Beginilah Bedanya Sistem Islam dengan Sistem Sekarang, Catat !

Keadilan sistem hukum di negeri ini masih timpang. Hukum hanya berlaku bagi orang-orang kecil tak berdaya pun sering mewarnai drama di layar televisi. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) mengkritik keadilan dalam sistem demokrasi.   Kritik terhadap sistem yang tengah berlaku saat itu dituangkan dalam bentuk diskusi terbatas mubalighoh dalam kegiatan Dirosah Syariyah Syahriah bertajuk "Ilusi Keadilan dalam Sistem Demokrasi" yang digelar Lajnah Khusus Ustadzah Mubalighoh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kota Banjarbaru di Aula dr. Nabila, Karang So, Loktabat Banjarbaru, Sabtu (21/1).

BANUASYARIAH.COM, BANJARBARU - Keadilan sistem hukum di negeri ini masih timpang. Hukum hanya berlaku bagi orang-orang kecil tak berdaya pun sering mewarnai drama di layar televisi. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) mengkritik keadilan dalam sistem demokrasi. 

Kritik terhadap sistem yang tengah berlaku saat itu dituangkan dalam bentuk diskusi terbatas mubalighoh dalam kegiatan Dirosah Syariyah Syahriah bertajuk "Ilusi Keadilan dalam Sistem Demokrasi" yang digelar Lajnah Khusus Ustadzah Mubalighoh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kota Banjarbaru di Aula dr. Nabila, Karang So, Loktabat Banjarbaru, Sabtu (21/1).

Pembicara diskusi tersebut, Ustadzah Kholishoh dari DPP MHTI dalam paparannya menegaskan sistem demokrasi saat ini tidak menghasilkan keadilan. Berbeda dengan keadilan dalam sistem hukum Islam.

Ia mencontohkan ketika ada seorang yang mencuri, kemudian dilaporkan kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Kemudian Umar menanyakan kondisi pencuri, ia mendapati fakta ternyata si pencuri tadi setelah bekerja berbulan-bulan tidak dibayar oleh majikannya sehingga tidak bisa menafkahi anak istrinya. Dalam kondisi seperti itu, Umar bin Khattab tidak menjatuhi hukuman pada si pencuri, namun sebaliknya majikannya yang dipanggil, dan diberi sanksi.

"Karena majikannya mendzalimi pekerjanya, padahal dalam hadist Nabi SAW seorang majikan harus membayarkan gaji pekerjanya sesegera mungkin sebelum keringatnya kering," ujarnya mengutip salah satu petikan hadist.

Jika menunda-nunda gajinya sampai pekerjanya tidak makan terang Kholishoh, maka si majikan akan diberi hukuman. "Disinilah hukum islam memberi efek jera dan betul-betul adil. Berbeda dengan hukum dalam sistem demokrasi, pencuri ayam dihukum tiga bulan, yang korupsi malah bebas," ujarnya.

Dalam Islam juga tegasnya, hukum itu bersifat tetap, tidak terpengaruh oleh massa atau waktu. Sejak Alquran diturunkan hingga hari kiamat nanti pun hukum islam tetap sama, tidak akan mengubah beratnya sanksi atau timbangan. "Pezina perempuan dan laki-laki maka cambuklah masing-masing 100 kali cambukan, dari dahulu sampai kapanpun tetap begitu hukumannya, batasannya pun juga tetap," ungkapnya.

Selain itu, Islam juga memiliki mekanisme kontrol yang kuat. Karena dorongannya adalah aqidah, sehingga masyarakat juga ikut mengingatkan. Karena ada perintah dari Allah untuk melakukan nahi munkar. "Jika penguasa salah, ya diingatkan. Kalau sekarang sebaliknya, sifat individualis yang lebih menonjol, tak peduli dengan lingkungan sekitarnya sehingga kontrol tidak ada," ujarnya.

Hukum islam juga beber Kholishoh tidak diskriminatif. Berbeda dengan hukum sekarang, tumpul keatas dan tajam ke bawah. Rosulullah SAW lanjutnya telah bersabda; "Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian itu karena mereka menegakkan hukum pada orang-orang yang lemah," ujarnya mengutip kembali salah satu hadits.

"Kalau pada orang lemah tegas, kalau pada orang atas atau yang berkuasa lemah. Ya dalam peribahasa tumpul ke atas tajam ke bawah. Bahkan Rosululullah pun berkata kepada para sahabat, andai saja Fatimah binti Muhammad (putri Nabi SAW) mencuri, pasti akan dipotong tangannya. Sementara dalam hukum saat ini, seperti tadi, mencuri ayam dihukum tiga bulan, korupsi malah ada yang bebas," tandasnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Dirosah Syariyah Syahriah MHTI Banjarbaru, Ustadzah Arie W Majidah berharap kegiatan ini memberi gambaran kepada umat bagaimana sistem sanksi yang dijalankan dalam sistem pemerintahan Khilafah Islam sajalah yang akan memberikan keadilan, dan tidak akan pernah didapat dalam sistem demokrasi saat ini. (Abah Ismail)
Beginilah Bedanya Sistem Islam dengan Sistem Sekarang, Catat ! Beginilah Bedanya Sistem Islam dengan Sistem Sekarang, Catat ! Reviewed by Banua Syariah on 11:08:00 AM Rating: 5