Begini Cara Islam Menjaga Umatnya Agar Tidak Seperti Binatang

Ustadz H. Hidayatul Akbar, SE., Humas DPD I HTI Kalsel sedang Khutbah di Masjid Iqra Banjarmasin


Manusia sudah menjadi makhluk mulia dari ciptaan Allah SWT. Namun sayangnya, ragam sikap menyimpang bisa membalikkan 360 derajat status tersebut menjadi lebih rendah dari binatang. Diantaranya adalah perilaku Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT), yang dinilai sangat membahayakan bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Lalu bagaimana Syariat Islam mencegah ancaman ini?

Dalam khutbahnya, Humas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Hidayatul Akbar menjelaskan, bahwa terdapat sanksi berat bagi para pelaku LGBT, yang di antaranya hukuman mati untuk perbuatan homosexual.

“Dengan ketentuan Islam ini, masyarakat bisa dijaga sebagai umat manusia yang berbeda dengan binatang, karena dijauhkan dari berbagai ide berbahaya, termasuk LGBT,” urai Hidayatul Akbar, di hadapan jemaah sholat Jum’at di Masjid Iqra Banjarmasin (19/02/16).

Ia menegaskan, cara ini hanya bisa dilakukan, apabila pemerintah menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, dalam bingkai Negara Khilafah Rasyidah ala Minhajin Nubuwwah.

Untuk itu, ia mengajak semua elemen kaum muslimin, agar sungguh-sungguh memperjuangkan terwujudnya sistem ini, guna menjaga peradaban mulia umat manusia, agar Nampak berbeda dari kehidupan para binatang.

Uniknya, usai sholat Jum’at, ternyata pengurus masjid memiliki tradisi, untuk menyediakan waktu khusus jama’ah, guna berdialog dengan sang khatib.

“Saya punya teman dekat dan saudara yang berperilaku waria, menurut ustadz apakah ada solusi untuk menyadarkan mereka?" tanya salah satu jemaah.

“inilah pentingnya penguatan akidah, keluarga anda tersebut perlu diikutkan pengajian rutin, agar tertanam kesadaran yang benar terhadap jati diri seorang muslim, yang seharusnya taat dengan ketentuan Islam,” jawab Humas DPD I HTI Kalsel.

Hidayatul Akbar juga meminta keluarga bersangkutan, untuk menjauhkan korban dari komunitas yang menyimpang.

“fakta ini sudah semestinya menjadi pelajaran bagi kita semua, agar senantiasa melakukan pencegahan sejak dini, dengan mengajarkan pergaulan dan pakaian yang baik maupun yang benar dalam Islam, serta ikut berperan dalam sosial kontrol, untuk menghentikan perkembangan perilaku menyimpang ini”, ajak sang Khatib kepada para jemaah yang masih bertahan.

Selain itu, ia berharap para ulama dan asatidz lainnya juga mengambil peran, dalam membangun kesadaran umat tentang pentingnya penerapan syariat Islam, baik lewat forum khutbah, pengajian, majelis taklim dan sebagainya.

“kalau begitu, apakah memang ada Undang-undang yang melarang LGBT?” sambung Rahimi, pengurus masjid iqra, yang ikut bertanya kepada sang khatib.

“inilah tanggung jawab yang harus ditunaikan pemerintah, sehingga pelaku LGBT mendapatkan sanksi hukuman Islam,” jawab Hidayatul Akbar.

Ia juga menjelaskan, bahwa sanksi hukum dalam Islam mempunyai fungsi ganda, yakni selain sebagai jawabir (penghapus dosa), juga sebagai jawazir (pencegah masyarakat untuk melakukan kejahatan serupa).

(Banuasyariahdotcom)










Begini Cara Islam Menjaga Umatnya Agar Tidak Seperti Binatang Begini Cara Islam Menjaga Umatnya Agar Tidak Seperti Binatang Reviewed by Ahmad Maghfur on 10:45:00 PM Rating: 5