Ternyata Inilah Penyebab di Balik Dugaan Korupsi E-KTP

 Masyarakat Indonesia, kembali dihebohkan dengan dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Menurut data Kompas.com, ada 38 orang yang terlibat, dengan kebanyakan di antaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, periode 2009-2014. Adapun uang rakyat yang dihambur, mencapai sekitar 2,3 Triliun Rupiah.
SENTIL KORUPSI E-KTP: Ustadz Yahya Abdurrahman saat berbicara di acara Tabligh Akbar Masirah Panji Rasulullah di Banjarmasin, Minggu (16/4).

BANUASYARIAH.COM, BANJARMASIN
- Masyarakat Indonesia, kembali dihebohkan dengan dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Menurut data Kompas.com, ada 38 orang yang terlibat, dengan kebanyakan di antaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, periode 2009-2014. Adapun uang rakyat yang dihambur, mencapai sekitar 2,3 Triliun Rupiah.

Pengamat politik nasional, Yahya Abdurrahman, yang juga Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), saat mengisi kegiatan Masiroh Panji Rasulullah SAW (MAPARA), di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, minggu (16/04/17), menilai bahwa penyebab maraknya korupsi ini, akibat mahalnya proses politik demokrasi.

Bahkan ia menyatakan, bahwa hampir semua pihak mengakuinya, dengan telah keluarnya anggaran negara, mencapai 14,6 Triliun Rupiah untuk membiayainya.

Parahnya, semua uang rakyat tersebut, malah menghasilkan sejumlah wakil rakyat yang kesandung dugaang kasus korupsi EKTP.

 Masyarakat Indonesia, kembali dihebohkan dengan dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Menurut data Kompas.com, ada 38 orang yang terlibat, dengan kebanyakan di antaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, periode 2009-2014. Adapun uang rakyat yang dihambur, mencapai sekitar 2,3 Triliun Rupiah.

"Kenapa harus korupsi, karena para wakil rakyat memerulkan biaya banyak saat mencalonkan diri, baik untuk berkampanye, pencitraan diri, iklan, hingga rahasia umum dalam menyuap masyarakat agar memilih," jelas Yahya Abdurrahman, di hadapan ribuan peserta MAPARA.

Ia juga menegaskan, bahwa semua modal keluar tersebut, kemudian diusahkan oleh para Anggota Dewan yang terpilih, untuk dikembalikan, atau bahkan mengeruk keuntungan.

"Dari mana mereka mendapatkan uang dalam pencalonan diri? Selain dari kantong sendiri, pastilah dari sponsor, atau berhutang. Akibatnya, uang tersebut kemudian diusahakan untuk dikembalikan saat menjabat," Urai Yahya.

Parahnya ia menambahkan, politik demokrasi ini tetap dipertahankan puluhan tahun, yang menyebabkan korupsi semakin menggurita.

"kalau dulu di bawah meja, sekarang sudah terang-terangan di atas meja, bahkan mejanya ikut dikorupsi," tambah Yahya, disambut geliak tawa peserta MAPARA.

Ia menawarkan solusi kepada umat Islam, agar semua ini bisa dituntaskan, yakni dengan diterapkan syariah Islam secara totalitas, dalam Institusi Khilafah yang mengikuti metode kenabian.

Karena akan menutup semua kesempatan korupsi, dan memberikan sanksi tegas kepada pelakunya, sekaligus berupaya menyejahterakan rakyatnya, lewat pengelolaan kekayaan alam.

Masiroh Panji Rosulullah di Banjarmasin, berjalan lancar, dengan diikuti sekitar empat ribu orang, yang berdatangan dari tiga belas kabupaten kota se-kalimantan Selatan.

Bahkan lantai tiga hotel golden tulip, tidak sanggup menampung membludaknya peserta, yang sebagiannya harus mendengarkan seluruh acara, dari luar Neptunus Ballroom.

Acara ini secara maraton digelar se-Indonesia, dalam rangka mengenalkan Panji dan Bendera Rasulullah SAW, yang akan menjadi Simbol pemersatu Umat Islam seluruh Dunia. (adm)
Ternyata Inilah Penyebab di Balik Dugaan Korupsi E-KTP Ternyata Inilah Penyebab di Balik Dugaan Korupsi E-KTP Reviewed by Banua Syariah on 6:07:00 PM Rating: 5