Begini Solusi Islam Menyelesaikan Problem LGBT

KHUTBAH JUM’AT bersama Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf

Pendahuluan

Beberapa pekan terakhir opini media massa marak berita seputar LGBT. LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseks dan transgender. Lesbian adalah sebutan bagi perempuan yang mempunyai kecenderungan dan mencintai sesama perempuan. Gay adalah sebutan bagi laki-laki yang mempunyai kecenderungan dan mencintai sesama laki-laki. Biseks adalah sebutan bagi perempuan dan laki-laki yang mempunyai kecenderungan dan mencintai dua pasangan, sesama perempuan dan atau laki-laki. Sedangkan transgender adalah sebutan bagi perempuan atau laki-laki yang menampilkan diri dengan sosok yang berbeda dengan gendernya dalam bahasa kita disebut bencong, wadam, atau waria.

LGBT adalah persoalan sosial yang begitu nyata. LGBT ada di sekitar kita. Ada di mall, salon, sekolah, kampus, tempat remang-remang bahkan sekitar masjid. Televisi juga secara massif menayangkan acara dengan artis berperilaku menyimpang ini dengan target agar masyarakat menganggapnya biasa. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan tertanam di benak remaja kita bahwa berperan waria atau bebencongan ternyata bisa sukses, bisa kaya dan terkenal. Gerakan kaum LGBT agar diakui secara konsisten mereka lakukan sejak tahun 60an hingga sekarang terutama setelah beberapa Negara Eropa dan AS melegalkan pernikahan sejenis. Bahkan ada yang berpendapat bahwa LGBT adalah solusi bagi ancaman ledakan penduduk karena teracuni pemikiran Robert Maltus. Na’udzu billah min dzalik

LGBT Bukan Fitrah

Dengan tegas Allah menyatakan, fitrah manusia diciptakan dengan dua jenis, laki [dzakar] dan perempuan [untsa] [Q.s. al-Hujurat: 13]. Allah pun memberikan kepada masing-masing syahwat kepada lawan jenisnya [Q.s. Ali ‘Imran: 14]. Karena itu, Allah menetapkan, bahwa mereka dijadikan hidup berpasangan dengan sesama manusia, pria dengan wanita. Tujuannya, agar nalurinya terpenuhi, sehingga hidupnya sakinah, mawaddah wa rahmah [Q.s. ar-Rum: 21]. Dari pasangan ini, kemudian lahir keturunan yang banyak, sehingga eksistensi manusia tidak punah. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. [Q.s. an-Nisa’: 1].

Itulah mengapa Allah menjadikan perempuan sebagai ladang bagi pria, agar bisa ditanami, sehingga tumbuh subur dari rahimnya, dan melahirkan keturunan [Q.s. al-Baqarah: 223]. Itulah mengapa juga, Allah memerintahkan pria untuk menikahi wanita yang dicintainya [Q.s. an-Nisa’: 3]. Melarang berzina, apalagi menikah dengan sesama jenis. Karena itu, baik zina maupun sodomi, dan sejenisnya diharamkan dengan tegas. Pelakunya pun sama-sama dihukum dengan hukuman keras. Ibnu Abbas ra. menuturkan, Rasul saw. bersabda:

« مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ »

Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, bunuhlah subyek dan obyeknya (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Terhadap pelaku transgender atau laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki nabi melaknatnya. Ibnu Abbas ra. mengatakan:

«لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ وَالْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ »

Rasulullah saw. telah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Itu artinya, LGBT ini bukan fitrah. Bukan takdir, bukan kudrat. Jika LGBT ini fitrah, takdir dan kudrat, tentu Allah tidak akan menghukum keras pelakunya. Jadi, LGBT ini adalah penyimpangan perilaku. Jika ada yang menyebut LGBT ini fitrah, kudrat atau takdir, maka sama saja dengan lancang menuduh Allah yang menciptakannya. Ini jelas tuduhan bohong, dan sikap kurang ajar kepada Allah SWT. Na’udzu billah min dzalik

Solusi Islam

Menguatkan Akidah

Akidah adalah pondasi dari segala hal. Dengan akidah yang kokoh seseorang akan senantiasa taat dan siap berkorban. Dengan akidah seseorang siap diatur dengan syariat Islam. Akidah ini pula yang menjadikan seseorang meyakini bahwa Allah pasti mencukupi rizkinya meski memiliki banyak keturunan. Akidah Islam pula yang semestinya yang menjadi dasar Negara. Dengan demikian setiap aturan perundang-undangan dan sistem nilai di masyarakat terpancar dari akidah ini. Negara juga tidak takut jika jumlah penduduknya banyak, justru memandangnya sebagai potensi yang besar.

