksi sebelumnya.

“Kalau yang kemarin kita hanya menyampaikan saja ketidak setujuan kita. Aksi kita kali ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, bersama-sama memahami dampak apa yang akan disebabkan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah ini,” ucapnya.

Selain itu mereka mengajak semua kalangan masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, Intelektual, terutama Ulama khususnya di Kota Banjarbaru, untuk berperan aktif meyakinkan masyarakat agar paham dan menolak sistem Ekonomi Liberal dan Kapitalis dalam bingkai Demokrasi. Dia menambahkan dalam aksi tersebut HTI tidak membenci dan memerangi Pemerintah Indonesia, tetapi memerangi system ekonomi liberal.

“Sadarlah kaum muslimin, sadarlah kaum intelek, sadarlah masyarakat Indonesia, kita dijajah oleh Negara Asing. Sadarlah Pemerintah Indonesia bahwa kebijakan kalian akan berdampak kapada rakyat, dan kebijakan kalian akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Ini bukti kami sayang kepada Pemerintah, kebijakan yang diambil seharusnya kebijakan yang memihak kepada rakyat, bukan kebijakan yang menyengsarakan rakyat,” ujarnya saat berorasi dihadapan ratusan massa dan ribuan pengguna jalan yang melintas.

Senada dengan itu, Aktivis DPD I HTI Kalsel, Ustadz Pujo Nugroho mengatakan, walaupun BBM sudah naik mereka tetap melakukan aksi penolakan. Karena kebijakan tersebut dzalim dan menghianati rakyat.

“Kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan bahan pokok lainnya, ini akan menambah pengeluaran rakyat. Karena yang banyak menggunakan BBM bersubsidi adalah rakyat kecil. Tolak kenaikan BBM karena tidak memihak rakyat, tetapi memihak Negara Asing,” ucapnya.

Dia menambahkan Pemerintahlah yang seharusnya direvolusi mental, agar mampu berfikir mencari solusi baru untuk menambah APBN, agar tidak lagi menyengsarakan rakyat Indonesia.

Aksi damai menolak kebijakan kenaikan harga BBM oleh DPD II HTI Kota Banjarbaru itu juga diwarnai isak tangis saat sejumlah pelajar menggelar aksi teatrikal. Salah seorang pemeran teatrikal, Yoga bahkan sempat menangis diakhir aksinya.

Aksi teatrikal yang diperankan belasan pelajar HTI ini menggambarkan sulitnya rakyat miskin memperoleh BBM lantaran pemerintah lebih membela pemilik modal besar kapitalis ketimbang rakyatnya.

Demo Aksi damai tersebut juga dikawal Kepolisian Sektor Banjarbaru Kota, dibantu oleh Personil Polres Banjarbaru. Kapolsek Banjarbaru Kota Kompol Pardiya SH mengatakan sudah mendapat laporan dari HTI DPD Kota Banjarbaru, dan Kordinator lapangan aksi demo penolakan kenaikan BBM tersebut. “Ini demo kedua yang dilakuan teman-teman Hizbut Tahrir Indonesia dalam seminggu terakhir. Kita mengawal seluruh jalannya aksi ini, termasuk mengatur ketertiban di jalan raya” ucapnya. [*]


Penulis : Abu Rafif
Editor : Abu Rafif
Tolak Kenaikan Harga BBM, HTI Bilang "Kami Sayang Pemerintah, Sadarlah Kita Dijajah Asing" Tolak Kenaikan Harga BBM, HTI Bilang "Kami Sayang Pemerintah, Sadarlah Kita Dijajah Asing" Reviewed by Banua Syariah on 9:36:00 PM Rating: 5