Gara-gara Obat Jin, Pimpinan Ponpes Diteror

Gara-gara obat jin, Pimpinan Ponpes as-Salafi Raudathul Jannah, Ustad Bahrudin Abdullah, berkali-kali diteror. "Tapi saya akan tetap terus, biar saja," kata Ustad, di Gedung DPRD Kotabaru, Senin kemarin (21/9).  Hal ini diungkapkannya kemarin di Gedung DPRD Kotabaru, bersama rombongan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kotabaru saat audiensi dengan para wakil rakyat. Mereka menegaskan, Kotabaru merupakan daerah nomer dua terbesar di Kalsel peredaran narkoba.  Buktinya, kata Ustad Bahrudin, hampir tiap pagi tukang bersih di taman kota menemukan bungkusan obat jin (zenith). "Jadi sudah terang-terangan anak-anak kita pakai narkoba, tidak malu-malu lagi," katanya.  Karena tidak tahan, di beberapa ceramahnya di mesjid-mesjid, Ustad Bahrudin sering menyebut lokasi peredaran besar obat jin tersebut. Dan akhirnya, dia didatangi beberapa orang yang memintanya untuk tidak lagi menyebut-nyebut lokasi itu.  Tak gentar, ia lantas mendatangi salah satu rumah petinggi di Polres Kotabaru untuk membincangkan soalan narkoba tersebut. "Karena semua tahu, ini bukan rahasia umum," jelasnya.  Ketua DPD II HTI Kotabaru, Muhammad Sigit, menjelaskan kalau Kotabaru memang sudah masuk status waspada. "Kalau Indonesia itu darurat narkoba, maka Kotabaru ini sudah waspada," katanya.  Sigit mengatakan, HTI Kotabaru sudah melakukan investigasi mendalam terkait peredaran narkoba. Hasilnya, beberapa pengedar besar ditemukan. "Dan bahkan ada anak kelas 2 SMP yang juga jadi pengedar," akunya.  Masih kata Sigit, untuk bandar besar obat-obatan melakukan operasi di belakang layar. "Dia tidak bersentuhan langsung dengan pembeli, tapi pakai kaki tangan," katanya.  Sigit menambahkan, berdasarkan data BNK, Kabupaten Kotabaru menduduki peringkat kedua peredaran narkoba di Kalsel. "Untuk itu, kami akan mengajak semua pihak agar berjuang memberantas narkoba. Tidak usah kita saling menyalahkan," tandasnya.  Wakil Ketua DPRD M Arif mengatakan, audiensi lanjutan akan segera digelar. "Karena sekarang, pihak terkait belum hadir, seperti BNK, pemerintah dan aparat hukum, maka akan kita adakan pertemuan ulang," ujarnya.
BANUA SYARIAH, KOTABARU - Gara-gara obat jin, Pimpinan Ponpes as-Salafi Raudathul Jannah, Ustad Bahrudin Abdullah, berkali-kali diteror. "Tapi saya akan tetap terus, biar saja," kata Ustad, di Gedung DPRD Kotabaru, Senin kemarin (21/9).

Hal ini diungkapkannya kemarin di Gedung DPRD Kotabaru, bersama rombongan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kotabaru saat audiensi dengan para wakil rakyat. Mereka menegaskan, Kotabaru merupakan daerah nomer dua terbesar di Kalsel peredaran narkoba.

Buktinya, kata Ustad Bahrudin, hampir tiap pagi tukang bersih di taman kota menemukan bungkusan obat jin (zenith). "Jadi sudah terang-terangan anak-anak kita pakai narkoba, tidak malu-malu lagi," katanya.

Karena tidak tahan, di beberapa ceramahnya di mesjid-mesjid, Ustad Bahrudin sering menyebut lokasi peredaran besar obat jin tersebut. Dan akhirnya, dia didatangi beberapa orang yang memintanya untuk tidak lagi menyebut-nyebut lokasi itu.

Tak gentar, ia lantas mendatangi salah satu rumah petinggi di Polres Kotabaru untuk membincangkan soalan narkoba tersebut. "Karena semua tahu, ini bukan rahasia umum," jelasnya.

Ketua DPD II HTI Kotabaru, Muhammad Sigit, menjelaskan kalau Kotabaru memang sudah masuk status waspada. "Kalau Indonesia itu darurat narkoba, maka Kotabaru ini sudah waspada," katanya.

Sigit mengatakan, HTI Kotabaru sudah melakukan investigasi mendalam terkait peredaran narkoba. Hasilnya, beberapa pengedar besar ditemukan. "Dan bahkan ada anak kelas 2 SMP yang juga jadi pengedar," akunya.

Masih kata Sigit, untuk bandar besar obat-obatan melakukan operasi di belakang layar. "Dia tidak bersentuhan langsung dengan pembeli, tapi pakai kaki tangan," katanya.

Sigit menambahkan, berdasarkan data BNK, Kabupaten Kotabaru menduduki peringkat kedua peredaran narkoba di Kalsel. "Untuk itu, kami akan mengajak semua pihak agar berjuang memberantas narkoba. Tidak usah kita saling menyalahkan," tandasnya.

Wakil Ketua DPRD M Arif mengatakan, audiensi lanjutan akan segera digelar. "Karena sekarang, pihak terkait belum hadir, seperti BNK, pemerintah dan aparat hukum, maka akan kita adakan pertemuan ulang," ujarnya.  [*]

Sumber : Radar Banjarmasin
Gara-gara Obat Jin, Pimpinan Ponpes Diteror Gara-gara Obat Jin, Pimpinan Ponpes Diteror Reviewed by Banua Syariah on 1:21:00 PM Rating: 5