Hukum Mati Penghina Nabi SAW

Aksi pembelaan terhadap penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kabupaten Tabalong. Pembelaan tersebut dilakuan karena terbitnya karikatur penghinaan Nabi SAW yang diterbitkan majalah Charlie Habdo Perancis.
TANJUNG - Aksi pembelaan terhadap penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kabupaten Tabalong. Pembelaan tersebut dilakuan karena terbitnya karikatur penghinaan Nabi SAW yang diterbitkan majalah Charlie Habdo Perancis.

Meski aksi serupa juga telah dilakukan di depan kedutaan Perancis di Jakarta, tapi karena masalah tersebut adalah masalah aqidah (keyakinan) seluruh umat Islam, sudah sepantasnya seluruh warga beragama Islam harus marah dan menuntut majalah itu. Termasuk HTI di Tabalong.

"Pembelaan ini mutlak harus dilakukan karena menyangkut permasalahan aqidah umat Islam," kata Haris, Perwakilan HTI DPD II Kabupaten Tabalong pada kesempatan menggelar aksi di Depan Polres Tabalong, Minggu (25/1).


Baca Juga : HTI Banjarbaru Kutuk Penghina Nabi SAW

Ia menegaskan, munculnya penghinaan ini dilakukan sudah berulang kali oleh negeri barat dan belum pernah diberi tindakan tegas atas mereka. "Penghinaan Nabi ini dianggap sebagai kebebasan berekpresi. Tapi muslimah Perancis yang memakai burdah dilarang," tegasnya.

Dipaparkannya, masalah ini juga dikarenakan tidak adanya khilafah yang dipimpin khalifah. Dimasa kejayaan Islam, kepemimpinan khalifah tidak pernah ada penghinaan seperti ini. Pada akhir abad ke 19 tahun 1890 ketika seorang Prancis ingin menggelar pementasan terhadap Nabi, Khalifah Abdul Hamid mengirimkan surat ke Perancis untuk menghentikannya. Kemudian penghinaan itu dihentikan.

"Berbeda dengan sekarang, meski umat Islam sebanyak 1,6 miliar, tapi tidak bisa menghentikan penghinaan ini," katanya, sambil menegaskan, tegaknya khilafah sesuai janji Allah yang akan segera terlaksana akan menghentikan penghinaan tersebut.

Aksi pembelaan ini sendiri dilakukan HTI Tabalong dengan berorasi menyampaikan seruan kecaman terhadap Negara Perancis, supaya dilakukan penarikan atas semua eksemplar terbitan Charlie Habdo yang menghina Nabi SAW. Selain juga menutup kantor redaksi mereka. Serta, menghukum mati penghina Nabi, kecuali dia masuk Islam.

Selebihnya, meminta pemerintah Indonesia agar menyerukan jihad ke Perancis, dengan begitu tidak terulang ulah penyebab konflik tersebut.

Selain berorasi dan bertakbir, sebanyak ribuan selebaran berisikan rilis Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto dibagikan ke masyarakat Tabalong yang memberhentikan kendaraan karena mengukuti rambu trafik light.

Dalam selebaran itu disampaikan pernyataan, diantaranya, menyerukan kepada umat Islam menolak keras setiap paham atau doktrin yang tidak Islami, seperti hak asasi manusia (HAM), sekulerisme dan liberalisme yang mengatasnamakan kebebasan berekpresi tanpa kendali. [*]


==========
Penulis : Tim
Editor : Abu Rafif
Hukum Mati Penghina Nabi SAW Hukum Mati Penghina Nabi SAW Reviewed by Banua Syariah on 9:00:00 AM Rating: 5