'Kambing Hitam' Terpuruknya Ekonomi Indonesia, Ini Loh Solusinya [Bukan Kambing Hitam]

BANUA SYARIAH - Memburuknya ekonomi Indonesia ditandai lemahnya nilai rupiah atas dolar AS menjadi bulan-bulanan di media sosial. Betapa tidak, banyaknya dalih untuk menutupi ketidakberdayaan pemerintah mengatasi terpuruknya ekonomi Indonesia pun jadi pembahasan menarik.   Netizen pun sempat membuat grafis "Daftar Kambing Hitam Terpuruknya Ekonomi Indonesia." dengan mencantumkan link-link berita atas statemen Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang dimuat media mainstream.  Berikut berita dan statement "Kambing Hitam" [Sekali lagi bukan hewan Qurban] Pemerintahan Jokowi tentang melemahnya rupiah dan kondisi ekonomi Indonesia yang ditulis media.
GRAFIS daftar 'kambing hitam' terpuruknya ekonomi Indonesia  | net
BANUA SYARIAH - Memburuknya ekonomi Indonesia ditandai lemahnya nilai rupiah atas dolar AS menjadi bulan-bulanan di media sosial. Betapa tidak, banyaknya dalih untuk menutupi ketidakberdayaan pemerintah mengatasi terpuruknya ekonomi Indonesia pun jadi pembahasan menarik.

Netizen pun sempat membuat grafis "Daftar Kambing Hitam Terpuruknya Ekonomi Indonesia." dengan mencantumkan link-link berita atas statemen Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang dimuat media mainstream.

Berikut berita dan statement "Kambing Hitam" [Sekali lagi bukan hewan Qurban] Pemerintahan Jokowi tentang melemahnya rupiah dan kondisi ekonomi Indonesia yang ditulis media.



1. Rupiah Kian Terpuruk, Jokowi Salahkan Situasi Politik

Berita ini diposting rakyat merdeka online grup rmolsumsel.com pada Rabu, 08 Oktober 2014 , 16:43:00 WIB.

Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan penyebab menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terjadi karena kondisi politik Indonesia yang terjadi saat ini.

Menurutnya, pasar merespon negatif hasil pergolakan politik yang tengah terjadi di Indonesia. Termasuk diantaranya pertarungan pemilihan pimpinan MPR RI dan DPR RI. Pimpinan dua lembaga negara tersebut diduduki oleh Koalisi Merah Putih (KMP).

"Memang saya sampaikan sinyal yang ditangkap pasar direspons itu negatif," ujarnya saat menghadiri acara JIExpo di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10).

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Pagi ini rupiah dibuka di level Rp 12.213 per dolar AS. Kurs tengah Bank Indonesia bahkan hanya berada di posisi Rp 12.241 per dolar AS. Padahal di periode 7 Oktober lalu masih berada di level Rp 12.190.

Agar rupiah tidak melemah dari waktu ke waktu, Jokowi mengimbau para politisi membuat kebijakan yang bisa mengembalikan kepercayaan pasar kembali. Salah satunya dengan menjaga tingkah laku dalam memutuskan sebuah kebijakan besar.

"Oleh sebab itu saya pesan kepada politisi-politisi, elit-elit politik, pesan setiap tingkah laku kita, setiap kebijakan dan produk-produk birokrasi kita dilihat pasar, dilihat rakyat," pungkasnya.

2. Rupiah Melemah, Salahkan SBY, Pemerintah Lepas Tangan?

Diposting inilah.com pada Kamis, 18 Desember 2014 | 14:30 WIB. Berikut beritanya :
Rupiah melemah hingga hampir menembus Rp13.000 per dolar AS. Pemerintahan Joko Widodo menyalahkan kebijakan ekonomi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi sikap ini dianggap lepas tangan.

SBY melalui akun twitter pribadinya, juga angkat bicara soal pemerintahannya selama 10 tahun disalahkan, akibat anjolknya nilai tukar rupiah ini.Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar menilai, tak semestinya Pemerintah Jokowi bersikap seperti itu.
Rakyat akan melihat, pemerintah memang tak mampu memimpin dan memperbaiki keadaan. Lanjut Idil, rakyat akan menilai pemerintah tidak mampu bekerja dan hanya menjaga citra semata.

