MTU Kalsel: Islam Rahmatan Lilalamin Memberantas Kriminalitas

Humas DPD I Kalimantan Selatan Hizbut Tahrir Indonesia, Ustadz H Hidayatul Akbar dihadapan ratusan tokoh umat Kalsel diacara Muktamar Tokoh Umat (MTU) Kalsel 1437 H di Hotel Roditha Banjarmasin, Ahad (24/4/2016) mengatakan islam rahmatan lilalamin jika diterapkan secara sempurna akan memberantas kriminalitas. Karena hukum islam berfungsi sebagai pencegah dan penebus dosa.  Saat ini menurut Hidayatul Akbar, semua pintu kemaksiatan terbuka lebar. Kriminalitas di negara ini kian meningkat. Realita ini menjadikan negara yang mengadopsi sistem hukum sekularistik ini amburadul, tak karuan, parah dan mencemaskan. Kriminalitas itu sendiri terjadi diberbagai tempat di seluruh wilayah Indonesia. Dan, boleh dibilang tiada ada hari tanpa kriminalitas.  "Khilafah menutup semua pintu kemaksiatan. Karena Islam yang diterapkan dalam bingkai Khilafah mencegak orang melakukan tindak kejahatan," ujarnya.
BANJARMASIN - Humas DPD I Kalimantan Selatan Hizbut Tahrir Indonesia, Ustadz H Hidayatul Akbar dihadapan ratusan tokoh umat Kalsel diacara Muktamar Tokoh Umat (MTU) Kalsel 1437 H di Hotel Roditha Banjarmasin, Ahad (24/4/2016) mengatakan islam rahmatan lilalamin jika diterapkan secara sempurna akan memberantas kriminalitas. Karena hukum islam berfungsi sebagai pencegah dan penebus dosa.

Saat ini menurut Hidayatul Akbar, semua pintu kemaksiatan terbuka lebar. Kriminalitas di negara ini kian meningkat. Realita ini menjadikan negara yang mengadopsi sistem hukum sekularistik ini amburadul, tak karuan, parah dan mencemaskan. Kriminalitas itu sendiri terjadi diberbagai tempat di seluruh wilayah Indonesia. Dan, boleh dibilang tiada ada hari tanpa kriminalitas.

"Khilafah menutup semua pintu kemaksiatan. Karena Islam yang diterapkan dalam bingkai Khilafah mencegak orang melakukan tindak kejahatan," ujarnya.

Lebih jelas, Hidayatul Akbar mengatakan Islam menganggap bahwa kejahatan adalah perbuatan-perbuatan tercela (al-qabih). Sedangkan yang dimaksud dengan tercela (al-qabih) adalah perbuatan-perbuatan yang Allah cela. Itu sebabnya, suatu perbuatan tidak dianggap jahat kecuali jika ditetapkan oleh syara’ bahwa perbuatan tersebut tercela. Ketika syara’ telah menetapkan bahwa perbuatan itu tercela, maka sudah pasti perbuatan tersebut disebut kejahatan, tanpa melihat lagi apakah tingkat dan jenis kejahatan tersebut besar ataupun kecil.

Oleh karena itu, ketika Allah Swt. mengatur perbuatan-perbuatan manusia. Syari’at Islam telah menjelaskan kepada manusia, hukum atas setiap peristiwa yang terjadi. Itu sebabnya Allah Swt. mensyari’atkan halal dan haram. Syara’ mengandung perintah dan larangan-Nya, dan Allah Swt. meminta manusia untuk berbuat sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah Swt. dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.

Perintah dan larangan tersebut tidak akan berarti sama sekali jika tidak ada sanksi bagi orang yang melanggarnya. Syari’at Islam menjelaskan bahwa bagi pelanggar akan dikenai sanksi di akhirat dan di dunia. Allah Swt. akan memberi sanksi di akhirat bagi pelanggar, dan Allah juga akan mengadzabnya kelak di hari kiamat.

Sanksi (‘iqab) disyari’atkan untuk mencegah manusia dari tindak kejahatan. Allah Swt. berfirman:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاأُولِي اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa.’ (TQS. al-Baqarah [2]:179)

Maksud ayat tersebut bahwa di dalam pensyari’atan qishash bagi kalian, yakni membunuh lagi si pembunuh, terdapat hikmah yang sangat besar, yaitu menjaga jiwa (manusia). Sebab, jika pembunuh mengetahui akan dibunuh lagi, maka ia akan merasa takut untuk melakukan pembunuhan. Itu sebabnya, di dalam qishash ada jaminan hidup bagi jiwa. Pada ghalibnya, jika orang berakal mengetahui bahwa bila ia membunuh akan dibunuh lagi, maka ia tidak akan melakukan pembunuhan tersebut. Dengan demikian, ‘uqubat (sanksi-sanksi) berfungsi sebagai zawajir (pencegahan). Keberadaannya disebut sebagai zawajir, sebab dapat mencegah manusia dari tindak kejahatan.

Sanksi di dunia bagi para pendosa atas dosa yang dikerjakannya di dunia dapat menghapuskan sanksi di akhirat bagi pelaku dosa tersebut. Hal itu karena ‘uqubat berfungsi sebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus). Keberadaan uqubat sebagai zawajir, karena mampu mencegah manusia dari perbuatan dosa dan tindakan pelanggaran. Keberadaan ‘uqubat sebagai zawabir, dikarenakan ’uqubat dapat menebus sanksi akhirat. Sanksi akhirat bagi seorang muslim akan gugur oleh sanksi yang dijatuhkan negara di dunia.

"Tidak ada satu sistem hukum-pun di dunia ini yang serupa sebagaimana sistem hukum Islam. Sistem hukum Islam berfungsi sebagai pencegah (zawajir) atas tindak kriminalitas sekaligus sebagai penebus (jawabir) atas tindakan jahat yang telah dilakukan oleh si pelaku," pungkasnya. (*)
MTU Kalsel: Islam Rahmatan Lilalamin Memberantas Kriminalitas MTU Kalsel: Islam Rahmatan Lilalamin Memberantas Kriminalitas Reviewed by Banua Syariah on 11:26:00 AM Rating: 5