Hanya dengan Khilafah, Perempuan Terbebas dari Penderitaan







Diwartakan oleh Media Jehan Sya'rawiy, ada sebuah penelitian yang menegaskan, bahwa Mesir saat ini berada pada peringkat ke-10 negara terburuk di dunia, perihal kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Mesir juga berada pada peringkat ke 139 di dunia, terkait keterlibatan perempuan dalam angkatan kerja. (Perempuan News Agency).

Siapa dan apa sebenarnya yang menyebabkan nasib perempuan seperti ini? Padahal Allah SWT menyatakan, bahwa Dia memuliakan Bani Adam. Termasuk wanita.


(وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا)

"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (Al Isra 70).

Demikian pula Hadits Rasul saw yang juga mengungkap bahwa laki laki dan wanita itu setara.


إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَال

"Sesungguhnya hanyalah wanita itu setara dengan pria" (HR. Ahmad, at Turmudzi).

Sejatinya sistem Kapitalis lah  yang menjadi penyebab penderitaan perempuan dan ketidakbahagiaan mereka  dalam  rumah tangga. Seperti yang juga banyak terjadi di Amerika dan Eropa.

Saat ini Barat seolah menunjukkan kepada kita, bahwa perempuan mereka memiliki kesetaraan dengan laki-laki, tapi faktanya hanyalah dusta. Karena yang terlihat justru sebaliknya; statistik menunjukkan kebalikan dari apa yang telah dipromosikan oleh Barat dengan bibirnya yang menyesatkan.

Sebagai contoh: Sistem Pengupahan Internasional menjelaskan tentang adanya Kesenjangan upah yang besar antar jenis kelamin di Amerika Serikat, di mana wanita mendapatkan biaya $ 64,20 rata-rata untuk setiap $ 100 yang diterima oleh seorang pria.

Meski faktor produktivitas sama seperti laki-laki, baik pada pendidikan atau pengalaman, Namun nyatanya tetap tidak ada kesetaraan upah antara laki-laki dan perempuan. Apalagi dalam sebuah laporan, kondisi ini juga terjadi di negara selain Amerika, yakni Rusia dan Eropa.

Majalah Time AS juga melaporkan, bahwa 6.000.000 (enam juta) istri di Amerika, telah menjadi sasaran kekerasan dari suami mereka di setiap tahun. Bahkan Kepolisian juga menghabiskan 1/3 (sepertiga) waktu mereka, untuk menanggapi insiden panggilan kekerasan dalam rumah tangga.

Menyoal tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan; studi AS menunjukkan, bahwa 79% laki-laki telah memukul wanita, berdasarkan polling yang dilakukan asisten profesor John Pierer, seorang psikologi di University of South Carolina.

Sangat berbeda kondisi ini dengan wanita dalam keluarga Islam. Sungguh hanya dalam Islam terdapat perempuan yang dimuliakan. Mereka ditempatkan pada kedudukan yg mulia sebagai mana laki-laki. Dan laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan melindungi istrinya. Firman Allah SWT;


﴿وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ﴾ 

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Dan para suami, mempunyai kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al Baqarah 228)


﴿الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ﴾

"Laki-laki itu adalah pemimpin atas wanita" (An Nisa 34).

Di mana sistem kapitalis, yang menyerukan perempuan untuk menambal kehidupan ekonomi, bandingkan dengan sistem Islam yang adil,.

Sistem Sekulerisme nyata-nyata tidak mengangkat martabat perempuan. Sistem ini  telah menjadikan seorang ayah sudah tidak diakui oleh putrinya --atau sebaliknya ayah tidak laki mengakui putrinya--, saat usia putrinya sudah 18 tahun atau kurang.

Kondisi seperti itu sangat berbeda dengan kehidupan keluarga Muslim. Para wanita dalam keluarga Islam akan bahagia dan senang dalam dunia  keluarganya, dengan batas-batas aturan untuk merawat orang tuanya. Suami juga berbakti dan merawat suami, dan anak-anak mereka, bercengkrama menemani masa kecil anaknya, membimbingnya sampai remaja, bahkan hingga tua. Kebahagiaan hakiki yang sudah tidak mungkin ditemukan lagi di sistem Kapitalis.

Walau kondisi umat Islam tersebut di atas sudah sulit karena mereka hidup tanpa naungan Negaranya.

Kesetaraan yang hakikiki antara perempuan dan laki-laki, sangat sulit tergapai hingga Khilafah Islamiyyah terwujud. Dan Allah telah berjanji akan memberikan kekuasaan tersebut bagi mereka yang benar-benar beriman dan beramal Sholeh untuk mewujudkannya;


﴿وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ﴾

"Sungguh Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian, dan melakukan amal Sholeh, bahwa Dia benar-benar akan memberikan kembali kekuasaan di muka bumi, sebagaimana orang-orang terdahulu berkuasa" (An Nuur 55).

Ini adalah haq, sebuah kebenaran. Setelah terjadi berbagai kezhaliman dan kesesatan seperti saat ini.


(فَذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ)

"Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?" (Yunus; 32).[]

--------------------------

*H. Luthfi Hidayat, Anggota Lajnah Tsaqafiyah DPD I HTI Kalimantan Selatan
Hanya dengan Khilafah, Perempuan Terbebas dari Penderitaan  Hanya dengan Khilafah, Perempuan Terbebas dari Penderitaan Reviewed by Ahmad Maghfur on 11:13:00 AM Rating: 5