"Semestinya pemerintah Jokowi-JK dengan kedudukannya tersebut harus mampu menjaga wibawanya agar tak terkesan lepas tangan," ujar Idil kepada INILAHCOM, Kamis (18/12/2014).

Dia menjelaskan, sikap pemerintah Jokowi-JK yang menyalahkan SBY ini juga tak didukung oleh bukti yang konkrit. Dengan begitu, cara paling aman agar tidak dituduh bersalah adalah mencari kambing hitam.

"Toh lebih baik akui saja jika memang ada kekeliruan atau kesalahan dalam penanganan persoalan ekonomi Indonesia sehingga membuat rupiah makin melemah terhadap dolar. Lalu, sertakan solusi yang akan diambil sebagai langkah strategis mengatasinya," jelasnya.

Dengan begitu, sebagai pemimpin, pemerintah Jokowi-JK, siapa pun itu jangan lagi menyalah-nyalahkan orang lain atas sebuah kebijakan yang terjadi di zaman rezimnya.

3. Rupiah Kembali Tersungkur, Pemerintah Salahkan Politik Yunani

Diposting CNN Indonesia, Rabu, 07/01/2015 14:13 WIB

Bank Indonesia (BI) mematok kurs tengah rupiah di level Rp 12.732 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (7/1), naik 0,58 persen dari hari sebelumnya. Pemerintah kemudian menuding faktor situasi politik di Yunani sebagai penyebab pelemahan rupiah.

“Jadi ada persoalan faktor eksternal atau internasional, terutama kemarin gara-gara Yunani itu. Hal itu membuat investor khawatir karena berimbas ke ekonomi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Rabu (7/1).

Dia menjelaskan, memanasnya situasi politik di Yunani terkait pemilu dinilai dapat mengganggu restrukturisasi ekonomi Uni Eropa. Apalagi, dalam beberapa hari terakhir terdapat kabar stimulus dari bank sentral Eropa.

Sementara itu Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan situasi politik dan ekonomi Eropa memang sangat berpengaruh terhadap ekonomi dunia saat ini. Apalagi, ekonomi AS sedang membaik.

“Ya itu sudah gejala global. Dolar AS sudah menguat, dan semuanya terkena imbas. Terkait berapa lama, ya selama masalah di Eropa tersebut masih terjadi,” ujarnya.

Di sisi lain, analis PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan rupiah perlu mencatatkan level penutupan harian di atas Rp 12.930 untuk bisa dikatakan melanjutkan momentum pelemahan.

“Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS cukup membebani kinerja rupiah di awal sesi perdagangan,” kata Zulfirman.

Dolar AS menguat seiring merebaknya kewaspadaan menjelang publikasi hasil rapat bank sentral AS (The Fed) pada Kamis dini hari yang dapat menegaskan ekspektasi prospek kenaikan suku bunga AS pada 2015.

“Tangguhnya kinerja dolar AS juga terbantu oleh pelemahan euro seiring merebaknya ekspektasi bahwa bank sentral Eropa akan segera meluncurkan kebijakan stimulus,” ujarnya.

Menurutnya investor juga khawatir dengan outlook perekonomian Indonesia setelah data di akhir pekan silam menegaskan berlanjutnya perlambatan ekonomi di kuartal terakhir 2014. Indeks manufaktur (versi HSBC) Indonesia turun dari level 48,0 ke 47,6 untuk bulan Desember.

Sementara inflasi tahunan naik dari 6,23 persen menjadi 8,36 persen untuk bulan terakhir 2014. Indonesia kembali mencatatkan defisit neraca perdagangan US$ 420 juta di November seiring ekspor tahunan jatuh 14,57 persen pada bulan tersebut.
“Sentimen pelemahan rupiah masih terjaga. Mata uang Garuda tersebut mungkin akan diperdagangkan di kisaran Rp 12.640 hingga Rp 12.750 untuk hari ini,” kata Zulfirman.CNN Indonesia mencatat sejak awal tahun, kurs tengah telah melemah 2,07 persen dari Rp 12.474 pada 2 Januari 2015.