Pendidikan; keluarga dan sekolah

Pendidikan sangat menentukan corak kehidupan suatu masyarakat dan Negara. Sayangnya sistem pendidikan kita saat ini adalah sistem pendidikan yang sekuler yang memisahkan pendidikan agama dengan pendidikan umum. Hasilnya, lahirlah pemimpin-pemimpin sekuler yang menempatkan Islam hanya di pojok-pojok masjid dan ujung-ujung sajadah. Islam hanya diterapkan pada segelintir aspek seperti: akikah, nikah, dan mengurus jenazah. Selainnya yang diterapkan adalah sistem hukum penjajah. Keluarga sebagai benteng terakhir umat Islam pun terus digedor dengan isu kesetaraan gender, sehingga para ibu yang semestinya sebagai guru pertama dan utama bagi calon pemimpin umat asyik dengan pekerjaan kantornya. Mendidik anak hanya sisa dari tenaga yang ada. Karena itu selain mendorong pemerintah agar menerapkan sistem pendidikan yang Islami kita juga harus mendidik keluarga kita dengan Islam. Menanamkan tauhid pada anak-anak kita, meminta mereka shalat sejak usia tujuh tahun dan boleh memukulnya di usia sepuluh tahun jika meninggalkan shalat, memisahkan tempat tidur mereka, melarang mereka tidur satu selimut, melatih keberanian dan ketangkasan bagi anak laki-laki dst.

Kontrol sosial dengan dakwah

Dakwah amar makruf nahi munkar adalah jantungnya agama Islam. Tanpa dakwah aliran darah umat ini akan berhenti dan akhirnya mati. Maka kita harus peka melihat beragam kemungkaran yang ada di sekeliling kita. Mengubah dengan tangan/kekuasaan, jika tidak mampu maka dengan lisan kita dan ini adalah sebaik-baik ucapan, kalau pun masih tidak mampu kita tidak boleh ridho menyaksikan kemungkaran LGBT ini. karena pengingkaran hati adalah selemah-lemah iman. Ulama menyebutkan di bawah ini tidak ada lagi iman.

Pengaturan tayangan televisi

Seyogyanya media menjadi sarana pencerdasan umat. Tapi dengan sistem kapitalis yang menjadikan rating sebagai dewa, maka tidak heran bila media termasuk tayangan telivisi kita berkisar seputar song, sport, dan seks (3S). Kalau pun ada acara religi hanya sebagai bumbu pelengkap. Itu pun orientasinya tetap uang. Meski sudah bermunculan media Islam baik cetak, internet, maupun televisi tetapi tetap harus terus mendesak pemerintah agar melarang media apapun yang jelas-jelas merusak akidah umat.

Sistem sanksi yang tegas

Islam menerapkan sistem sanksi yang tegas yang akan memberikan efek jera bagi pelaku liwath (hubungan sejenis) yang dilakukan atas dasar suka sama suka yakni hukum bunuh. Adapun terhadap pelaku transgender maka mereka dikenakan hukuman ta’zir yang jenis dan kadarnya ditetapkan oleh khalifah/kepala Negara.

Yang penting digarisbawahi bahwa secara syar’i sistem sanksi ini hanya boleh jika dilakukan oleh Negara. Karena itu kita harus mendorong agar pemimpin kita menerapkan seluruh syariat Islam termasuk sistem sanksinya. Jika pemerintah enggan melakukan maka kita kita harus menyiapkan komponen umat Islam agar berjuang siang dan malam untuk menegakkan sistem pemerintahan yang menerapkan Islam secara kaffah yakni sistem Khilafah.

Banjarmasin, 18 Februari 2016
Begini Solusi Islam Menyelesaikan Problem LGBT Begini Solusi Islam Menyelesaikan Problem LGBT Reviewed by Ahmad Maghfur on 9:08:00 PM Rating: 5