Ramadan di Banjarbaru, Hizbut Tahrir Gelar Pertemuan Bareng Tokoh dan Ulama

Ramadan di Banjarbaru, Hizbut Tahrir Gelar Pertemuan Bareng Tokoh dan Ulama
MULTAQA ULAMA: Humas DPD I Hizbut  Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan saat memaparkan materi dalam forum.
BANUASYARIAH.COM, BANJARBARU - Momentum bulan suci ramadan tak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah salat dan puasa semata. Di Kota Banjarbaru, Kalsel, Hizbut Tahrir Indonesia bersama tokoh dan ulama mendiskusikan topik terhangan yakni penerapan Syariah dan Khilafah dalam forum Multaqa Ulama dan Tokoh Umat di kantor DPD I Hizbut Tahrir Indonesia, Kalimantan Selatan Jl Trikora Kota Banjarbaru, Minggu, 26 Juni 2016.

Banyak tokoh dan ulama yang hadir. Tak hanya tokoh dari Kota Banjarbaru saja, sejumlah tokoh dari Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut juga hadir dalam kajian tersebut.

Humas DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan, Ustadz H Hidayatul Akbar disela paparan materinya kembali mengingatkan para tokoh dan ulama bahwa selama syariah dan khilafah ala minhajinubuwwah belum tegak, sejatinya semua dari kita umat Islam masih menanggung dosa.

Dikatakannya, berdosa karena menegakkan khilafah adalah fardu kifayah. Namun begitu, kewajiban itu bukan berarti tak wajib bagi yang lain ketika ada kelompok yang sudah memperjuangkannya.


"Dengan dilaksanakannya kewajiban ini oleh sebagian di antara mereka, yaitu aktivis Hizbut Tahrir bersama umat, maka tetap belum menggugurkan kewajiban ini dari pundak umat Islam. Sebab, kewajiban yang diperintahkan itu belum terwujud. Dengan demikian, mereka yang tidak terlibat dalam kewajiban ini tetap dinyatakan berdosa," ungkapnya.

Oleh karenanya, selama Khilafah belum tegak, semua umat Islam khususnya tokoh dan ulama masih menanggung dosa. "Karenanya kita ajak ulama dan tokoh, karena ulama lah yang berperan penting dalam membina dan menyadarkan umat bahwa kaum muslimin belum memiliki seorang khalifah yang menerapkan syariah dalam institusi Khilafah Rasyidah ala Nubuwwah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lajnah Tsaqofiyah, Ustadz Taufik Ibnu Tamyiz mengajak untuk menjadikan penerapan syariah dan khilafah sebagai cita-cita bersama, bukan hanya cita-cita Hizbut Tahrir. Ia juga mengajak tokoh dan ulama untuk menjadikan Islam sebagai perhatian utama diatas kepentingan dunia lainnya.

"Rosulullah SAW sedih jika ada yang menolak dakwah Islam. Sedih karena kenapa tidak mau diselamatkan. Paling tidak kita punya perasaan itu, menjadikan agama ini sebagai perhatian utama," pungkasnya. (Abah Ismail)
Ramadan di Banjarbaru, Hizbut Tahrir Gelar Pertemuan Bareng Tokoh dan Ulama Ramadan di Banjarbaru, Hizbut Tahrir Gelar Pertemuan Bareng Tokoh dan Ulama Reviewed by Admin Admin on 12:32:00 PM Rating: 5