HIV AIDS Menyerang Usia Muda di Banjarmasin

Banuasyariah.com - Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Banjarmasin semakin meningkat setiap tahunnya, data Dinas Kesehatan di Banjarmasin mencatat dari tahun 2002 hingga 2015 penderita HIV dan AIDS 368 jiwa. Rinciannya, 163 penderita HIV dan 205 jiwa penderita AIDS.  Bahkan Banjarmasin menduduki peringkat dua untuk HIV dan AIDS tertinggi di Kalimantan Selatan. Angka tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya sebanyak 331 penderita HIV AIDS yang terdiri dari 136 penderita HIV dan 195 penderita AIDS. Parahnya, HIV di Banjarmasin menyerang usia muda yang masih produktif, rentang usia dari 20 hingga 29 tahun.  Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Diah R Praswati membeberkan, jika generasi muda di usia 20 sampai 29 tahun sudah tertular AIDS. Berarti sejak usia 10 tahun sudah tertular HIV. “Wajar saja, banyak kejadian pelajar SMP sudah melakukan seks pra menikah. Kalau usia seperit itu bisa tertular tidak menutup kemungkinan yang terinfeksi virus ini akan bertambah,” bebernya, saat pembagian pita dan bunga di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin seperti dilansir Radar Banjarmasin.  Bahkan, untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan anggaran yang digelontorkan tidak sedikit. Tahun ini saja, alokasi dana untuk penyakit menular di Banjarmasin sebesar Rp800 juta. Anggaran tersebut akan meningkat pada tahun 2016 nanti, sebesar Rp1 miliar.
Banuasyariah.com - Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Banjarmasin semakin meningkat setiap tahunnya, data Dinas Kesehatan di Banjarmasin mencatat dari tahun 2002 hingga 2015 penderita HIV dan AIDS 368 jiwa. Rinciannya, 163 penderita HIV dan 205 jiwa penderita AIDS.

Bahkan Banjarmasin menduduki peringkat dua untuk HIV dan AIDS tertinggi di Kalimantan Selatan. Angka tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya sebanyak 331 penderita HIV AIDS yang terdiri dari 136 penderita HIV dan 195 penderita AIDS. Parahnya, HIV di Banjarmasin menyerang usia muda yang masih produktif, rentang usia dari 20 hingga 29 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Diah R Praswati membeberkan, jika generasi muda di usia 20 sampai 29 tahun sudah tertular AIDS. Berarti sejak usia 10 tahun sudah tertular HIV. “Wajar saja, banyak kejadian pelajar SMP sudah melakukan seks pra menikah. Kalau usia seperit itu bisa tertular tidak menutup kemungkinan yang terinfeksi virus ini akan bertambah,” bebernya, saat pembagian pita dan bunga di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin seperti dilansir Radar Banjarmasin.

Bahkan, untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan anggaran yang digelontorkan tidak sedikit. Tahun ini saja, alokasi dana untuk penyakit menular di Banjarmasin sebesar Rp800 juta. Anggaran tersebut akan meningkat pada tahun 2016 nanti, sebesar Rp1 miliar.

“Siapapun dari populasi kunci yang ingin memeriksakan diri secara suka rela, biaya pemeriksaan VCT ditanggung pemerintah,” ujarnya.

Populasi kunci penyebaran HIV AIDS adalah mereka yang melakukan seks pra menikah, seks bebas dengan bertukar pasangan, seks dengan pasangan sejenis, para waria, pekerja seks, dan narkoba jenis suntik. “Dari populasi kunci ini hasilnya sangat baik, kami dapat mendeteksi penderita HIV,” katanya.

Untuk penderita HIV AIDS pemerintah wajib berintervensi dalam hal pemeriksaan hingga pengobatan. Saat ini di Banjarmasin ada dua puskesmas yang dapat memberikan pemeriksaan VCT yakni Puskesmas Pekauman dan Puskemas Cempak.

Sedangkan Layanan Komperhensif berkesenambungan dapat dilakukan di 11 puskesmas yakni Puskesmas Cempaka, Pekauman, Cempaka Putih, Teluk Dalam, Kayu Tani ,Teluk Tiram, Pekapuran, dan Pelambuan. “Ibu hamil yang terduga terinfeksi juga harus diperiksa biar tidak menulari bayinya,” bebernya.

Untuk mendata penderita HIV AIDS pihaknya melakukan zero survey (survei mulai dari nol). Dengan melakukan investigasi ke populasi kunci yang memungkinkan tertular hingga melakukan pemeriksaan rutin ke hotel-hotel dengan melakukan pengambilan sample darah.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin, Thamrin mengaku prihatin dengan kondisi ini. Ia menghimbau agar masyarakat tidak melakukan hal yang dapat menyebarkan virus tersebut. “Inkubasi virus dari lima hingga 10 tahun. Jadi ini yang perlu diperhatikan, jangan merasa sehat. Periksalah sedini mungkin,” tandasnya.

Sementara itu, Selasa (1/12) hari ini, sebanyak 25 Wanita Pria (Waria) turun ke jalan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kalsel. Mereka akan membagikan bunga dan brosur sosialisasi mengenai bahayanya HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Kalsel Mursalin mengungkapkan, ada 1.500 tangkai bunga dan 4.000 brosur akan dibagikan di sejumlah titik. Agenda yang bekerjasama dengan lintas sektoral ini akan digelar pada pukul 16.00 Wita.

“Warianya dari Banjar Ratih. Ada 25 orang kita libatkan. Mereka nantinya akan turun ke jalan bersama tim,” ucapnya yang juga merupakan Pengelola Program HIV/AIDS Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kalsel.

Selain di jalan, mereka juga akan ke sejumlah café di Kota Banjarmasin. Hal ini untuk mengingatkan pengunjung tentang bahayanya HIV/AIDS. “Selain Waria, ada pula LSM, mahasiswa dan lainnya,” ucapnya.  []
HIV AIDS Menyerang Usia Muda di Banjarmasin HIV AIDS Menyerang Usia Muda di Banjarmasin Reviewed by Banua Syariah on 5:56:00 PM Rating: 5