Khutbah Jum'at: Kemerdekaan Hakiki

Sebagai pembuka khutbah ini kami kutipkan pernyataan sahabat Rabi’ bin Amir ra. dalam dialognya dengan Raja Kisra ketika ditanya tentang motif pembebasan yang dilakukan kaum muslimin kala itu, beliau menyatakan:
Hadirin, Majlis Jumat yang dimuliakan Allah

Sebagai pembuka khutbah ini kami kutipkan pernyataan sahabat Rabi’ bin Amir ra. dalam dialognya dengan Raja Kisra ketika ditanya tentang motif pembebasan yang dilakukan kaum muslimin kala itu, beliau menyatakan:

جئنا لنخرج العباد من عبادة العباد إلى عبادة رب العباد ؛ ومن ضيق الدنيا إلى سعة الآخرة ؛ ومن جور الأديان إلى عدالة الإسلام


Kami datang untuk membebaskan manusia dari penyembahan manusia pada manusia lain kepada penyembahan semata-mata pada Tuhannya manusia; dan dari sempitnya dunia pada luasnya kehidupan akhirat; dari ketidakadilan keyakinan-keyakinan (agama-agama)  pada keadilan Islam…

Inilah misi pembebasan dalam Islam, membebaskan manusia dari penyembahan manusia pada manusia lain kepada penyembahan semata-mata pada Allah ‘azza wa jalla pencipta manusia dan alam semesta. Pondasi atau kunci misi ini adalah kalimat tauhid laa ilaha illaLlah. Ketika ditanya oleh Paman beliau, Abu Thalib mengenai maksud dakwah Nabi, Rasul saw menjawab:

إِنِّي أُرِيدُ مِنْهُمْ كَلِمَةً وَاحِدَةً تَدِينُ لَهُمْ بِهَا الْعَرَبُ وَتُؤَدِّي إِلَيْهِمْ الْعَجَمُ الْجِزْيَةَ قَالَ كَلِمَةً وَاحِدَةً قَالَ كَلِمَةً وَاحِدَةً قَالَ يَا عَمِّ قُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Sesungguhnya aku menginginkan satu kalimat bagi mereka yang dijadikan agama oleh bangsa arab, dan orang ajam (non arab) akan membayar jizyah kepada mereka." Abu Thalib bertanya: Satu kalimat? Beliau menjawab: "Satu kalimat." Beliau bersabda: "Wahai paman, ucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAAH, " (HR. Tirmudzi, beliau menyatakan hadist ini hasan shahih)

Kalimat inilah yang menjadikan kaum  muslimin berhasil meratakan jazirah arab dengan Islam, bahkan Persia dan Romawi, dua imperium besar kala itu pun ditundukkan. Menyebarkan cahaya Islam di dua pertiga bumi termasuk Nusantara. Kalimat yang menghantarkan pada luasnya kehidupan akhirat, kalimat yang menjadikan kaum muslimin sejahtera dengan kesejahteraan yang tidak pernah diwujudkan peradaban manapun dan tidak akan pernah diwujudkan lagi kecuali dengan kalimat ini, kalimat yang mengentaskan dari penjajahan dan kelaliman sistem penjajah.


Hadirin, Majlis Jumat yang dimuliakan Allah

Mengapa kalimat tauhid ini menjadi rahasia kemerdekaan umat Islam di masa lalu? Jawabnya karena mereka memahami dan meyakininya dengan pemahamna dan keyakinan yang benar. Memahami dan meyakini bahwa la ilaha illaLlah maknanya adalah bahwa laa ma’buda bi haqqin illaLlah (tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah). Pemahaman ini menjadikan mereka hanya mau beribadah kepada Allah, hanya tunduk pada hukum Allah sembari  mencampakkan hukum-hukum selain Allah. Karena memang iman kepada Allah meniscyakan untuk taat pada hukum-hukum-Nya dan menolak hukum thagut buatan manusia. Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS. An Nisa: 60)

Hal ini tercermin dengan jelas pada masa generasi awal umat ini. Ketika membebaskan Persia, Panglima kaum  muslimin Sa’ad bin Abi Waqqas ra. berkeinginan membawa buku-buku dari Persia khususnya buku filsafat sebagai harta rampasan perang. Namun Umar sebagai khalifah melarang dalam suratnya:

اطرحوها في الماء. فإن يكن ما فيها هدًى، فقد هدانا الله بأهدى منه ، وإن يكن ضلالاً فقد كفاناه الله

Campakkan buku-buku itu ke dalam air (sungai/laut). Jika apa yang terkandung di dalamnya ada petunjuk maka Allah telah memberikan petunjuk-Nya. Dan jika buku-buku itu mengandung kesesatan maka Allah telah memelihara kita dari bencana tersebut (Muqaddimah, Ibnu Khaldun hlm. 291)


Hadirin, Majlis Jumat yang dimuliakan Allah


Kemerdekaan memang wajib kita syukuri, karena kemerdekaan adalah rahmat dari Allah yang Maha Kuasa. Wujud kesyukuran kita tidak lain adalah mengisi kemerdekaan ini dengan upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan kemerdekaan yang hakiki, yakni berjuang menjadikan manusia hanya menyembah Allah ‘azza wa jalla. Berjuang menerapkan syariat Allah pada diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, dan bangsa dan Negara kita. Wallahu musta’an

Penulis : Wahyudi Abu Syamil
Khutbah Jum'at: Kemerdekaan Hakiki Khutbah Jum'at: Kemerdekaan Hakiki Reviewed by Banua Syariah on 2:02:00 PM Rating: 5