Tafsir Surat Al Baqarah 38-39, Memandang Kekufuran

Oleh: Ustadz Luthfi Hidayat*


بسم الله الرحمن الرحيم


(قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ.  وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ)

ADAM AS, DAN ISTRIYA SERTA IBLIS DITURUNKAN DARI SURGA. ALLAH AKAN MENURUNKAN KITAB-KITAB KEPADA MANUSIA (KETURUNAN NABI ADAM). TIDAK ADA KETAKUTAN & KESEDIHAN BAGI MEREKA YANG MENGIKUTINYA DAN NERAKA JAHANAM TEMPAT ORANG YANG MENGINGKARI DAN MENDUSTAKANNYA.

(38)  Kami berfirman: “Turunlah kalian darinya (surga) seluruhnya! (Imam Jalaluddin As shuyuthi dan Imam Jalaluddin al Mahally dalam Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa Allah mengulangi perintah turun untuk menegaskan dan menerangkan bahwa tempat tinggal Adam dan keturunannya adalah dunia, bukan di surga.

Quraiys Shihab berkata, pengulangan perintah turun ini untuk menghapus kesalahpahaman bahwa perintah turun hanya dari tingkat (surga) yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.

Ada juga yang berpendapat; perintah turun yang pertama adalah perintah turun dari surga ke bumi, sedangkan perintah turun yang kedua adalah perintah turunnya derajat keagamaan mereka, yakni turunnya martabat Iblis akibat pembangkangan dan godaannya kepada Nabi Adam dan istrinya. Dan turunnya martabat Nabi Adam akibat mengikuti rayuan Iblis dan mencicipi buah pohon yang terlarang.

Disertai kata ( جَمِيْعاً ) semuanya menunjukkan yang turun adalah yang tergoda maupun yang menggoda).

Maka jika datang kepada kalian dari-Ku petunjuk (yakni Rasul yang Aku utus kepada kalian, dan kitab yang Aku turunkan kepada kalian. Abul ‘Aliyah berkata yang dimaksud dengan “al Huda” adalah Nabi, para Rasul, dan mukjizat dan penjelasan dari mereka), maka barangsiapa (dia) mengikuti petunjuk-Ku (barangsiapa yang beriman kepada-Ku dan beramal untuk ketaatan kepada-Ku), maka niscaya tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih (mereka tidak akan memperoleh ketakutan dan kekhawatiran di akhirat kelak.

Ibnu Abbas berkata: “Tidak tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat). Takut adalah kegoncangan hati menyangkut sesuatu yang negatif di masa akan datang, sedangkan sedih adalah kegelisahan menyangkut sesuatu yang negatif yang pernah terjadi.

(39) Dan orang-orang yang (mereka) telah kafir dan (mereka) telah mendustakan ayat-ayat Kami (yakni mengingkari apa yang Aku turunkan dan Rasul yang Aku utus), mereka adalah penghuni Neraka; mereka kekal di dalamnya. (mereka dikekalkan di neraka Jahim, dan semoga Allah menjauhkan kita dari neraka Jahim).

Mereka kekal bukan saja karena mereka kafir, tetapi juga karena mendustakan ayat-ayat Allah. Kata “mendustakan” memberi kesan bahwa mereka tahu dan mengerti, tetapi tetap menolak dan mengingkari.

Memang kekufuran itu bertingkat-tingkat. Ada kufur ‘inaad, yakni keingkaran karena keras kepala, enggan menerima kebenaran walau telah mengetahuinya. Dan ada kufur jahaalah, yakni karena kebodohan, dan juga ada kufur ni’mat. []
____________________________________________

*Anggota Lajnah Tsaqafiyah DPD I HTI Kalsel
Tafsir Surat Al Baqarah 38-39, Memandang Kekufuran Tafsir Surat Al Baqarah 38-39, Memandang Kekufuran Reviewed by Ahmad Maghfur on 2:01:00 PM Rating: 5