BUMN Dipimpin Asing, NKRI Semakin Diobral, Lalu Mana NKRI Harga Mati ?

KABAR mengejutkan lagi-lagi dilontarkan rezim Jokowi-JK. Kali ini Menteri BUMN Rini Soemarno mengeluarkan pernyataan yang membuat NKRI semakin diobral, yakni mengizinkan asing memimpin BUMN. Sontak berita ini kian mengerucutkan arah kebijakan pemerintah yang bertolak belakang dengan semboyan kaum nasionalis “NKRI harga mati”.
KABAR mengejutkan lagi-lagi dilontarkan rezim Jokowi-JK. Kali ini Menteri BUMN Rini Soemarno mengeluarkan pernyataan yang membuat NKRI semakin diobral, yakni mengizinkan asing memimpin BUMN. Sontak berita ini kian mengerucutkan arah kebijakan pemerintah yang bertolak belakang dengan semboyan kaum nasionalis “NKRI harga mati”.

Disisi lain, kebijakan mengizinkan asing memimpin BUMN pun secara telanjang sama artinya menyerahkan ekonomi Indonesia kian dijajah negara lain. Apa yang dilakukan kementiaan BUMN Rini Soemarno memang sungguh ironis dan tidak mencerminkan sebuah negara yang berdaulat.


Dikutip laman okezone.com hari ini, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membuka kesempatan bagi kalangan profesional dan kompeten asing untuk bersaing memperebutkan kursi nahkoda di perusahaan-perusahaan besar BUMN.

“Bisa saja CEO asing yang pimpin, tapi saya tetap prioritaskan untuk mendapatkan talent dari dalam. Yang terpenting, mereka bisa bersaing di nasional maupun internasional,” ujarnya.


Bahkan Presiden Joko Widoodo mengaku tidak keberatan. Pernyataan itu disampaikannya melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil. Dia berdalih Indonesia masih minim sekali profesional yang mampu menahkodai perusahaan besar BUMN

Menanggapi hal ini, anggota Lajnah Mashlahiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ishaq mengatakan bahwa rencana tersebut menunjukkan mentalitas bangsa ini adalah mentalitas bangsa terjajah.

“Pemerintah menganggap orang asing selalu lebih hebat dari penduduknya sendiri. Padahal, sangat banyak SDM berkualitas di negeri ini yang justru direkrut oleh perusahaan asing,” ungkapnya seperti dilansir mediaumat.com (17/12/2014).


Hal itu tegasnya, sama dengan kebijakan Presiden yang mengandalkan investasi asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Lalu di mana revolusi mentalnya?.

Sebagaimana yang diketahui, setelah peran BUMN dimarjinalkan dalam kegiatan ekonomi terutama dalam pengelolaan SDA dan penyediaan layanan publik, kini pemerintah hendak menyerahkan penanganan BUMN diserahkan kepada asing.


“Ini bisa berbahaya sebab dapat menjadi pintu bagi negara asing untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan ekonomi Indonesia termasuk memanfaatkan BUMN untuk kepentingan mereka. Sebagai contoh nyata, pemerintahan Tiongkok banyak memanfaatkan warga negara mereka yang bekerja di perusahaan kompetitor sebagai mata-mata untuk mencuri data-data mereka.” Jelas Ishaq.


Ishaq menambahkan, bahwa kebijakan ini menunjukkan bahwa paradigme kapitalisme liberal (pasar barang bebas, jasa, modal, dan tenaga kerja) bercokol sangat kuat pada rezim saat ini.


Ishaq juga menyindir mengapa pemerintah terlihat sangat bergantung kepada asing dalam mengelola BUMN. “Tanpa harus bergantung kepada asing, BUMN bisa maju kok,” ujarnya. [*]


Sumber : okezone/mediaumat

Editor : Abu Rafif
BUMN Dipimpin Asing, NKRI Semakin Diobral, Lalu Mana NKRI Harga Mati ? BUMN Dipimpin Asing, NKRI Semakin Diobral, Lalu Mana NKRI Harga Mati ? Reviewed by Banua Syariah on 9:45:00 AM Rating: 5