Harga BBM Turun, Sembako Tak Mau Turun

Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 Januari 2015, sampai saat ini belum diikuti harga sembako di pasar. Seperti dilansir jpnn.com, Senin (5/1/2015) seorang pedagang di Pasar Kahayan Palangka Raya Siah, mengaku harga BBM bersubsidi saat ini sudah turun justru berbanding terbalik dengan harga sembako di pasar.
PALANGKA RAYA - Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 Januari 2015, sampai saat ini belum diikuti harga sembako di pasar. Seperti dilansir jpnn.com, Senin (5/1/2015) seorang pedagang di Pasar Kahayan Palangka Raya Siah, mengaku harga BBM bersubsidi saat ini sudah turun justru berbanding terbalik dengan harga sembako di pasar.

Hingga saat ini, kata dia, harga sejumlah komoditas seperti ayam potong masih berkisar Rp 35-36 ribu perkilonya. Begitu juga bawang merah perkilo Rp 22 ribu, bawang putih perkilonya Rp 20 ribu, sedangkan cabai rawit sampai saat ini Rp 130 ribu perkilonya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Desperindagkop) Palangka Raya Sulaksmini mengatakan, keputusan ditetapkan pemerintah pusat menurunkan harga BBM bersubsidi, sampai saat ini belum berpengaruh pada harga sembako di pasar khususnya di Kota Palangka Raya.

Tak hanya di Kalimantan Tengah, di sejumlah pasar tradisional di Kalimantan Selatan pun harga sembako masih tinggi sama seperti pasca kenaikan BBM akhir tahun lalu. Dilansir Radar Banjarmasin, Senin (5/1/2015) data survey Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banjar menyebut harga pokok masih belum mengalami perubahan secara signifikan pasca turunnya harga BBM.

Kepala Disperindag Muhammad Ramlan melalui Pelaksana Kasi Sarana Perdagangan Abdul Rahim Sabtu (3/1) menjelaskan bahwa harga sembako belum mengalami perubahan, karena stok barang yang ada dipedagang masih stok yang lama, jadi harganya masih yang dulu. "Tapi walaupun begitu beberapa sembako juga sudah ada yang turun seperti cabe rawit, cabe merah, cabe kriting dan telur," katanya kepada wartawan.

Lebih lanjut Abdul mengatakan, harga cabe rawit saat ini Rp60 ribu perkilo setelah sebelumnya Rp90 ribu. Sedangkan cabe merah yang sebelumnya Rp40 ribu sekarang turun menjadi Rp30 ribu perkilo, lalu cabe kriting sekarang Rp30 ribu sebelumnya Rp50 ribu perkilo. "Namun turunnya harga cabe ini bukan dipengaruhi oleh turunnya BBM, tapi karena musim hujan yang membuat para petani banyak yang panen," tuturnya.

Beberapa bahan pokok yang juga mengalami penurunan yaitu telur ayam ras dari Rp21 ribu menjadi Rp20 ribu perkilo, lalu ikan gabus segar sebelumnya Rp80 ribu sekarang menjadi Rp65 ribu perkilo. "Ikan asin tanggiri juga turun sebelumnya Rp77 ribu sekarang menjadi Rp70 ribu perkilonya," tutupnya.

Sementara itu seorang pedagang sembako yang berada di Pasar Batuah Martapura Anti, membenarkan bahwa sebagian besar harga sembako yang dia jual masih memakai harga yang lama. "Harga masih seperti yang dulu belum ada yang berubah," katanya.  [*]


===========================
Source : jpnn/radar banjarmasin
Editor : Abu Rafif
Harga BBM Turun, Sembako Tak Mau Turun Harga BBM Turun, Sembako Tak Mau Turun Reviewed by Banua Syariah on 9:04:00 AM Rating: 5