MHTI Kalsel: Negara Tak Lagi Melindungi Kaum Perempuan

Banuasyariah.com, Banjarmasin - Ketua MHTI Kalsel Munajah Nayla Ulya, SH, MH menyatakan saat ini negara tidak lagi menjadi perisai dan pelindung.  Khususnya bagi kaum ibu dan anak dari berbagai bentuk persoalan, antara lain tindak kriminalitas, pelecehan seksual, kemiskinan serta tayangan-tayangan yang bermuatan pornografi.   "Bahkan, justru negara membebankan kepada kaum ibu dan anak untuk mengatasi sendiri permasalahan yang membelit kaum ibu," ujarnya dalam orasinya disela Kongres Ibu Nusantara 3 Kalimantan Selatan di Gedung Sultan Suriansyah, Kota Banjarmasin, Kamis 24 Desember 2015.
Banuasyariah.com, Banjarmasin - Ketua MHTI Kalsel Munajah Nayla Ulya, SH, MH menyatakan saat ini negara tidak lagi menjadi perisai dan pelindung.  Khususnya bagi kaum ibu dan anak dari berbagai bentuk persoalan, antara lain tindak kriminalitas, pelecehan seksual, kemiskinan serta tayangan-tayangan yang bermuatan pornografi. 

"Bahkan, justru negara membebankan kepada kaum ibu dan anak untuk mengatasi sendiri permasalahan yang membelit kaum ibu," ujarnya dalam orasinya disela Kongres Ibu Nusantara 3 Kalimantan Selatan di Gedung Sultan Suriansyah, Kota Banjarmasin, Kamis 24 Desember 2015.

Atas nama program pemberdayaan perempuan yang pada hakikatnya negara berlepas diri dan kaum ibu diminta untuk menyelesaikan kemiskinan keluarga yang mereka hadapi. Padahal, persoalan kemiskinan ini diciptakan oleh negara sendiri, hasil dari penerapan sistem ekonomi kapitalis yang selalu mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan menghalalkan segala cara, termasuk mengekploitasi sumber daya alam hanya demi kepentingan segelintir orang, mencabut sedikit demi sedikit subsidi yang semakin menambahkan angka kemiskinan.

“Selain itu, sistem kapitalisme juga mengekploitasi perempuan dan anak dalam berbagai produknya yang berujung pada kehancuran moral generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Munajah, sudah saatnya umat Islam mengambil dan menerapkan sistem pemerintahan Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah, yang telah terbukti selama berabad-abad lamanya. Khilafah akan melakukan berbagai strategi untuk melindungi perempuan, ibu dan anak, diantaranya dengan memposisikan laki-laki, baik suami maupun ayah sebagai pemimpin dalam keluarga yang bertanggung jawab untuk melindungi keluarganya.

Jika mereka tidak mampu, maka negara akan memfasilitasi kaum laki-laki agar mereka mampu melaksanakan tanggung jawabnya. Bukan dengan pemberdayaan ekonomi perempuan ala sistem kapitalis. Khilafah juga akan memastikan setiap perempuan dan ibu melaksanakan kewajibannya sebagai istri sekaligus ibu pengatur rumah tangga, yang dengan didikannya mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Munajah berharap dengan diadakannya kongres ini, kaum perempuan semakin tercerahkan pemikirannya dengan pengetahuan Islam dan bersama-sama Muslimah Hizbut Tahrir untuk berjuang menegakkan Khilafah Islamiyah, yang akan menerapkan Syariat Islam secara menyeluruh.

Kongres Ibu Nusantara 3 ini menampilkan tiga orator, yaitu Anggota Lajnah Khusus Intelektual MHTI Kalsel Hj. Nurunnisa, SH, MH serta Anggota DPD I MHTI Kalsel dr. Hj. Patmawati Nabila dan Nisrina Hayati, SP. (Dini/Tim Media Kalsel)
MHTI Kalsel: Negara Tak Lagi Melindungi Kaum Perempuan MHTI Kalsel: Negara Tak Lagi Melindungi Kaum Perempuan Reviewed by Banua Syariah on 10:13:00 AM Rating: 5