Neoliberalisasi Menjajah Moral Remaja

TABALONG – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resah terhadap kenakalan remaja saat ini. Pasalnya, neoliberalisme sudah menjajah moral mereka. Parahnya, keresahan itu tidak didukung negara, tetapi malah sebaliknya, karena negara melegalkan neoliberalisasi yang bermakna kebebasan itu.
TABALONG – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resah terhadap kenakalan remaja saat ini. Pasalnya, neoliberalisme sudah menjajah moral mereka. Parahnya, keresahan itu tidak didukung negara, tetapi malah sebaliknya, karena negara melegalkan neoliberalisasi yang bermakna kebebasan itu.

Upaya menuntaskan masalah ini, HTI memberi solusi mengganti sistem demokrasi dengan menerakan syariah Islam dalam sistem negara khilafah. Supaya masyarakat mengetahui solusi ini, Halqah Islam dan Peradapan (HIP) bertema neoliberalisasi menjajah mora remaja kita digelar. 

Tepatnya Minggu (3/5) kemarin di Gedung Djuang Tanjung, Tabalong HIP dilaksanakan. Ratusan masyarakat setempat hadir menjadi pesertanya. Ustad Iwan Januar, Pengurus DPP HTI dan Ruspiannor, Praktisi Pendidikan yang memaparkan semua hal itu. Mulai dari kerusakan sampai solusi yang harus dilakukan.

Dalam paparannya, Ruspiannor yang juga selaku guru Aliyah, menyampaikan kondisi moral remaja, khususnya di Tabalong sangat mengkuatirkan. Tidak hanya sekedar masalah pencurian, narkoba, tapi seks bebas menjadi bagiannya.

“Masalah seks bebas di Tabalong sangat meresahkan. Saya pernah menemui, seorang yang berzina dan meninggalkan anak hasil zinanya ke orang tuanya untuk pergi kuliah ke Banjarmasin. Ketika wanita pezina itu pulang, ternyata anak tadi bukan dibilang mama, tapi kakak. Sedangkan kakek dan neneknya dipanggil ayah dan mama,” katanya, memberi contoh.

Dari cerita itu, dia memberi gambaran, orang tua seharusnya memberi batasan pergaulan anak, malah mendukung anak berzina. Baik statusnya sebagai tokoh agama, maupun masyarakat awam, selama ia adalah muslim. “Anaknya kiai juga ada yang berzina. Malah berzinanya menghamili anak sekitar pesantren,” tegasnya.

Ustad Iwan pun menambahkan paparannya terkait masalah ini. Ia menegaskan dengan data-data dari berbagai media masa, yang menyebutkan 90 persen lebih remaja Indonesia sudah menonton porno, dan bergaul bebas. 

Ia berpesan, sebaiknya para orang tua harus waspada dan menanyakan kepada anaknya ketika datang bawa barang-barang yang bagus. Seperti sepatu bagus. Karena bisa saja, anak itu baik di rumah, tapi ternyata tidak baik di luar rumah, karena bergaul dengan temannya.

“Khalifah Umar pernah berkata , didiklah anak-anakmu dijaman mereka, karena mereka hidup tidak dijaman kalian,” tegasnya. Tentunya, semua harus terkait Islam.

Itu baru solusi yang diberikan pada tingkat keluarga. Sedangkan tingkat negara, ia menyebutkan, kepala negara adalah penjaga semua urusan sosial, yang berujung pada moral remaja. Sebab, menurutnya, kenakalan remaja saat ini bukan lagi disebut nakal, tapi sudah masuk ranah kriminalitas. 

“Masalahnya, jika dilaporkan ke polisi, polisinya mengatakan ini bukan masalah kriminal, karena undang-undang melegalkan. Jadi silahkan laporkan ke DPRD yang buat undang-undang. Tapi ketika dilaporkan ke DPRD mereka mengatakan, ini salah rakyat kenapa memilih saya. Jadi salah rakyat,” tegasnya.

Dengan begitu, masalah remaja adalah masalah sistem negara. Untuk itu menyelesaikannya harus dengan mengubah sistem negara menjadi sistem syariah Islam yang disebut Khilafah. 

Atas semua penjelasan tersebut, warga Tabalong pun antusias mendengarkan dan bertanya terkait semua yang dijelaskan. (HTI  Tabalong)


TABALONG – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resah terhadap kenakalan remaja saat ini. Pasalnya, neoliberalisme sudah menjajah moral mereka. Parahnya, keresahan itu tidak didukung negara, tetapi malah sebaliknya, karena negara melegalkan neoliberalisasi yang bermakna kebebasan itu.


TABALONG – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resah terhadap kenakalan remaja saat ini. Pasalnya, neoliberalisme sudah menjajah moral mereka. Parahnya, keresahan itu tidak didukung negara, tetapi malah sebaliknya, karena negara melegalkan neoliberalisasi yang bermakna kebebasan itu.

Neoliberalisasi Menjajah Moral Remaja Neoliberalisasi Menjajah Moral Remaja Reviewed by Banua Syariah on 1:08:00 PM Rating: 5