Kementrian BUMN Bantah Larangan Pegawainya Pakai Jilbab

JAKARTA - Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Imam A Putro angkat bicara soal kabar Menteri Rini Soemarno melarang pegawainya mengenakan jilbab panjang, berjenggot dan bercelana gantung.
JAKARTA - Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Imam A Putro angkat bicara soal kabar Menteri Rini Soemarno melarang pegawainya mengenakan jilbab panjang, berjenggot dan bercelana gantung.

Menurut Imam, kabar tersebut terlalu berlebihan. Sebab kata Imam saat ini masih banyak pegawainya, khususnya perempuan yang menggunakan hijab.

"Bisa dilihat sendiri kan, banyak pegawai wanita kantorku yang menggunakan baju muslimah," ungkap Imam di kantornya, Jakarta, Kamis (18/12).

Imam menambahkan, kalaupun benar ada larangan itu pasti sudah ada surat edaran resmi dari Kementerian BUMN, yang juga bakal dipublikasikan di website resmi kementerian. "Kalau ada larangan, tentunya mereka pada lepas jilbab, iya nggak? Semua surat edaran kami kan dipublikasikan di portal kami. Semua juga bisa melihat itu," tandasnya.

Sebelumnya, Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi mengatakan, Menteri BUMN Rini Soemarno tidak pernah mencetuskan kebijakan tersebut.


"Saya saja baru dengar hal ini. Ibu (Menteri) juga tidak pernah bicara seperti itu. Saya mendampingi beliau setiap hari," ujarnya seperti dikutip laman okezone, Rabu (17/12/2014).

Menurutnya, segala persyaratan untuk menjadi pegawai di Kementerian BUMN diatur oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB). [*]




Sumber : jpnn/okezone
Editor : Abu Rafif

Kementrian BUMN Bantah Larangan Pegawainya Pakai Jilbab Kementrian BUMN Bantah Larangan Pegawainya Pakai Jilbab Reviewed by Banua Syariah on 2:23:00 PM Rating: 5