4. Rupiah Tembus Level 13.000, Menkeu Salahkan Tiongkok

Diposting Kompas.com pada Senin, 2 Maret 2015 | 13:46 WIB


Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah pada awal pekan ini, Senin (2/3/2015) akibat proyeksi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Hal ini dinilainya berdampak terhadap nilai mata uang negara-negara yang berkaitan dengan Tiongkok, termasuk Indonesia.

"Memang kondisi hari ini ada proyeksi yang negatif terhadap pertumbuhan China, jadi mata uang negara-negara yang punya kaitan dengan China yang besar termasuk Indonesia ya melemah," kata Bambang di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (2/3/2015).

Dengan kondisi seperti ini, Bambang menduga Bank Indonesia akan melakukan intervensi pasar jika memang diperlukan. Pada awal perdagangan di pasar spot, Senin (2/3/2015), nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level 13.000 Berdasarkan dataBloomberg, mata uang Garuda ini dibuka melemah ke posisi Rp 12.976 per dollar AS, dibanding penutupan akhir pekan lalu pada 12.932. Pada pukul 08.51, rupiah bahkan menyentuh posisi 13.000.

Naiknya indeks dollar AS diperkirakan kembali menggoyang posisi mata uang garuda. Indeks dollar AS masih menguat hingga Sabtu dini hari seiring dengan baiknya data AS. Tingkat PDB AS pada triwulan IV/2014 yang direvisi turun, masih lebih baik dari angka konsensus.

Di sisi lain, Tiongkok memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) untuk mengimbangi inflasi yang terus turun. Keputusan itu mempertegas arah kebijakan moneter China yang memang sudah semakin longgar semenjak tahun lalu. Riset

Samuel Sekuritas Indonesia memerkirakan mata uang dollar AS diperkirakan masih akan kuat di perdagangan Asia hari ini. Malam nanti ditunggu angka ISM Manufacturing AS yang diperkirakan turun.

"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh penguatan dollar AS hari ini," sebutnya.

5. Rupiah Rapuh Gara-gara TKI

Diposting merdeka.com pada Rabu, 11 Maret 2015 18:31

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil meyakini pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hanya sementara. Pelemahan itu lebih disebabkan angin perubahan kebijakan moneter bank sentral Negara Paman Sam.

"Nanti begitu AS sudah menetapkan policy tentang penyesuaian federal rate, itu akan ada keseimbangan baru dan investasi akan kembali lagi. Tidak ada alasan bahwa ini karena kondisi internal. Jadi, Tidak usah khawatir yang penting masyarakat jangan panik," kata Sofyan saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3).

Penutupan perdagangan Rabu (11/3) ditandai dengan merosotnya nilai tukar rupiah sebesar 0,75 persen menjadi Rp 13.192 per USD. Di sisi lain, sejumlah mata uang regional menguat.

"Bahwa kemudian ada yang mengatakan hari ini rupiah melemah, Filipina (peso) menguat itu dapat dijelaskan"

Peso menguat, kata Sofyan, lantaran remitansi atau kiriman uang dari pekerjanya di luar negeri mencapai USD 20 miliar per tahun. Sementara rupiah rentan melemah lantaran kiriman uang TKI ke Tanah Air hanya USD 7 miliar per tahun.

Selain itu, lanjut Sofyan, Indonesia mengalami defisit neraca jasa. "Sektor jasa harus kami perbaiki, misal asuransi, re-asuransi. Kemarin kan DPR setuju untuk menambah dana modal kepada perusahaan asuransi, re-asuransi."

Sofyan menyebut pelemahan rupiah memiliki dampak beragam bagi pelaku industri.

Kalau yang ekspor dengan bahan domestik itu positif sekali karena mendapatkan rupiah lebih banyak dengan harga yang sama," katanya. "Yang impor untuk ekspor juga netral. Yang impor untuk pasar domestik itu yang terpengaruh."

6. Salah The Feed

Diposting Okezone.com pada Senin, 27 Juli 2015 - 14:53 wib
Ketidakpastian kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed masih disebut menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, pelemahan atau penguatan mata uang rupiah, bukan karena Yunani yang saat ini sudah mendapat dana talangan. Pelemahan rupiah dan beberapa mata uang dunia karena rupiah terkena preassure semua mata uang karena ada sinyal The Fed akan menaikkan rate sebelum akhir tahun.

