MHTI Banjarbaru Ajak Remaja Jadi Pelopor Perubahan

MHTI Banjarbaru Ajak Remaja Jadi Pelopor Perubahan
MERIAH MENCERDASKAN - Sebanyak 92 remaja dari berbagai sekolah antusias mengikuti talk show bedah buletin smart with Islam yang digelar Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kota Banjarbaru, Ahad (29/5/2016).
BANUASYARIAH.COM, BANJARBARU - Sekitar 92 remaja dari berbagai sekolah terlihat antusias menghadiri acara “Talk How Bedah Buletin Smart with Islam” di Aula BPKB PNFI Jalan Ahmad Yani km 30 Banjarbaru, Ahad (29/05/2016). Acara yang dilaksanakan oleh Lajnah Khusus Sekolah (LKS) Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Kota Banjarbaru bertema “ I am a Muslim !!! And Pioneers of Real Change” menghadirkan dua orang pembicara, yakniNadiya Ul Haq Mahmud (Pelajar SMAN 2 Banjarbaru dan Ketua Remaja Smart Club (RSC) Banjarbaru) dan Airnasari, S.Pd (Guru Insantama dan Anggota MHTI Kota Banjarbaru).

Ketua MHTI DPD II Kota Banjarbaru, Desi Lusiana, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya peran para pemuda sebagai motor penggerak utama perubahan. Pemuda diakui perannya sebagai kekuatan pendobrak kebekuan dan kejumudan masyarakat. Dalam sejarah da’wah Islam, pemuda memegang peranan yang sangat penting.

“Dalam Al-Quran terdapat banyak kisah keberanian pemuda, diantaranya adalah Ali bin Abi Thalib yang paling muda ketika itu berumur 8 tahun, memiliki kecerdasan dan kepiawaian dalam strategi berperang serta menjadi khalifah pada usia muda, Abdullah bin Mas’ud (14) yang kelak menjadi salah satu ahli tafsir terkemuka, Saad bin Abi Waqqash (17) yang kelak menjadi panglima perang yang menundukkan Persia, Jafar bin Abi Thalib (18), Zaid bin Haritsah (20), Utsman bin Affan (20), Mush’ab bin Umair (24), Umar bin Khatab (26), Abu Ubaidah Ibnul Jarah (27), dan pada masa setelahnya yang kita mengenal Muhammad Al-Fatih (24) telah menaklukan konstantinopel,” jelasnya.

Ia berharap setelah mengikuti acara ini, para peserta terinspirasi untuk menjadi pribadi-pribadi muslim yang tangguh dan berpengaruh untuk kemuliaan Islam dan kaum muslim.

Sementara, pembicara pertama, Nadiya Ul Haq Mahmud menggambarkan bagaimana ajaran Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihi ketinggiannya. Namun, saat ini ajaran Islam ditampilkan tidak utuh sehingga generasi muslim tidak bisa melihat kesempurnaannya.

“Akibatnya, mereka mengganggap ajaran Islam negatif, tidak modern dan kekinian. Padahal justru, ketika mereka menjadikan Islam sebagai satu-satunya pedoman hidup maka kemuliaan akan bisa diraih,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak para remaja agar kembali kepada ajaran Islam kaffah agar Islam rahmatan lil alamin bisa terwujud dan mendatangkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Sedangkan, Airnasari, S.Pd sebagai pembicara kedua mengingatkan bagaimana sistem sekuler telah menghipnotis para generasi muda tanpa terkecuali generasi terbaik yakni Islam dengan kecanggihan gadget dan “booming” media sosial. 
Keduanya seolah-olah menjadi "nyawa kedua" bagi remaja sehingga lahirlah generasi digital yang bukan hanya menyita waktu dan pikiran para remaja. Tapi juga mengambil potensi terbaik dan istimewa mereka. Agar tidak terkecoh dengan ide Barat yang menyesatkan, Airnasari menghimbau para remaja membekali diri dengan tsaqafah Islam, berdakwah, serta menjadi pelopor perubahan hakiki. (Rif’ah/Dini)
MHTI Banjarbaru Ajak Remaja Jadi Pelopor Perubahan MHTI Banjarbaru Ajak Remaja Jadi Pelopor Perubahan Reviewed by Banua Syariah on 12:42:00 AM Rating: 5