Pengakuan Mengejutkan Seorang Anak Desa tentang Hizbut Tahrir

Saya dibesarkan di desa Hayup, Kec. Haruai Kab. Tabalong Kalsel. Sebuah desa terpencil yang sangat minim infra stuktur, listrik hingga saya lulus SMP belum ada, jalan menuju rumah orang tua saya hanya jalan setapak yg sisi kanannya lahan pesawahan dan sisi kirinya hutan yang sebagiannya karet alam.

BANUASYARIAH.COM - Saya dibesarkan di desa Hayup, Kec. Haruai Kab. Tabalong Kalsel. Sebuah desa terpencil yang sangat minim infra stuktur, listrik hingga saya lulus SMP belum ada, jalan menuju rumah orang tua saya hanya jalan setapak yg sisi kanannya lahan pesawahan dan sisi kirinya hutan yang sebagiannya karet alam.

Meski demikian saya bersyukur hampir setiap hari rumah kami dipenuhi bacaan al Quran dari santri dan santriwati yang belajar mengaji (membaca al Quran) dengan ibu saya, semoga Allah menjaga beliau dan memberikan berkah pada kehidupan beliau. Selain ngaji dengan Ibu tiap malam saya juga belajar ngaji dan menghafal juz 'amma dengan almarhum Mbah Syamsuddin. Imam mushola Mujaddid yang jaraknya sekitar 500 m dari rumah kami. Amaliyah di musholla kampung kami adalah amaliyah ala kaum tua.

Saya bersyukur sejak kecil sudah tidak suka dengan acara-acara yang berbau maksiat seperti konser musik termasuk dunia pacaran. Saya juga bersyukur sampai usia hampir lulus SMP tidak memiliki televisi. Informasi dunia luar saya peroleh dari radio kecil yang selalu saya bawa kemana-mana. Siaran yang paling saya gandrungi selain sandiwara radio adalah berita dan ceramah da'i sejuta umat KH. Zainuddin MZ, semoga Allah mengasihi beliau. Aamiin

Dari bimbingan orangtua, Mbah Syamsuddin dan ceramah KH. Zainuddin MZ ini yang menimbulkan rasa cinta terhadap Islam. Islam yang rahmatan lil 'alamiin. lalu lahir kerinduan saya untuk menjadi da'i yang menyebarkan Islam seperti KH. Zainuddin MZ.

Alhamdulillah impian tersebut mulai menemui titik terang ketika saya melanjutkan belajar di Rantau, Kab Tapin Kalsel. Qadarullah, saya dipertemukan dengan Ustadz Jumali, Guru agama saya. Dari beliau saya mendapatkan pencerahan mengenai Islam sebagai sistem kehidupan. Dari beliau saya belajar fikih, tafsir, bahasa arab termasuk ilmu retorika. Semangat saya untuk memperjuangkan Islam semakin membara dan diarahkan dengan pemahaman tentang bagaimana seharusnya dakwah ini dilakukan yakni dengan membangun pemikiran, bersifat politik, dan tanpa kekerasan. Dan itu semua beliau jelaskan ketika kami mengkaji buku kecil mengenal Hizbut Tahrir. Smg Allah menjaga beliau al mukarrom al ustadz Jumali Ath Thahary.

Saya semakin bersyukur kepada Allah karena dapat menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi S-1. Sambil tetap mengkaji tsaqafah Islam bersama Hizbut Tahrir saya juga nyantri di Ma'had Hunafa Banjarmasin di bawah asuhan Abah Guru KH. Husin Nafarin, belajar bahasa arab dengan beberapa ustadz, karena Hizbut Tahrir sangat mendorong kadernya untuk belajar pada siapa saja. Hingga sekarang saya pun masih belajar di beberapa tuan guru diantaranya murid abah Guru Sekumpul, termasuk menghadiri majlis al Mukarrom Abah Guru Zuhdiannor dan Abah Guru Bakhiet, semoga Allah menjaga keduanya. Aamiin.

Terimakasih Allah al Khaliq al Mudabbir, sudah mempertemukan hamba dengan Hizbut Tahrir. Sebuah jama'ah dakwah yang berjuang untuk tegaknya Islam di bumi-Mu dengan manhaj yang ditauladankan Nabi-Mu

al faqiir ila rahmatiLlah Wahyudi Ibnu Yusuf

Source : https://www.facebook.com/wahyudi.yusuf.5/posts/10207191021814509
Pengakuan Mengejutkan Seorang Anak Desa tentang Hizbut Tahrir Pengakuan Mengejutkan Seorang Anak Desa tentang Hizbut Tahrir Reviewed by Banua Syariah on 9:57:00 PM Rating: 5