Waduh, April Giliran Listrik Naik, Tarif Rumah Tangga Disamakan dengan Industri

Waduh, beban hidup rakyat di negeri ini bakal kian bertambah. Setelah sebelumnya pemerintah kembali menaikan harga BBM jenis premium, kini setelah tertunda tiga bulan, pemerintahan akhirnya memutuskan menaikkan tarif listrik untuk dua golongan rumah tangga, yakni R1 daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Kebijakan ini mulai berlaku 1 April 2015.
JAKARTA - Waduh, beban hidup rakyat di negeri ini bakal kian bertambah. Setelah sebelumnya pemerintah kembali menaikan harga BBM jenis premium, kini setelah tertunda tiga bulan, pemerintahan akhirnya memutuskan menaikkan tarif listrik untuk dua golongan rumah tangga, yakni R1 daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Kebijakan ini mulai berlaku 1 April 2015.

Rencana ini pernah dijadwalkan diterapkan 1 Januari 2015. Namun ditunda dan baru diterapkan April 2015. "Iya akhir April naik tarif listriknya," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman di Jakarta, Kamis (5/3/2015) seperti dikutip laman jpnn, Sabtu (7/3/2015).

Namun Jarman Nengga membeberkan besaran kenaikan tarif listrik untuk rumah tangga. Dikatakannya, besaran tarif tersebut wewenang PT PLN (Persero). "Masih dalam hitungan angka kenaikannya," jelas dia.

Nantinya kenaikan tarif listrik rumah tangga sama seperti industri, mal, dan lainnya. Tidak ada lagi subsidi.

"Pastinya, bila sudah masuk tarif adjustment, tarif listriknya sudah tidak disubsidi lagi," ungkapnya.

Jarman menjelaskan, kenaikan tarif listrik tergantung tiga hal. "ICP (harga minyak mentah Indonesia/Indonesia Crude Price, Red), dolar dan inflasi. Paling besar kurs dolar, kalau rupiah menguat ICP turun, tarif listrik tidak disubsidi turun," tutup dia.

Sekadar mengingatkan, Per 1 Januari 2015, pemerintah menerapkan skema tarif penyesuaian (adjustment tariff) bagi 10 golongan pelanggan listrik. Dengan skema tersebut, maka tarif listrik mengalami fluktuasi naik atau turun yang tergantung tiga indikator yakni harga minyak, kurs dan inflasi.

Sebagai gambaran, untuk perhitungan tarif listrik periode Maret 2015 menggunakan patokan harga minyak Indonesia pada Januari 2015 sebesar US$ 45,3 per barel. PT PLN (Persero) menetapkan tarif listrik nonsubsidi pada Maret 2015 kembali mengalami penurunan dibandingkan Februari 2015.

“Harga minyak Indonesia pada Januari 2015 adalah sebesar US$ 45,3 per barel, sedangkan Desember 2014 tercatat US$ 59,56 per barel. Selanjutnya, angka inflasi pada Januari 2015 adalah deflasi 0,24 persen dibandingkan sebelumnya inflasi 2,46 persen,” kata Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun di Jakarta (2/3).

Sementara, nilai kurs Januari 2015 mengalami kenaikan menjadi Rp 12.579 per dolar AS dari sebelumnya Rp 12.438 per dolar. Dari angka-angka tersebut ditetapkan tarif listrik pada Maret 2015, tarif listrik nonsubsidi untuk lima golongan pelanggan mengalami penurunan Rp 41,67 per kWh. PLN menetapkan tarif listrik periode Maret 2015 adalah Rp 1.426,58 per kWh, tarif sebelumnya pada Februari 2015 sebesar Rp 1.468,25 per kWh.

Tarif listrik sebesar Rp1.426,85 per kWh tersebut berlaku pada lima golongan pelanggan nonsubsidi yakni rumah tangga menengah R2 dengan daya 3.500-5.500 VA, rumah tangga besar R3 dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah B2 6.600-200.000 VA, kantor pemerintah P1 6.600-200.000 VA, dan penerangan jalan umum P3. [*]
Waduh, April Giliran Listrik Naik, Tarif Rumah Tangga Disamakan dengan Industri Waduh, April Giliran Listrik Naik, Tarif Rumah Tangga Disamakan dengan Industri Reviewed by Banua Syariah on 8:49:00 PM Rating: 5