"Karena Fed kan akan menaikkan ratenya sebelum akhir tahun, jadi pelemahannya, kalau menurut spekulasi investor asing ya karena itu," kata Bambang di Jakarta, Senin (27/7/2015)

Meski terhadap dolar AS melemah, namun terhadap dolar Australia dan euro, rupiah malah menguat. Artinya, kata Bambang, memang ini pelemahannya karena dolar AS memang dijadikan save haven oleh investor.

Bambang mengatakan, kondisi ini diharapkan tidak terus membebani kegiatan dunia usaha.

"Tentunya kita harus jaga supaya enggak memberatkan. Tapi disatu sisi kita mesti perhatikan keseimbangan di eksternalnya juga bahwa dolarnya menguat di semua mata uang. Kan kita juga menguat terhadap euro dan dolar Australia, jadi kita mesti pikirkan agar enggak terlalu tergantung sama dolar AS," pungkas dia.

7. Salah Dolar

Diposting Republika Online pada Selasa, 04 Agustus 2015, 17:49 WIB

Deputi Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara menegaskan, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini bukan fenomena rupiah melainkan fenomena dolar.Mirza menyebut, depresiasi Euro terhadap dolar AS secara year to datemencapai 10 persen. Pelemahan mata uang Selandia Baru terhadap dolar AS juga mencapai 15 persen (ytd).

Sementara mata uang Swedia melemah di kisaran 11-12 persen (ytd). Sedangkan rupiah hanya melemah 8 persen (ytd).

Karena itu, pelemahan rupiah jangan hanya dilihat rupiah saja tapi juga perbandingannya dengan mata uang regional dan dunia. Mata uang India justru melemahnya kecil sekali sekitar 1 persen (ytd), sedangkan mata uang Filipina relatif stabil.

Mirza menjelaskan, India sudah bisa menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD) dari 4,5 persen terhadap PDB menjadi 1,5 persen PDB pada tahun ini. India juga menikmati harga komoditas yang rendah sehingga pertumbuhan ekonominya naik. Hal itu membuat mata uang India lebih stabil.

Berdasarkan kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp 13.495 per dolar AS pada Selasa (4/8). Angka ini melemah dari hari sebelumnya Rp 13.492 dolar AS.

8. Salahkan Kisruh Negara Korea Utara dan Korea Selatan

Dispoting jpnn.com pada Senin, 24 Agustus 2015 , 12:43:00

Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini memang telah terjadi perlambatan ekonomi dunia, bukan hanya di Indonesia. Salah satu penyebabnya karena kembali memanasnya hubungan Korea Utara dan Korea Selatan.

"Perlambatan ekonomi yang terjadi saya tegaskan tidak hanya kita, tapi lebih berat tetangga-tetangga kita. ‎Sehari dua hari ini berpengaruh karena ramainya Korsel dan Korut," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Istana Bogor, Senin (24/8). Ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan di depan para gubernur, kapolda dan kajati.

Hubungan dua negara itu memanas sejak pekan lalu. Namun, itu hanya terjadi di sekitar perbatasan wilayah dua negara.

Sejauh ini, Indonesia juga belum mengeluarkan travel warning untuk WNI yang akan berkunjung ke Korsel.

Selain karena faktor hubungan dua negara itu, pria yang akrab disapa Jokowi itu mengatakan, perlambatan juga terjadi karena krisis di Yunani, kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan adanya depresiasi Yuan.

"Karena itu, hal-hal tersebut perlu kita antisipasi bersama. Semuanya harus punya pemikiran yang sama, dan kepatuhan terhadap garis yang sama. Harus sama. Jangan sampai di luar garis," tegas Jokowi.

Jokowi mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan baik jika belanja dan serapan anggaran berjalan seiring baik di pusat dan daerah.

"Artinya, kalau belanja, spending government baik di APBN, APBD belanja di BUMN, belanja swasta nasional dan asing bisa bergerak. Itulah yang akan memberikan pertumbuhan pada ekonomi," tandas Jokowi.

9. Salahkan Ekonomi Global

Diposting aktual.com pada 24 Agustus 2015 1:09 PM

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini tembus Rp14.000 per USD, pun laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga 5 persen ke level 4.100-an.

Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapinya dingin. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, perlambatan ekonomi yang terjadi bukan hanya melanda Indonesia, tetapi hampir semua negara mengalami perlambatan ekonomi yang lebih berat. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2015 hanya sebesar 4,67 persen.

“Tetapi perlu saya tekankan, tidak hanya negara kita yang mengalami, hampir semua negara mengalami perlambatan ekonomi yang lebih berat dari kita, negara-negara di dekat kita, tetangga kita mengalami,” kata Jokowi di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/8).

Perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia dan hampir semua negara ini, kata Jokowi, lantaran pengaruh kondisi ekonomi global, seperti krisis Yunani hingga devaluasi mata uang China, Yuan.

“Baik karena krisis Yunani beberapa bulan lalu, baik karena (rencana) kenaikan suku bunga di AS, baik karena depresiasi yuan di China dan sehari dua hari ini berpengaruh terhadap ekonomi karena ramainya Korea Selatan dan Korea Utara,” ungkap Jokowi.

Lebih lanjut dikatakan Jokowi, perlambatan ekonomi tersebut harus segera diantisipasi bersama. Jangan sampai ada yang keluar koridor dari arah yang sudah ditentukan.

“Hal tersebut perlu diantisipasi bersama, semuanya harus memiliki pemikiran bersama, dan kepatuhan terhadap garis yang akan kita sampaikan, jangan sampai kita sudah berikan garis, ada yang di luar garis,” tuturnya.

Dari sembilan daftar kambing hitam terpuruknya ekonomi sebagai dalih ketidakberdayaan mengatasi ambruknya ekonomi Indonesia, sejatinya ada alasan yang lebih ideologis penyebab jatuhnya ekonomi Indonesia. 


Ternyata dalam sejarah ekonomi, krisis yang sering melanda justru terjadi hampir di semua negara yang menerapkan sistem ekonomi Kapitalisme. Roy Davies dan Glyn Davies 1996 dalam bukunya, The History of Money From Ancient Time to Present Day, menguraikan sejarah kronologis secara komprehensif.
Menurut mereka, sepanjang abad 20 telah terjadi lebih dari 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Resesi yang terjadi di era tahun 1930-an masih dipercaya sebagai yang terbesar yang pernah terjadi di seluruh dunia. Resesi pada masa ini menghantam hampir seluruh negara di dunia.
Lalu krisi 1975-1981 saat “anugerah” produksi minyak dunia berujung pada krisis keuangan dunia. Dengan makin mahalnya harga minyak, defisit perdagangan AS menjadi berkali-kali lipat untuk membiayai impor minyak mentah. Melemahnya nilai tukar dolar akibat defisit perdagangan AS yang luar biasa kemudian telah membuat seluruh dunia kehilangan kepercayaan terhadap mata uang tersebut.
Kemudian krisis pada 1990-1996 saat Indonesia dan Thailand menderita keguncangan besar politik dan ekonomi akibat krisis moneter yang juga disebabkan kebijakan salah IMF tentang cara penanganan beban hutang luar negeri Indonesia. Pada saat yang sama, negara Amerika Latin, yaitu Brazil dan Argentina, bersama Turki dan Rusia juga mengalami akibat lanjutan krisis moneter pada 1998-2002.
Cerita lanjutan krisis subprime 2007 ternyata menyimpan “peninggalan”. Sejak tahun 2010 lalu akibat krisis yang bermula di AS ini, kondisi ekonomi Eropa turut memburuk. Pasalnya, perbankan Eropa tidak luput dari pengaruh ekonomi AS. Selain itu, hilangnya pangsa pasar ekspor, yaitu AS yang terkena krisis, juga turut menyulut lesunya ekonomi Eropa saat ini.
Negara-negara emerging market (negara berkembang) termasuk Indonesia harus mewaspadai siklus krisis yang akan terjadi pada 2012. Berdasarkan data, ada kecenderungan siklus krisis global, karena besarnya capital inflowsyang akan masuk ke Asia mencapai sekitar US$ 400 miliar, yang di antaranya sekitar US$ 13-15 miliar akan masuk ke Indonesia.

