Waspada..!! Revisi UU Antiterorisme Bidik Islam dan Pengembannya

TEMU TOKOH: Pertemuan tokoh umat Islam di kantor Hizbut Tahrir Indonesia mengungkap arah revisi UU Antiterorisme.
BANUASYARIAH.COM, JAKARTA - Aksi brutal Densus 88 hingga mengakibatkan tewasnya Siyono kian menambah buruk citra Densus selama ini.  Kondisi ini pun memantik reaksi dari tokoh-tokoh Islam menyusul revisi UU Antiterorisme oleh pemerintah dan DPR yang disinyalir membidik islam dan pengembannya.

Analisa mendalam itu terungkap saat tokoh Islam menggelar temu tokoh yang digelar Lajnah Fa'aliyah Hizbut Tahrir Indonesia, Jumat 18 Maret 2016.

Dalam situs resmi hizbut-tahrir.or.id, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ust Muhammad Ismail Yusanto menyatakan konstruksi rancangan revisi UU Antiterorisme ini merupakan respon terhadap ISIS. Hal ini terlihat pada konsideran kedua yang dipakai. Padahal, itu di luar yuridiksi Indonesia.

“Termasuk kewenangan untuk menangkap seseorang yang diduga kuat terlibat terorisme sangat panjang. Bisa ditahan hingga 13 bulan sebelum diadili,” ungkapnya.

Sementara  Tim Pengacara Muslim, 
Ahmad Michdan mengatakan Siyono yang ditahan satu minggu saja meninggal. Bila ditahan 13 bulan nanti orang yang baru diduga, bisa-bisa sudah tinggal tulang-belulang.  

Habib Abu Bakar al-Habsyi (Aliansi Nasional Anti Syiah) menegaskan bahwa tindakan memerangi Islam atas nama terorisme merupakan kemungkaran yang harus dicegah.

“Bila kita tidak melakukan amar ma’ruf nahi munkar, maka orang yang akan memimpin kita adalah orang yang paling buruk serta doa tidak dikabul. Terlalu banyak ancaman dalam ayat al-Quran dan hadis Nabi SAW tentang hal ini,” ungkapnya dengan semangat.  [*]
Waspada..!! Revisi UU Antiterorisme Bidik Islam dan Pengembannya Waspada..!! Revisi UU Antiterorisme Bidik Islam dan Pengembannya Reviewed by Banua Syariah on 5:40:00 PM Rating: 5