Liqo Syawal: Perjuangan Hizbut Tahrir Bukan dengan Jalan Memberontak

Liqo Syawal: Perjuangan Hizbut Tahrir Bukan dengan Jalan Memberontak
Foto via kalsel.prokal.co
BANUASYARIAH.COM, TANJUNG - Awalnya merasa takut, ketika mengikuti acaranya baru tahu kalau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memperjuangkan Syariah dan khilafah tidak dengan memberontak dan kekerasan, sehingga membuat dirinya terpanggil untuk ikut mendukung dan memperjuangkannya.

Itulah yang disampaikan Ustad Abdul Syukur seorang alumni Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, yang juga pengasuh Majelis Taklim Al Ihya dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Telaga Langsat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dalam testimoni di acara Liqa Syawal Ulama digelar HTI Banua Enam di Islamic Center Tanjung, Kabupaten Tabalong, Minggu (28/7) kemarin.

Ia juga memaparkan usai ikut beberapa kali acaranya, HTI ternyata bergerak secara politik untuk membebaskan umat dengan hukum Allah mengacu pada Alquran surah Al Imron 104. Hendaklah ada segolongan umat yang menyeru kepada Islam dan mencegah kepada mungkar.

H Ahmad Ramlan, tokoh masyarakat dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong turut menyatakan dukungannya. Bahkan lambat laun ikut bergabung. Semua itu bukanlah terjadi kebetulan. Pasalnya sebelumnya dia tergabung dalam salah satu partai politik Islam di negeri ini, namun ternyata tidak memperjuangkan Islam. Dari pengalaman itu dia pun mengamankan diri ikut bergabung. "Setelah mendapatkan penjelasan ide-ide HTI, saya bisa menerimanya dan bergabung," ujarnya.

Ternyata tidak sekadar ulama dan tokoh pria saja yang terkesan dengan HTI. Ustazah Arsita yang sudah lama di pondok pesantren (Ponpes) dan kini mengajar di Ponpes Habiburrahman Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong menyertai mereka.

"Meski lama di pesantren ternyata setelah mengenal HTI baru mengenal bagaimana memperjuangkan Islam," ucapnya. Dengan begitu dia mengajak kepada para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir di LSU untuk bergabung dan mengaji bersama HTI.

Sebagai pemateri LSU Banua Enam saat itu adalah Ketua Lajnah Khusus Ulama HTI DPD I Kalimantan Selatan Ustad Wahyudi Ibnu Yusuf. Dalam materinya dia menjelaskan berbagai ayat Alquran dan hadis akan perjuangan menerapkan syariat dan khilafah.

Ia menyebutkan Rasul SAW memberi umat dua warisan yang harus diterapkan. Pertama yaitu Alquran dan Sunnah, selama memegang keduanya tidak akan pernah tersesat. Kedua adalah khilafah. "Dulu para Bani Israel selalu diurus para nabi. Satu nabi meninggal dunia disusul nabi yang lain. Sampai tiba Nabi Muhammad SAW dan menyatakan sebagai nabi terakhir, serta berpesan setelahnya ada para Khalifah yang banyak jumlahnya," jelasnya merujuk pada sebuah hadist.

Khalifah yang disebutkan itu adalah kepala negara pelaksana sistem khilafah atau negara yang menerapkan sistem Alquran dan Sunnah dalam mengurusi umat atau masyarakatnya.

Selebihnya, dia pun menegaskan, agar para ulama dan tokoh umat bersama memperjuangkannya, karena jika umat muslim tidak menerapkan Islam sama mereka berbuat dzolim dan fasik, sesuai bunyi ayat Alquran.  []


Sumber: kalsel.prokal.co  |  radarbanjarmasin.co.id
Liqo Syawal: Perjuangan Hizbut Tahrir Bukan dengan Jalan Memberontak Liqo Syawal: Perjuangan Hizbut Tahrir Bukan dengan Jalan Memberontak Reviewed by Admin Admin on 4:36:00 PM Rating: 5