Akar Masalah
Sebenarnya, siapa saja yang meneliti realitas sistem ekonomi kapitalis saat ini akan menemukan bahwa sistem ini tengah berada di tepi jurang yang dalam. Semua rencana penyelamatan yang mereka buat tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaannya, kecuali hanya menjadi obat bius yang meringankan rasa sakit untuk sementara waktu. Itu karena sebab-sebab kehancurannya membutuhkan penyelesaian hingga ke akar masalahnya, bukan hanya tambah-sulam.
Pertama: adanya praktik riba dan judi. Keduanya telah membentuk sektor non-riil dalam sistem ekonomi kapitalis baik dalam bentuk perbankan, asuransi, maupun perdagangan saham. Dalam sistem kapitalis, uang (juga modal) memang dipandang sebagai private goods. Dalam pikiran mereka, baik diinvestasikan dalam proses produksi atau tidak, semua kapital harus menghasilkan uang. Kenyataannya, “investasi” di sektor bukan produksi atau di sektor non-riil saat ini memang cenderung terus meningkat, jauh melampaui uang yang beredar di sektor produksi. Inilah yang disebut oleh Paul Krugman (1999) sebagai ekonomi balon (bubble economy).
Keduasistem yang digunakan di bursa dan pasar modal, yaitu jual-beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komoditi yang bersangkutan—bahkan bisa diperjualbelikan berkali-kali, tanpa harus mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli—adalahsistem yang batil dan menimbulkan masalah. Semua itu memicu terjadinya spekulasi dan guncangan di pasar. Begitulah, berbagai kerugian dan keuntungan terus terjadi melalui berbagai cara penipuan dan manipulasi. Semuanya terus berjalan sampai terkuak dan menjadi malapetaka ekonomi.
Ketigadengan menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang dan memasukan dolar sebagai pendamping mata uang dalam Perjanjian Bretton Woods—setelah berakhirnya Perang Dunia II, kemudian sebagai substitusi mata uang pada awal dekade tujuh puluhan—telah menyebabkan dolar mendominasi perekonomian global. Ditinggalkannya mata uang emas dan perak dan diganti dengan mata uang kertas justru melemahkan perekonomian negara. Akibatnya, guncangan ekonomi sekecil apapun yang terjadi di Amerika pasti akan menjadi pukulan yang telak bagi perekonomian negara-negara lain.
Keempat: ketidaktahuan akan fakta kepemilikan. Kepemilikan tersebut, di mata para pemikir Timur dan Barat, adalah kepemilikan umum yang dikuasai oleh negara dan kepemilikan pribadi yang dikuasai oleh kelompok tertentu. Negara pun tidak akan mengintervensinya sesuai dengan teori Kapitalisme Liberal yang bertumpu pada pasar bebas, privatisasi, ditambah dengan globalisasi.

Solusi Islam
Kaum Muslim wajib menerapkan sistem ekonomi berdasarkan syariah Islam. Islam menjadikan visi ekonomi berhubungan dengan perintah dan larangan Allah SWT, serta menjadikan langkah-langkah ekonomi sesuai dengan pendapat, pemikiran dan hukum Islam.
Islam membatasi kegiatan ekonomi dengan hukum syariah sebagai undang-undang yang membolehkan apa yang dibolehkan Islam dan membatasi apa yang harus dibatasi. Inilah pengertian kegiatan ekonomi dalam Islam sebagai bagian ibadah kepada Allah SWT.
Agar syariah dapat selalu menjawab tantangan perkembangan ekonomi, ijtihad di bidang ekonomi, khususnya dalam perkara-perkara baru, harus terus dilakukan.
Solusi Islam atas problematika krisis ekonomi global adalah dengan melakukan beberapa prinsip dasar sebagai berikut:

1. Penghapusan riba.
Sistem ekonomi Islam telah mengharamkan riba, baik nasi’ah maupunfadhl. Sebaliknya, inti dari ekonomi Kapitalisme adalah riba dan judi, dua perkara yang diharamkan dalam Islam (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 278).
Berdasarkan hal ini, kita harus menutup dan menghentikan praktik perbankan konvensional yang ribawi, termasuk transaksi-transaksi derivatif yang biasa terjadi di pasar-pasar uang maupun pasar bursa. Penggelembungan harga saham maupun uang adalah tindakan riba.

