Harga BBM 2015 Turun Tapi Subsidi Dicabut, Pemerintah "Berhasil" Menyempurnakan Liberalisasi

BANJARBARU - Kebijakan rezim Jokowi-JK diawal tahun 2015 dengan menurunkan harga sekaligus mencabut subsidi BBM dinilai aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Selatan sebagai "keberhasilan" pemerintah menyempurnakan liberalisasi sektor Migas.  Pengurus DPD I HTi Kasel, Ustadz Pujo Nugroho kepada banuasyariah.com Jumat (2/1/2015) malam mengatakan pencabutan subsidi menunjukkan telah semakin sempurnanya liberalisasi tata kelola dan tata niaga minyak di Indonesia.
BANUASYARIAH.COM, BANJARBARU - Kebijakan rezim Jokowi-JK diawal tahun 2015 dengan menurunkan harga sekaligus mencabut subsidi BBM dinilai aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Selatan sebagai "keberhasilan" pemerintah menyempurnakan liberalisasi sektor Migas.  Pengurus DPD I HTi Kasel, Ustadz Pujo Nugroho kepada banuasyariah.com Jumat (2/1/2015) malam mengatakan pencabutan subsidi menunjukkan telah semakin sempurnanya liberalisasi tata kelola dan tata niaga minyak di Indonesia. 

Dicabutnya subsidi untuk premium dan dipakainya skema fixed subsidy (subsidi tetap) untuk solar menurutnya menyebabkan harga BBM sangat tergantung dengan mekanisme pasar. 

"Pemerintah telah mengurangi dan menarik diri dalam melindungi rakyatnya. Padahal menurut konstitusi Indonesia sendiri penyerahan harga kepada mekanisme pasar adalah sesuatu yang dilarang," ungkapnya.


Hal ini ditunjukkan dengan dibatalkannya pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan gas Bumi (Migas) oleh MK. Pasal tersebut mengatur harga migas diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar yang tidak lain adalah mekanisme pasar. 

"Mengapa pasal ini ditolak? Karena sangat terasa muatan liberalnya dan lepasnya tanggung jawab Pemerintah dalam melindungi rakyatnya," tegasnya.


Seperti diketahui Pemerintah telah mengumumkan bahwa subsidi untuk Premium telah dicabut per 1 Januari 2015. Harga Premium terangnya memang turun per tanggal tersebut dikarenakan harga minyak dunia yang memang sedang berada pada titik terendah dalam 5 tahun terakhir. Pemerintah terlihat sangat pandai berlindung di balik harga ini. Harga Premium diturunkan padahal subsidinya dicabut. 

"Namun, tentu kita bertanya. Mengapa harga tanpa subsidi lebih murah dibanding harga ketika masih disubsidi? Ini menggelikan," cetusnya. 


Di saat harga minyak dunia di kisaran $65 – $70  AS per barel Pemerintah menetapkan dua harga yang berbeda. Di akhir tahun lalu Presiden menetapkan harga Rp8.500 per liter dengan subsidi Rp1.500 per liter, tapi mengapa harga sekarang bisa lebih murah menjadi Rp. 7.600 per liter padahal tanpa subsidi? Ini menunjukkan ketidak transparanan berapa harga pokok BBM.

Senada dengan itu, Pengamat Kebijakan Energi, Sofyano Zakaria seperti dilansir jpnn mengatakan menghapus subsidi untuk BBM Premium RON 88 atau BBM RON 92, pada dasarnya melanggar UU Migas. Karena sesuai Keputusan Mahkamah Konstitusi, pemerintah tetap bertanggungjawab atas harga BBM bagi golongan masyarakat tertentu.

Menurut Sofyano, keputusan MK menghapus pasal harga BBM sesuai mekanisme pasar, adalah keputusan final dan mengikat. Artinya, jika pemerintah membuat kebijakan dengan hanya menyubsidi BBM jenis solar dan hanya untuk angkutan umum, maka pemerintah harus terlebih dahulu merevisi UU Migas tersebut.

"Jika ini tidak dilakukan, maka jelas pemerintah dianggap melanggar UU dan berisiko di impeachment. Ini berbahaya bagi pemerintah," katanya.

Sofyano mengatakan, subsidi tetap BBM bisa pula dimaknai publik sebagai jebakan Batman. Artinya dapat menguntungkan pemerintah buat selamanya, tapi berpotensi memberatkan masyarakat dan juga berpotensi membingungkan masyarakat.

Padahal mengacu UU Nomor 22 tahun 2001, tentang Migass, pemerintah kata Sofyano, bisa membuat keputusan menetapkan siapa yang bisa dinyatakan golongan masyarakat tertentu pada UU Migas, yang berhak atas harga BBM yang disubsidi.

"Namun kenyataannya pemerintah sejak masa reformasi hanya mampu berteriak saja bahwa subsidi BBM tidak tepat sasaran," katanya.   [*]



==================
Penulis : ibnu badewi
Editor : abu rafif
Harga BBM 2015 Turun Tapi Subsidi Dicabut, Pemerintah "Berhasil" Menyempurnakan Liberalisasi Harga BBM 2015 Turun Tapi Subsidi Dicabut, Pemerintah "Berhasil" Menyempurnakan Liberalisasi Reviewed by Banua Syariah on 12:20:00 AM Rating: 5