MTU Kalsel: Islam Rahmatan Lil'alamin, Tapi Mengapa Belum Terasa Rahmatnya? ini Penyebabnya

Salah seorang narasumber Muktamar Tokoh Umat (MTU) Kalsel, Ustadz Humaidi Idrsi mengatakan, sesungguhnya Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.  Namun katanya, mengapa sejak runtuhnya kekhilafahan Islam di Turki pada 1924, saat ini banyak umat di dunia tidak merasakan rahmatnya.    Islam rahmatan lil'alamin sejatinya terang Humaidi tak hanya memberikan kemaslahatan bagi umat namun juga mencegah kerusakan.  Islam rahmatan lil'alamin menjaga aqidah, menjaga jiwa bahkan menjaga harta.
BANJARMASIN - Salah seorang narasumber Muktamar Tokoh Umat (MTU) Kalsel, Ustadz Humaidi Idrsi mengatakan, sesungguhnya Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.  Namun katanya, mengapa sejak runtuhnya kekhilafahan Islam di Turki pada 1924, saat ini banyak umat di dunia tidak merasakan rahmatnya.  

Islam rahmatan lil'alamin sejatinya terang Humaidi tak hanya memberikan kemaslahatan bagi umat namun juga mencegah kerusakan.  Islam rahmatan lil'alamin menjaga aqidah, menjaga jiwa bahkan menjaga harta.

"Islam rahmatan lil'alamin, rahmatnya akan dirasakan oleh seluruh umat manusia, tak hanya Islam namun juga agama lain," ujarnya dihadapan ratusan tokoh umat Kalimantan Selatan diacara Muktamar Tokoh Umat Kalimantan Selatan yang digelar di Hotel Roditha Banjarmasin, Ahad (24/4/2016).

Tapi kondisi sekarang terangnya, mengapa Islam belum dirasakan memberikan kemaslahatan dan mencegah kerusakan.  "Itu artinya ada yang tidak beres dalam penerapan Islam saat ini.  Padahal dahulu Islam pernah menjadi rahmat selama rentang waktu 13 abad," ungkapnya.

Islam rahmatan lilalamin itu katanya ibarat perempuan cantik, dalam bentuk fisik yang utuh.  Tapi perempuan itu tidak akan terlihat cantik jika yang tampak hanya sebagian saja.  

"Misalnya ada perempuan mengetok pintu tapi yang terlihat hanya bagian kepala perempuan saja, bukan tampak cantik malah tampak menyeramkan.  Begitu juga Islam jika yang ditampakkan hanya potong tangan, qisos saja akan tampak menyeramkan," ungkapnya.

Karenanya Islam rahmatan lil'alamin harus dihadirkan secara menyeluruh.  inilah kata kuncinya mengapa Islam belum terasa rahmatnya karena hanya dihadirkan sebagian saja.  Islam tidak hadir dalam kehidupan kita, tidak hadir dalam aspek ekonomi, tidak hadir dalam aspek politik dan pemerintahan kita.

Dan islam rahmatan lil'alamin dalam alqur'an akan bisa diterapkan oleh institusi negara.  "Contoh aturan wajib memakai helm bagi pengendara motor itu saja perlu aturan negara untuk menerapkannya, apalagi aturan Islam," ujarnya.  (Abah Ismail/MI Kalsel)

MTU Kalsel: Islam Rahmatan Lil'alamin, Tapi Mengapa Belum Terasa Rahmatnya? ini Penyebabnya MTU Kalsel: Islam Rahmatan Lil'alamin, Tapi Mengapa Belum Terasa Rahmatnya? ini Penyebabnya Reviewed by Banua Syariah on 9:42:00 AM Rating: 5