2.Sistem mata uang harus berbasis emas dan perak.
Islam yang bersumber dari Sang Pencipta, Allah Yang Mahatahu mengajari kita agar memfungsikan uang hanya sebagai alat tukar saja. Maka dari itu, dimana uang beredar, ia pasti hanya akan bertemu dengan barang dan jasa, bukan dengan sesama uang seperti yang terjadi pada transaksi perbankan atau pasar modal dalam sistem kapitalis. Semakin banyak uang beredar, semakin banyak pula barang dan jasa yang diproduksi dan diserap pasar. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat sehingga lapangan pekerjaan terbuka, pengangguran bisa ditekan dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat.
Dengan mata uang dinar dan dirham, nilai nominal dan nilai intrinsik dari mata uang akan menyatu. Artinya, nilai nominal mata uang yang berlaku akan dijaga oleh nilai instrinsiknya (nilai uang itu sebagai barang, yaitu emas atau perak itu sendiri), bukan oleh daya tukar terhadap mata uang lain. Maka dari itu, seberapapun dolar Amerika naik nilainya, misalnya, mata uang dinar akan mengikuti senilai dolar menghargai 4,25 gram emas yang terkandung dalam 1 dinar.

3.Penghapusan sektor ekonomi non-riil.
Sistem ekonomi Islam melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya sehingga haram hukumnya menjual barang yang tidak menjadi milik seseorang. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh kapitalisme, dengan klaim kebebasan kepemilikan. Ini berarti kita harus menutup bursa saham.
Pangkal dari krisis ekonomi sekarang adalah ekonomi ribawi yang salah satu pilar pentingnya ada bursa saham. Bursa saham adalah transaksi batil sehingga harus ditutup selamanya. Aktivitas bursa dan pasar saham adalah haram dalam Islam. Jual-beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah-terima komoditi yang bersangkutan—bahkan bisa diperjualbelikan tanpa harus mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli—adalah sistem yang batil dan menimbulkan masalah. Rasulullah saw. bersabda, “(Tidak halal) jual-beli barang yang tidak dimiliki oleh dirimu.” (HR Abu Dawud).

Penutup
Kegagalan sistem dan teori Kapitalisme serta krisis yang berkelanjutan saat ini seharusnya menjadi pelajaran bagi mereka yang tergila-gila menjadi penganut dan pendukung Kapitalisme di dunia Muslim. Harus disadari bahwa akar krisis ekonomi saat ini terletak pada penerapan sistem ekonomi Kapitalisme itu sendiri. Karena itu, ketimbang mengulang kegagalan dengan menerapkan sistem ekonomi Kapitalisme yang sudah cacat bawaan dari lahirnya, maka sudah sepantasnya kita mencampakkan sistem Kapitalisme. Tidak ada pilihan bagi umat Islam kecuali mengambil dan menerapkan Sistem Ekonomi Islam sebagai satu-satunya solusi dalam mengakhiri penderitaan dampak dari sistem ekonomi Kapitalisme.
Islam adalah ideologi bersumber dari sang Pencipta, Allah SWT, Zat Yang Mahasempurna. Karena itu, hanya sistem Islam yang mampu menyelamatkan dunia dari kehancuran. Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadirahmat bagi alam semesta (QS al-Anbiya’ [21]: 107).

Selain itu, penerapan sistem Islam merupakan pelaksanaan perintah Allah serta wujud ketaatan kepada-Nya. Ketaatan itu pasti akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi sesuai dengan janji Allah SWT:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ
Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bum (QS al-A’raf [7]: 96).

WalLahu a’lam bi ash-shawwab. 
[]

Silahkan baca juga beberapa penjelasan solusi Islam mengatasi beberapa masalah dan krisis ekonomi dibawah ini:  
1. Solusi Islam Mengatasi PHK dan Pengangguran
2. Islam Ideologi Satu-satunya Solusi
3. Solusi Islam Atasi Krisis Beras
4. Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya


'Kambing Hitam' Terpuruknya Ekonomi Indonesia, Ini Loh Solusinya [Bukan Kambing Hitam] 'Kambing Hitam' Terpuruknya Ekonomi Indonesia, Ini Loh Solusinya [Bukan Kambing Hitam] Reviewed by Banua Syariah on 10:24:00 AM Rating: 5